Analisa Laporan Keuangan Apple Q4 2013

Selamat malam,

Kali ini gw coba belajar dari laporan keuangan yang dikeluarkan Apple untuk quarter 4 taun 2013 ini. Belajar doank sih, jadi kalo aja ada yang baca dan liat analisa gw salah, mohon tidak sungkan untuk memberikan feedback ke gw.

Diambil dari: http://www.apple.com/pr/library/2013/10/28Apple-Reports-Fourth-Quarter-Results.html

Analisanya sederhana banget, gw cuman kepengen tau kemana sih Apple menjual produknya, dan berapa banyak. Terus, produk apa yang paling laku.

1. Daerah yang paling menghasilkan.
Bisa diliat, untuk di benua Amerika sendiri memegang porsi sekitar 30% dari total penjualan Apple. Jadi emang basis kekuatan Apple ya disini, makanya jangan heran kalo pas Apple launching pasti di Amerika orang rela ngantri untuk ngedapetinnya. Faktornya banyak, bisa jadi seperti iPhone yang dibundling dengan operator sehingga harganya murah. Atau juga emang menjadi kebanggan dari orang Amerika sendiri untuk membeli produk hasil inovasi bangsanya. Selain itu, bisa juga memang produk produk Apple sesuai dengan karatker orang orang Amerika karena memang diciptakan disana.

Setelah itu ada benua Eropa, yang berkontribusi sekitar 20% dari total penjualan Apple. Faktor yang mempengaruhi kemungkinan karena memang pendapatan masyarakat sana sudah cukup tinggi. Selain itu karakteristik orang Eropa juga mirip dengan orang Amerika. Tetapi, dari segi market share, iOS yang terlalu tinggi dibandingkan Android. Hampir 80% masyarakat disana menggunakan operating system ini.

Setelah itu ada China dan Jepang yang kalo digabung penjualannya mencapai 20% dari total penjualan Apple. Sisanya sekitar 20% lagi terjual di wilayah Asia Pacific dan Apple Retail Store.

2. Produk yang paling laku
Bisa diliat, lebih dari 50% pendapatan Apple berasal dari iPhone. Sisanya berturut turut iPad, Mac, iTunes, Accesories, baru di urutan terakhir ada iPod. Di periode ini, pendapatan iPhone naik 7% dibanding kuartal sebelumnya dan 17% dibandingan kuartal 4 taun 2012. Hal ini disebabkan peluncuran iPhone terbaru yang sudah dimulai awal September lalu, iPhone 5S dan 5C. Di minggu pertama, kedua produk tersebut terjual sebanyak 9 juta unit.

Setelah itu ada iPad yang penjualannya juga menurun pada kuartal ini, baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya maupun taun sebelumnya. Hal ini kemungkinan disebabkan rumor peluncuran iPad generasi terbaru sehingga banyak konsumen yang memilih menunggu iPad tersebut sehingga menunda pembelian. Selain itu, market share dari iPad sendiri juga mulai turun dikarenakan banyaknya tablet Android yang membanjiri pasaran. Dengan berbagai macam ukuran dan harga, tablet ini mampu mengambil pangsa pasar iPad yang pada dua tahun setelah peluncuran pertamanya merajai penjualan tablet.

Share dari tablet Android meningkat dari 38% menjadi 63% sementara iOS menurun dari 60% menjadi 32,5%.

Mac menempati posisi ketiga dari kontribusi terbesar penjualan Apple di periode ini. Walaupun penjualannya meningkat 15% dibandingkan periode sebelumnya, kemungkinan disebabkan penjualan Macbook Air generasi terbaru, namun dibandingkan dengan periode yang sama di taun 2012, penjualan Mac turun hingga 15%. Hal ini disebabkan konsumen sudah mulai beralih dari PC ke tablet. Mac terdiri dari Macbook Air, Macbook Pro, Mac Mini, dan Mac Pro.

Berikutnya ada iTunes dan software. Bisnis Apple disini memang sangat besar, dengan kontribusi lebih dari 10 % kita bisa lihat alasan mengapa Apple sangat serius disini. iTunes makin canggih, dari hanya alat untuk transfer lagu dan foto, sekarang sudah dilengkapi degan App Store yang mampu melakukan transaksi pembelian lagu, aplikasi, ringtones, video clip, film, buku, dsb. Beragamnya item yang dapat dibeli di iTunes terlihat berdampak cukup signifikan terhadap penjualan. Naik 7% dibandingkan dengan periode sebelumnya dan 22% dibanding kuarter yang sama tahun sebelumnya.

Selanjutnya ada Aksesoris, dan yang terakhir iPod. Bisnis iPod turun signifikan, 22% dibandingkan periode sebelumnya, dan 30% dibanding taun sebelumnya. Menunjukkan bahwa konsumen mulai beralih dari alat pemutar musik. Peralihan ini bisa ke iPad maupun ke iPhone. Bukan hanya Apple yang merasakan penurunan ini, kita bisa liat produk lain seperti Sony Walkman pun sekarang sudah mulai jarang ditemui di pasaran. Berkat konvergensi perangkat digital, kita tidak perlu lagi membawa berbagai macam alat, cukup satu saja.

Analisa.
1. Asia Pacific dipandang sebelah mata oleh Apple.
Kontribusi kita cuman 8% dari total penjualan Apple, makanya jangan heran kalo tiap melunur produk baru, kita jarang diduluin. Tiap meluncur produk baru, cuman Singapura dan Australia yang ada di list negara pertama yang menjadi tempat peluncuran, sisanya belakangan. Kalo dibahas per produk, mungkin lebih miris lagi, harga iPhone di area ini termasuk premium, bahkan kadang menjadi handphone termahal yang ada di pasaran. Ini sangat bertolak belakang dengan pendapatan per kapita negara negara di daerah ini yang ada di level US3600 – US$ 20.000.

Jadi, kalo mau jadi tempat peluncuran perdana produk Apple, Indonesia mesti naikin pendapatan per kapita penduduknya menjadi sama seperti Singapore, US$ 61.000. Berat ya, hehe. Malaysia aja yang GDP per kapitanya US$ 17.000 (hampir 4 kali lipat dari kita), mendapat jatah peluncuran di term ketiga.

2. Apple ga akan meluncurkan iPhone murah
Coba kita jumlahin, hampir 90% daerah penjualan Apple merupakan negara maju. Sementara kalo meluncurkan iPhone murah, pasar yang dituju saat ini hanya menyumbang 5% dari total penjualan Apple. Buat apa bela belain bikin produk murah tapi ga seimbang dengan income yang akan didapat. Jadi jangan pernah berharap akan meluncur iPhone murah. iPhone akan murah ketika dibeli pada saat model barunya keluar. Jadi kalo mau iPhone murah, beli aja generasi yang sebelumnya, kalo yang baru sih pasti mahal.

Begitu juga dengan produk lain, kecil kemungkinan Apple akan masuk ke pasar rakyat jelata. Ini memang produk premium, CEO Apple Tim Cook sendiri ketika diwawancara pernah berkomentar kalo mereka ga akan masuk ke pasar “sampah”. Sampah yang dimaksud adalah produk produk dengan OS gratis yang bisa dibeli dengan harga murah, bisa setengah atau bahkan seperlima dari produk Apple.

3. Apple tidak akan mengembangkan iPod
Diliat dari penurunan angka penjualannya, kecil kemungkinan Apple akan melakukan inovasi yang signifikan di iPod. Selain itu, sekarang ini produk dengan fitur lebih baik, misalnya iPad mini, harganya lebih terjangkau. Jadi kemungkinan untuk beberapa tahun ke depan Apple ga akan meluncurkan modek baru iPod, malah kemungkinan model model yang ada dikurangi atau bahkan dihilangkan peredarannya.

Segitu aja dulu, kalo ada yang salah ataupun tidak tepat mohon jangan sungkan menyampaikan kritik. Gw pas ngeliat report ini juga jadi semakin paham kenapa kita selalu menjadi terbelakang di mata Apple. Mungkin hal ini ga terjadi di merk lain, apalagi yang punya lini produk banyak banget. Pantes aja sampe sekarang Microsoft ga mau jual Surface nya disini, Google pun sampe sekarang belum menjual produknya langsung ke pasar Indonesia. Walaupun masyarakat kelas menengah sudah meningkat signifikan disini, tapi secara pendapatan per kapita kita masih kalah jauh dibandingkan negara lain.

Best Regards
Topiq

Advertisements

Published by

topiqfurqan

an ordinary little boy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s