[REVIEW] Logitech K400r Wireless Keyboard

Selamat Pagi!

Kali ini gw mau membahas tentang sebuah keyboard keluaran Logitech seri K400r. Keyboard ini gw beli pas pameran Indocomtech kemaren. Sebenernya tadinya gw mau beli keyboard dan mouse wireless sekalian, tapi pas gw liat liat, yang ini lebih oke.

Ukuran keyboard ini memang lebih kecil dari keyboard standar, tapi tetep nyaman untuk digunakan. Gw belom nyoba untuk nulis panjang sih di keyboard ini, tapi untuk beberapa kali pakai gw merasa cukup nyaman digunakan. Tombol tombolnya lumayan besar walaupun agak berdekatan satu dengan yang lainnya. Karena memang digunakan cuman untuk browsing browsing, jadi keyboard ini cukup lah.

Di rumah, gw pake monitor cukup gede, 24″ jadi emang sebenernya jarak aman untuk menonton monitor tersebut mungkin semeter, oleh karena itu gw membutuhkan keyboard wireless ini. Selain itu, keyboard ini juga cocok digunakan ketika kita menghubungkan laptop ke TV kita di rumah, jadi bisa dengan nyaman digunakan dari jarak jauh karena jarak pemakaian keyboard ini hingga 10m antara keyboard dengar receiver nya.

Keyboard ini dilengkapi dengan touchpad, jadi sebenernya dapet dua fungsi keyboard dan mouse. Untuk yang terbiasa menggunakan touchpad di laptop pasti udah familiar menggunakannya. Selain itu, keyboard ini mempunya shortcut yang disesuaikan dengan fitur yang ada di Windows 8. Ada shortcut untuk ke Music, Home, dan Matikan PC. Selain itu, diantara tombol F1-F6 juga ada shortcut untuk naik turun volume, mengganti aplikasi, dan sebagainya.

Kesimpulannya, keyboard ini sangat cocok digunakan untuk kita yang ga mau repot pegang mouse, selain itu, untuk penggunaan PC dengan layar monitor cukup besar juga cocok menggunakan keyboard ini. Harganya pun cukup terjangkau, dan baterenya diklaim bisa tahan hngga 1 tahun pemakaian. Teknologi Unifying juga membuat kita ga perlu menyolok beberapa receiver, cukup satu receiver untuk pemakaian hingga 6 devices. Jadi misalnya kita membeli mouse, kita ga perlu nambah receiver lagi.

Semoga membantu

Best Regards

Topiq

Advertisements

[REVIEW] Sony Vaio Pro 13"

Selamat malam minggu!

Semenjak keluarnya Macbook Air, semua produsen berusaha keras untuk menyamai ketipisan laptop ini. Tapi sampe sekarang, yang gw liat, belom ada yang bisa nyamain baik itu dari segi tipis ataupun desain. Macbook Air memang ga se powerful Macbook Pro, karena emang penggunaannya ditujukan untuk travel warrio, orang yang sering bekerja sambil bepergian. Nah, pas gw liat Vaio Pro ini, gw pikir, ini merupakan penantang terberat Macbook Air.

Keluarnya Macbook Air memaksa Intel untuk memasarkan satu jenis laptop lagi, setelah sebelumnya ada notebook, desktop replacement, dan netbook, kini ada jenis baru dalam kelas komputer jinjing, Ultrabook. Istilah ini mulai keluar seiring banyaknya laptop tipis yang dikeluarkan berbagai macam merk untuk menyamai Macbook Air. Mereka bisa buat laptop tipis, tapi sayang environment OS X yang lebih advance membuat laptop tersebut tidak bisa bertahan lama dari segi penggunaan. Intel akhirnya mengeluarkan generasi prosesor Core yang lebih hemat energi, dengan teknologi Turbo Boost, prosesor Intel dapat bekerja sesuai dengan keperluan. Bahkan apabila diperlukan prosesor ini dapat bekerja hingga dua kali lipat dari kecepatan standar.

Oke, cukup sejarahnya, sekarang gw pengen bahas Sony Vaio Pro 13″ Touch ini.

Sebelum berbicara lebih lanjut, mari kita liat speknya

klik gambar untuk memperbesar

Vaio Pro ditenagai oleh prosesor terbaru Intel Core i5. Prosesor generasi ke empat dari teknologi Core Intel dengan code name Haswell. Dengan kecepatan minimum 1,6GHz, prosesor ini dapat meningkatkan kecepatan hingga 2,6GHz apabila diperlukan. Prosesor ini merupakan yang terbaru dari Intel, menjanjikan penghematan listrik hingga 40%. Dengan memori 4GB, tidak dapat ditingkatkan, laptop ini terasa sangat cepat dalam penggunaannya. Ditambah lagi penggunaan SSD 128GB dengan standar PCIe terbaru, yang berdasarkan tes mempunyai kecepatan baca hingga 1GBps, sangat cepat. Sebagai gambaran, untuk start up windows 8 mulai dari kita memencet tombol power sampe ke home hanya membutuhkan waktu 10 detik, atau kurang, hampir always on.

Setelah itu, layar Full HD dengan resolusi 1920 x 1080p dijamin bikin mata kita seger ngeliatnya. Layar ini juga sudah touchscreen sehingga sangat cocok digunakan dengan interface baru Windows 8. Port yang ada di sekeliling laptop ini ga banyak, di sebelah kanan ada port HDMI, 2 port USB 3.0, port headphone, dan juga slot untuk membaca SD Card. Di sebelah kiri terdapat port untuk charger setara keluaran untuk panas dari dalam laptop.

Selain bentuknya yang keren, didominasi alumunium dengan bahan karbon, laptop ini juga sangat ringan, terlalu ringan malah. Walaupun belum sempat timbang sendiri, klaim dari Sony laptop ini beratnya hanya 1KG. Sebagai perbandingan, Macbook Air 13″ beratnya kira kira 1,5KG, jadi ini lebih ringan.

Kesan pertama menggunakan laptop ini, sangat gegas dalam membuka aplikasi. Selain itu, layarnya yang Full HD dan berteknologi Triluminous Display (seperti yang ada di TV Sony), memberikan kualitas yang sangat mengagumkan. Warna yang dikeluarkan terasa pas dan vivid. resolusi Full HD membuat kita nyaman saat menyaksikan film dengan resolusi tersebut. Ditambah teknologi X-Reality yang akan menyala apabila laptop terhubung dengan charger, membuat gw merasa ini layar yang sangat nyaman untuk digunakan.

Keyboard dari laptop ini juga dilengkapi dengan backlight yang akan menyala sesuai keperluan, biasanya ketika ruangan berubah menjadi lebih gelap atau sesuai dengan settingan. Touchpad dilengkapi dengan multitouch sehingga bisa menerima input dengan dua atau tiga jari. Di touchpad ini juga terdapat sensor NFC (Near Field Communication) yang berguna untuk berbagi file ataupun informasi dengan perangkat lain yang mempunyai NFC.

Penggunaan batere diklaim bisa bertahan hingga 7 jam pemakaian dalam sekali charge. Yang gw rasain memang ga jauh dari itu, bisa sampe 6 jam apabila dipakai dari 100%. Tadi sempet gw coba nonton film Full HD, Fast 6, dengan brightness 100% selama 2 jam lebih menghabiskan sekitar 50% dari kapasitas batere. Dibandingkan Macbook Air terbaru memang masih kalah, tapi mengingat laptop ini menggunakan Windows, hal ini bisa diacungi dua jempol. Paling engga, untuk pemakaian sehari hari, laptop ini sanggup dipakai setengah hari tanpa harus di charge.

Kesimpulannya, laptop ini sangat cocok untuk dibawa sambil bekerja diluar kantor. Ringan, batere tahan lama namun tidak mengorbankan performa. Memang harddisk yang didapat hanya 100an GB, namun ini cukup apabila untuk menyimpan file pekerjaan, dan beberapa album lagu, serta beberapa film HD. Harganya hampir sama dengan Macbook Air, untuk yang males belajar Mac OS tapi pingin punya laptop yang tipis dan ringan, ini merupakan pilihan yang tepat.

Semoga membantu

Best Regards
Topiq