[REVIEW] Sony Vaio Pro 13"

Selamat malam minggu!

Semenjak keluarnya Macbook Air, semua produsen berusaha keras untuk menyamai ketipisan laptop ini. Tapi sampe sekarang, yang gw liat, belom ada yang bisa nyamain baik itu dari segi tipis ataupun desain. Macbook Air memang ga se powerful Macbook Pro, karena emang penggunaannya ditujukan untuk travel warrio, orang yang sering bekerja sambil bepergian. Nah, pas gw liat Vaio Pro ini, gw pikir, ini merupakan penantang terberat Macbook Air.

Keluarnya Macbook Air memaksa Intel untuk memasarkan satu jenis laptop lagi, setelah sebelumnya ada notebook, desktop replacement, dan netbook, kini ada jenis baru dalam kelas komputer jinjing, Ultrabook. Istilah ini mulai keluar seiring banyaknya laptop tipis yang dikeluarkan berbagai macam merk untuk menyamai Macbook Air. Mereka bisa buat laptop tipis, tapi sayang environment OS X yang lebih advance membuat laptop tersebut tidak bisa bertahan lama dari segi penggunaan. Intel akhirnya mengeluarkan generasi prosesor Core yang lebih hemat energi, dengan teknologi Turbo Boost, prosesor Intel dapat bekerja sesuai dengan keperluan. Bahkan apabila diperlukan prosesor ini dapat bekerja hingga dua kali lipat dari kecepatan standar.

Oke, cukup sejarahnya, sekarang gw pengen bahas Sony Vaio Pro 13″ Touch ini.

Sebelum berbicara lebih lanjut, mari kita liat speknya

klik gambar untuk memperbesar

Vaio Pro ditenagai oleh prosesor terbaru Intel Core i5. Prosesor generasi ke empat dari teknologi Core Intel dengan code name Haswell. Dengan kecepatan minimum 1,6GHz, prosesor ini dapat meningkatkan kecepatan hingga 2,6GHz apabila diperlukan. Prosesor ini merupakan yang terbaru dari Intel, menjanjikan penghematan listrik hingga 40%. Dengan memori 4GB, tidak dapat ditingkatkan, laptop ini terasa sangat cepat dalam penggunaannya. Ditambah lagi penggunaan SSD 128GB dengan standar PCIe terbaru, yang berdasarkan tes mempunyai kecepatan baca hingga 1GBps, sangat cepat. Sebagai gambaran, untuk start up windows 8 mulai dari kita memencet tombol power sampe ke home hanya membutuhkan waktu 10 detik, atau kurang, hampir always on.

Setelah itu, layar Full HD dengan resolusi 1920 x 1080p dijamin bikin mata kita seger ngeliatnya. Layar ini juga sudah touchscreen sehingga sangat cocok digunakan dengan interface baru Windows 8. Port yang ada di sekeliling laptop ini ga banyak, di sebelah kanan ada port HDMI, 2 port USB 3.0, port headphone, dan juga slot untuk membaca SD Card. Di sebelah kiri terdapat port untuk charger setara keluaran untuk panas dari dalam laptop.

Selain bentuknya yang keren, didominasi alumunium dengan bahan karbon, laptop ini juga sangat ringan, terlalu ringan malah. Walaupun belum sempat timbang sendiri, klaim dari Sony laptop ini beratnya hanya 1KG. Sebagai perbandingan, Macbook Air 13″ beratnya kira kira 1,5KG, jadi ini lebih ringan.

Kesan pertama menggunakan laptop ini, sangat gegas dalam membuka aplikasi. Selain itu, layarnya yang Full HD dan berteknologi Triluminous Display (seperti yang ada di TV Sony), memberikan kualitas yang sangat mengagumkan. Warna yang dikeluarkan terasa pas dan vivid. resolusi Full HD membuat kita nyaman saat menyaksikan film dengan resolusi tersebut. Ditambah teknologi X-Reality yang akan menyala apabila laptop terhubung dengan charger, membuat gw merasa ini layar yang sangat nyaman untuk digunakan.

Keyboard dari laptop ini juga dilengkapi dengan backlight yang akan menyala sesuai keperluan, biasanya ketika ruangan berubah menjadi lebih gelap atau sesuai dengan settingan. Touchpad dilengkapi dengan multitouch sehingga bisa menerima input dengan dua atau tiga jari. Di touchpad ini juga terdapat sensor NFC (Near Field Communication) yang berguna untuk berbagi file ataupun informasi dengan perangkat lain yang mempunyai NFC.

Penggunaan batere diklaim bisa bertahan hingga 7 jam pemakaian dalam sekali charge. Yang gw rasain memang ga jauh dari itu, bisa sampe 6 jam apabila dipakai dari 100%. Tadi sempet gw coba nonton film Full HD, Fast 6, dengan brightness 100% selama 2 jam lebih menghabiskan sekitar 50% dari kapasitas batere. Dibandingkan Macbook Air terbaru memang masih kalah, tapi mengingat laptop ini menggunakan Windows, hal ini bisa diacungi dua jempol. Paling engga, untuk pemakaian sehari hari, laptop ini sanggup dipakai setengah hari tanpa harus di charge.

Kesimpulannya, laptop ini sangat cocok untuk dibawa sambil bekerja diluar kantor. Ringan, batere tahan lama namun tidak mengorbankan performa. Memang harddisk yang didapat hanya 100an GB, namun ini cukup apabila untuk menyimpan file pekerjaan, dan beberapa album lagu, serta beberapa film HD. Harganya hampir sama dengan Macbook Air, untuk yang males belajar Mac OS tapi pingin punya laptop yang tipis dan ringan, ini merupakan pilihan yang tepat.

Semoga membantu

Best Regards
Topiq

Advertisements

Published by

topiqfurqan

an ordinary little boy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s