[REVIEW] [APPS] GUVERA

Hello!

Apa itu Guvera?

Developed in response to the mass consumption of illegal music online, Australian born Guvera is much more than a music streaming service. Through our award winning innovation and technology we are transforming the way you experience music and advancing the digital entertainment industry.
You can access millions of tracks from your favourite local and international artists when you want, where you want, how you want, legally.

Guvera merupakan aplikasi streaming musik yang ada di iOS dan Android. Aplikasi ini cukup menarik, kita bisa mendengarkan lagu secara online maupun offline. Gw belum coba cek databasenya sih, so far lagu yang gw pengen ada semua.

Yang menarik lagi, Guvera mempunyai fitur Playlist. Dimana kita bisa ngeliat Playlist yang dibuat oleh semua orang. Kalo kita suka, kita tinggal follow Playlist itu untuk dengerin lagi nantinya.

Oke, mari kita coba mulai, gimana caranya menggunakan aplikasi ini.

Get Started

Daftar

Untuk mendaftar bisa dengan melalui website Guvera.com ataupun melalui aplikasi Guvera yang bisa di download di iOS maupun Android. Untuk pertama kali, kita akan mendapatkan Free Trial 14 hari. Selanjutnya, untuk menggunakan layanan ini, kita diharuskan untuk membayar biaya berlangganan yang besarnya mulai dari Rp 20rb. Bisa juga dengan redeem voucher yang kita dapatkan, biasanya saat promo bundling pembelian gadget. 
Setelah daftar, langsung login ke aplikasi di smartphone maupun via Website.
Halaman pertama yang kita temukan adalah Playlist
Disini kita bisa melihat Playlist yang dibuat oleh user Guvera lain. Selain melihat lagu yang ada di dalam Playlist tersebut, kita juga bisa mendengarkan lagu tersebut. Nah, karena ini sistemnya streaming, maka saat awal kita perlu menunggu untuk download lagu tersebut. Tapi jangan sedih, lagu yang udah pernah kita dengerin itu akan ada di handphone kita dan bisa didengarkan secara offline.

Playlist

Itu contoh playlist yang udah gw buat. Kita bisa nambahin lagu dari playlist orang lain maupun dengan mencari lagu di database Guvera. Nantinya Playlist gw ini akan bisa dicari orang lain untuk di Follow. Maksudnya Follow disini adalah, Playlist tersebut bisa kita tambahkan di daftar Playlist kita sendiri. Kita bisa bebas namain Playlist kita dan kasih tag, juga bisa rubah gambar backgrond Playlist kita.

Oflline Tracks

Lagu yang sudah kita dengarkan akan tersimpan di memori Smartphone kita. Kita bisa membatasi seberapa besar kapasitas yang kita berikan untuk Guvera menyimpan lagu yang sudah kita download. Lagu ini bisa kita dengarkan secara Offline, jadi ga perlu lagi download ulang. Dan, semua lagu yang udah kita dengerin akan ada di list kita. 

Verdict

Aplikasi ini sangat menarik. Apalagi untuk orang orang yang ingin mendengarkan lagu terbaru, database Guvera akan selalu update. Selain itu, fitur Playlist juga membantu kita dengan mudah memilih lagu yang kita inginkan. Kalopun malas membuat playlist, kita bisa langsung Follow Playlist yang udah ada.
Biaya berlangganan mulai dari Rp 20rb per minggu sampai dengan Rp 500rb an per tahun menurut gw cukup sebanding dari yang kita dapatkan. 
Barusan gw coba untuk dengerin lagu di 3 devices yang bersamaan dan bisa. Padahal seinget gw di FAQ sih dalam satu waktu hanya 1 device yang bisa melakukan streaming lagu. Apa karena lagunya sudah di dwonload ya. Kalo emang beneran bisa, biaya langganannya jadi berasa murah. Nih gw kasih screenshot FAQ nya.

There is no limit to the amount of devices you can use Guvera on, however only one device can be used at any given time stream music.

Coba diitung, dengan uang Rp 500rb, kita bisa stay update lagu terbaru selama setahun. Bisa didengerin di beberapa device yang berbeda, bahkan saat yang bersamaan. Menurut gw sih ini cukup menarik ya. Dibandingkan dengan membeli CD ataupun melalui iTunes. Lagu nya juga bisa didenger Offline. Cuman memang masalah kualitas, Guvera ini menggunakan file AAC dengan kompresi 64kbps di iOS app dan 96kbps untuk di Android app. Buat yang punya telinga emas sih ya gw saranin ga usah daripada kecewa. Suaranya ga sebagus itu, tapi ga jelek banget juga kok.

Oia, karena Guvera memberikan Free Trial 14 hari, jadi gw sangat amat menyarankan kalian untuk mencoba aplikasi ini. Nyobanya gini, Download aplikasi dan daftar, terus dengerin aja lagu lagu yang kita seneng di tempat yang unlimited kuota, abis itu, kalo semua lagu kita udah didengerin, ya enak bisa dibawa kemana aja kan lagunya. Kalo untuk yang di mobil, bisa langsung pake kabel AUX ataupun melalui koneksi Bluetooth untuk dengerin lagunya.

Selamat mencoba

Regards
Taufiq

@topiqfurqan

Advertisements

[REVIEW] TRANSCEND JETFLASH 380S

Hello!

USB On-The-Go

Wah? apaan tuh USB On-The-Go (OTG)? 
Coba kita liat definisi dari Wikipedia:

USB On-The-Go, often abbreviated USB OTG or just OTG, is a specification first used in late 2001, that allows USB devices such as digital audio players or mobile phones to act as a host, allowing other USB devices like a USB flash drivedigital cameramouse, or keyboard to be attached to them.

 Nah, USB OTG merupakan sebuah USB device yang memungkinkan beberapa alat seperti audio players atau smartphone mengakses peralatan USB seperti flash disik, kamera digital, mouse ataupun keyboard. Intinya sih, dengan USB OTG ini kita bisa akses peralatan USB ke perangkat Android kita.

Sekarang ini, teknologi USB OTG sudah berkembang. dalam satu unit devices, diberikan 2 port, yaitu port USB standar dan port MicroUSB. Port USB standar digunakan untuk peralatan seperti komputer atau laptop, sementara port MicroUSB digunakan untuk penghubung ke smartphone.

JETFLASH 380s

Kalo diliat dari keterangannya, alat ini disebut sebagai USB OTG Flash Drive. Karena mempunyai 2 port koneksi yaitu USB dan MicroUSB. 
USB OTG ini memiliki beberapa kegunaan, yang utama adalah kita bisa dengan mudah transfer file dari komputer ke smartphone. Selain itu, kita juga bisa mendapatkan tambahan kapasitas penyimpanan untuk smartphone kita. Lebih berguna lagi apabila smartphone kita tidak mempunya slot MicroSD. 
Berikut gambar gambarnya.

Ukurannya yang sangat kecil membuat USB OTG ini sangat mudah untuk disimpan dan dibawa bawa. Ketika dihubungkan dengan smartphone pun tidak memakan tempat.

Transcend memberikan  gratis aplikasi bernama Transcend Elite. Aplikasi ini berguna untuk membuka file yang ada di USB OTG tersebut. Selain itu, di aplikasi ini kita juga bisa melakukan Backup dan Restore data data kita yang ada di smartphone.

So far, USB OTG ini sangat berguna buat gw. Sangat mudah untuk melakukan transfer file dari PC ke Smartphone.
Oia, beberapa produsen juga memiliki produk serupa, kecepatan baca tulis pun rata rata sama, produk ini merupakan satu contoh saja.
Semoga bermanfaat.
Regards
Taufiq

[REVIEW] GOOGLE CHROMECAST: Two Thumbs Up!

Hello!

Apa itu Chromecast?

Chromecast merupakan device yang dikeluarkan oleh Google. Fungsinya sendiri, menurut Google adalah sebagai berikut:

Chromecast is a thumb-sized media streaming device that plugs into the HDMI port on your TV. Set it up with a simple mobile app, then send your favorite online shows, movies, music and more to your TV using your smartphone, tablet or laptop.

Singkatnya, Chromecast adalah sebuah alat yang fungsinya untuk melakukan streaming content dari Internet ke Televisi melalui port HDMI. Cara penggunaannya sangat mudah, cukup dengan menggunakan aplikasi yang ada di smartphone atau tablet atau laptop, maka kita dapat dengan mudah menyaksikan tayang online favorit di televisi. 
Masih bingung ga? Coba diliat bagan berikut: 
Klik untuk memperbesar
Content yang ada di devices (smartphone, tablet, laptop) akan dikirim ke Chromecast, setelah itu Chromecast akan menayangkan content yang dipilih tersebut. Jadi, misalnya kita lagi nonton streaming video di Youtube, kita pengen tonton video tersebut di TV, nanti ada pilihannya di kanan atas aplikasi Youtube untuk pilhan streaming ke Chromecast. 
Oia, medium yang digunakan antara devices dan Chromecast menggunakan WiFi, jadi devices kita dan chromecast mesti ada di router yang sama. Dan, Chromecast akan berguna lebih maksimal apabila kita berlangganan internet kecepatan tinggi. 
Cerita dikit, udah lama sebenernya gw kepingin beli Chromecast, cuman harganya masih gak lazim. Google sendiri menjual Chromecast US$ 35, cuman kalo udah sampe sini, minimal Rp 500rb. Eh, sebuah website e-commerce yang baru berdiri mengadakan promo untuk Chromecast ini, gw dapet harga cukup murah Rp274rb. Cuman ngirimnya lama, ternyata pas dicari tau, penjualnya ada di Korea. Tapi pas tau barangnya nyampe, ya puas!

Packaging

Ga sempet bikin video unboxing, bungkusnya simpel sih, standar produk Amerika. Isinya ada Chromecast kabel HDMI extender, kabel MicroUSB, dan Adaptor. 
Box 
Chromecast

 Ini isinya, paling kiri itu kabel MicroUSB, yang tengah ada kabel HDMI Extender, dan power Supply adaptor. Kabel MicroUSB itu fungsinya untuk memberikan supply daya ke Chromecast, bisa dicolokkan ke port USB yang ada di TV atau kalo memang tidak ada maka bisa menggunakan adaptor yang disertakan.

Kabel HDMI Extender gunanya untuk menambah fleksibilitas dari Chromecast itu. Misalnya TV kita menggunakan Wall Bracket dan port HDMI ada di bagian belakang TV, dengan Extender ini maka Chromecast bisa diarahkan ke bawah sehingga tidak berhimpitan dengan dinding. Bisa juga, port HDMI sudah terlalu rapat dengan kabel HDMI lain, sehingga agar tidak berhimpitan diperlukan HDMI Extender ini.

Ukuran Chromecast, seperti kata Google, ya emang seibu jari. Ga beda jauh sama USB flashdisk yang biasa kita pake. Yang warna kuning itu port HDMI, sementara diujung lainnya ada port MicroUSB. Disamping kiri logo Google ada lampu yang akan menyala apabila Chromecast dinyalakan. 

Installing

Nah, begini instalasi Chromecast di TV.
Langsung aja dicolokkin ke port HDMI yang ada di belakang TV, dan MicroUSB ke port USB. Kalo udah merah gini tandanya dia udah nyala. Setelah itu, kita langsung pilih input HDMI di TV kita. Kalo TV kita ga ada port USB nya, dipake aja adaptor yang ada. 

Setelah kita memilih input HDMI, maka tampilannya akan seperti ini. Chromecast akan meminta kita untuk melakukan set up perangkat. Bisa diliat, alamat web yang harus kita kunjungi adalah google.com/chromecast/setup.

Disini gw menggunakan iPad untuk melakukan setup, setelah mengetik alamat tersebut, maka kita akan diarahkan untuk menuju ke AppStore.

Untuk melakukan instalasi, kita wajib untuk mengunduh aplikasi Chromecast, aplikasi ini ada di AppStore maupun Play Store.

Aplikasi Chromecast akan mengarahkan kita untuk melakukan koneksi WiFi ke Chromecast. Tujuannya untuk melakukan setting Chromecast ke router kita.

Verify Chromecast, untuk memastikan bahwa Chromecast yang kita setting sudah benar, akan muncul kode yang akan disamakan dengan kode yang muncul di device kita.

Langkah selanjutnya, memilih negara, jelas pilih Indonesia.

Setelah itu, kita akan diminta untuk memberikan nama untuk Chromecast kita. Tujuannya agar lebih mudah teridentifikasi apabila ada lebih dari satu Chromecast di rumah.

Setelah dikasih nama, maka kita perlu untuk melakukan setting koneksi Chromecast ke router WiFi yang ada di rumah kita. Apabila ada lebih dari satu router WiFi, maka lebih baik dipilih yang sinyalnya paling kuat atau letaknya paling dekat dengan Chromecast. Oia, Chromecast akan mendeteksi router yang ada disekitarnya, kita pilih dan masukkin password kalo ada.

Kalo udah dipilih router yang dituju, maka Chromecast akan melakukan koneksi ke router tersebut, ditunggu aja.

Begitu terkoneksi, Chromecast akan melakukan update softtware terbaru, kalo kaya Google sih “Your Chromecast deserve the latest” Oke!

Ready to Cast!

Setelah melakukan instalasi, maka kita siap untuk transmisi (Cast). 
Untuk tau aplikasi apa saja yang bisa ditampilkan di Chromecast, silahkan klik disini
Yang paling familiar sama kita sih paling Youtube, karena yang lain rata rata saluran video streaming berbayar di Amerika sana. Ada juga Google Movies, Google Play dan juga VEVO.

Kalo sudah siap, tiap kita masuk ke HDMI nya Chromecast, kita akan menemui halaman ini. Karena Chromecast sudah siap, kita tinggal pilih aplikasi yang mau kita tonton di Chromecast. Kali ini gw contohin Youtube ya.

Ini tampilan aplikasi Youtube di iPad, aplikasi udah mendeteksi ada Chromecast di router kita. Logonya ada di kanan atas di sebelah lambang Search. Nah, kalo kita mau nonton di Chromecast, langsung aja dipilih Chromecast nya.

Setelah kita memilih Chromecast kita, nanti tampilan di TV kita akan berubah. Ini menunjukkan aplikasi yang sedang terhubung dengan Chromecast, jadi saatnya memilih milih video yang mau ditonton.

Biar gampang, gw tonton video Tulus pas di program Music Everywhere nya Net TV. Jadi pilih playlist, nanti tinggal pencet play, maka Video tersebut akan dimainkan di TV kita.

Nah video ini bukan di download dari hape kita, melainkan langsung dari Internet, karena Chromecast sendiri kan udah terhubung ke router kita. Jadi, setelah kita pilih video, kita bisa keluar aplikasi dan melakukan aktivitas lain. Tapi video ga kan mati, karena playlist sudah tersimpa di Chromecast.

Selain cara diatas, bisa juga lebih gampang. Misalnya kita lagi nonton video nih di iPhone, trus kita mau pindah ke layar yang lebih gede, nah di layar Video itu akan ada pilihan Chromecast, tinggal pilih, dan Voila, video kita muncul di TV.

Cast darimana lagi?

Kalo aplikasi yang online, paling cuman Youtube ama VEVO yang bisa kita pakai sekarang ini. Nah, pasti kita bosen donk, tenang dulu masih ada lagi kok.

Browser casting

Kalo kita pake Google Chrome, kita bisa menampilkan browser kita ke TV. Seru nih, jadi misalnya mau liatin sesuatu ke banyak orang, kita tinggal hubungin aja browser kita ke Chromecast. 
Kita cukup install add on di browser Chrome kita, nanti akan ada tampilan yang sama di kanan atas untuk melakukan Cast. Setelah itu, tampilan di komputer kita akan terlihat di layar TV kita.

Ini tampilan di TV kita. Sayangnya hanya satu tab yang bisa kita Cast. Kalo misalnya kita pindah tab, maka kita harus memilih Cast this Tab. Oia, ada jeda sedikit antara tampilan di komputer kita dengan yang ada di TV, ya karena dia kan sebenernya download apa yang ada di layar kita. Mungkin sepersekian detik aja sih. Kalo mau nonton video juga bisa kok.

Video Cast from Android

Ini cukup menarik, misalnya kita punya smartphone Android, kita bisa melakukan streaming dari devices kita ke Chromecast. Untuk contoh aplikasinya, kali ini gw pilih LocalCast, bisa di download gratis di Play Store.

Di aplikasi ini, caranya tetep sama dengan yang lain, kita memilih Chromecast yang dituju terlebih dahulu. Setelah itu kita memilih file apa yang akan kita tampilkan di Chromecast. Yang paling enak sih Video lah, jadi kalo punya Video bagus di hape kita bisa ditonton rame rame sama yang lain tanpa perlu pindah pindahin file. Cukup konek ke Chromecast dan Voila! kita bisa tonton bareng di layar yang lebih besar.

Kalo udah pilih video yang akan ditonton, nantinya device kita akan berubah sebagai remote control, kita bisa mempercepat, atau mengganti video melalui devices kita. 

The Good News

+ Simple
+ Cukup sekali pasang
+ Bisa streaming media yang ada di smartphone, tablet, maupun laptop

The Bad News

– Aplikasi yang dapat digunakan masih sedikit

Closing

Chromecast pada intinya berguna untuk merubah TV yang tadinya biasa biasa saja, mungkin hanya siaran dari antena PF Goceng ataupun langganan TV berbayar, menjadi TV Pintar. Pintar karena TV ini bisa menampilkan berbagai macam tayangan yang ada di dunia. Mulai dari yang ada di dalam aplikasi seperti Youtube ataupun Vevo, segala macam video yang ada di komputer kita, bahkan yang ada di smartphone atau tablet kita. 
Buat yang TV nya belum pintar, Chromecast sangat layak untuk dibeli. Yang penting, di rumah udah ada router WiFi dengan kecepatan internet lumayan. Untuk yang suka nyimpen file di harddisk komputer, dengan Chromecast kita bisa lebih puas nonton dengan video video kita di layar yang lebih besar dan lebih jernih.
Semoga bermanfaat
Regards
Taufiq

[NEWS] Meet Cortana: The New Windows Phone 8.1 Personal Assistant

Hello

Meet Cortana

Setelah Siri dari Apple, Google Now dari Google, sekarang Microsoft meluncurkan asisten pribadi untuk Windows Phone, namanya Cortana.
Cortana akan membantu pengguna dalam menulis notes, sms, mengingatkan kegiatan yang ada di kalender, dan sebagainya. Cortana akan lebih mirip seperti Siri karena mempunyai personality sehingga user akan bisa berkomunikasi dengan bahasa sehari hari, Microsoft menyebutnya ‘chitchat’. Cortana sendiri merupakan karakter artifisial yang ada dalam game Halo. 

Pertama kali di perkenalkan di acara Microsoft BUILD Developer Conference April 2014 lalu, Cortana nantinya akan tersedia di dalam Windows Phone 8.1.

Ini definisi Cortana versi Microsoft:

Cortana, the world’s first truly personal digital assistant, is available soon on Windows Phone 8.1. Powered by Bing, Cortana is driven by state-of-the-art algorithms using natural language, machine learning, and contextual signals that benefit from advances incubated at Microsoft Research. This approach uses the massive clickstream-feedback loop of web search, along with additional semantics and data. This approach enables Cortana to grow in breadth of domains that cover the web: from the more common “head” queries and conversations to the less frequent “tail”—all at a personal level, empowering Cortana to provide robust personal assistance that becomes even more advanced over time.

Kita liat nanti akan seperti apa Cortana ini.

Regards

Taufiq

@topiqfurqan

[REVIEW] XIAOMI REDMI: A (Super) Budget Phone

Hello!

Xiaomi apaan sih?

Xiaomi, perusahaan yang berdiri di tahun 2011, saat ini berada di urutan ketiga sebagai produsen smartphone terbesar di Tiongkok, setelah Samsung dan Lenovo. Kalo belum tau, wajar, gw juga baru tau beberapa bulan terakhir kok. Xiaomi sering disebut sebagai “Apple of China”, karena terdapat keunikan dari produk produknya. Walaupun berbasis Android, Xiaomi menggunakan antarmuka MI yang pengoperasiannya sangat mudah.

Kali ini gw berkesempatan untuk mencoba salah satu smartphone dari Xiaomi, Redmi. Smartphone entry level yang menjadi fenomena di setiap penjualannya. Oia, Xiaomi ini menjual secara langsung produknya via website, penjualannya berlangsung setiap minggu. Di Singapore, setiap dibuka penjualan Redmi, dalam waktu kurang dari 1 jam stok yang ada akan habis. Mungkin karena harganya yang cukup murah ya.

Kalo mau tau berita tentang Xiaomi, lebih asik cari cari sendiri ya, cukup menarik kok,

Hardware

klik untuk memperbesar

Redmi menggunakan prosesor Quad Core keluaran Mediatek MT6589T dengan kecepatan maksimum 1,5GHz. Dengan RAM 1GB dan ROM 4GB, serta slot MicroSD yang bisa support hingga 32GB. Kamera belakang beresolusi 8MP dilengkapi dengan LED Flash dan sanggup untuk merekan video Full HD sementara kamera depan beresolusi 1,3MP. Redmi memiliki layar sebesar 4,7″ dengan resolusi 1280×720 pixels, tingkat kerapatannya mencapai 312 ppi. Sebagai perbandingan, Retina Display iPhone mempunyai kerapatan 326ppi, dengan kata lain, ketajaman layar Redmi hampir mirip dengan yang ada di iPhone.

Redmi juga mempunyai dua slot SIM, namun hanya satu yang memiliki kecepatan internet 3G, sementara slot 2 hanya sampai EDGE. Selain itu, hp ini juga mendukung Bluetooth 4.0 Low Emission dan WiFi 802.11n. Di dalamnya, Redmi menggunakan sistem operasi Android 4.2 (Jelly Bean) yang sudah di kustomisasi dengan antarmuka MI.

Desain Redmi bisa dibilang biasa, ga ada yang istimewa. Yang paling kerasa adalah beratnya yang cukup lumayan ketika dipegang dalam waktu lama, 158 gram. Kalo untuk tipis, masih bisa ditolerir, ga terlalu tebal. Cuman memang bezel di sekitar layar terlalu besar, bakalan lebih keren kalo dibikin tipis. Oia, di bagian depan terdapat layar HD 4,7″ IPS Panel yang cukup terang, kalo dibawah cahaya matahari memang perlu di set maksimal tingkat keterangan layarnya. Di bawah layar terdapat 3 buah softkey options, home, dan back. Dibawah tombol Home terdapat LED notification yang bisa diatur setiap aplikasi. Sebagai contoh, ketika battery habis maka LED akan menyala merah, apabila sudah mencapai >50% LED akan berwarna biru, dan ketika penuh akan berubah menjadi warna hijau. Namun sayangnya, karena letak dan ukuran yang terlalu kecil, kadang jadi tidak terlihat.

Di bagian belakang terdapat kamera utama beresolusi 8MP dengan bukaan f2.2 yang sanggup merekam video beresolusi Full HD. Terdapat juga LED Flash yang juga bisa berfungsi sebagai lampu senter apabila diperlukan. Terdapat juga logo Mi di bagian bawah cover belakang Redmi. Cover belakang ini berbahan plastik dengan tekstur yang cukup nyaman untuk dipegang, tidak mudah terjatuh karena terlalu licin. Di bagian kanan terdapat tombol volume up-down dan tombol power. Di bagian atas terdapat headphone jack 3,5mm sementara di bagian bawah kita bisa menemukan microUSB untuk charging dan juga mempunyai fitur USB on-the-go.

Ini foto Redmi dibandingin dengan iPhone 5. Terlihat kalo ukuran Redmi lebih besar.

Software

Redmi mempunyai basis OS Android 4.2 (Jelly Bean), namun antarmuka (User Interface) MI membuat hape ini menjadi berbeda dari hape Android kebanyakan, kebanyakan pake TouchWiz. Satu hal yang berbeda dibanding dengan hape Android lain yaitu tidak terdapatnya App Drawer, yaitu layer untuk masuk ke list aplikasi. Seperti di iOS, semua aplikasi terdapat di halaman depan, apabila kita install aplikasi dari Google Play, maka akan langsung muncul di halaman depan. Untuk uninstall aplikasi, cukup tekan dan tahan aplikasi tersebut lalu ditarik keatas, arahkan ke tempat sampah.
Biar lebih enak, mari kita liat liat.
Lock Screen

Lock Screen

Di halaman Lock Screen, kita bisa tarik ke bawah untuk masuk ke Home Screen, tarik ke kanan untuk langsung ke menu Messaging, ke kiri langung ke menu telpon, dan ke atas untuk menu Camera.

Lock Screen

Nah, kalo kita pencet dua kali di tengah tengah, maka akan langsung berubah tampilan menjadi pemutar musik.

Home Screen

Home Screen

Bisa diliat kalo semua aplikasi ada di halaman utama, jadi ga perlu jauh jauh masuk ke App Drawer seperti di hape Andorid lain.

Folder

Notification Center

Sama seperti hape Android lainnya, terdapat notification center yang bisa ditarik dari atas layar. Satu hal yang membedakan, di barisan bawah terdapat catatan penggunaan kuota internet, lumayan berguna buat yang langganannya pake kuota ya.

Notification Center

Ga jauh beda sama yang lain juga, bisa di custom isinya. Ada fitur Do Not Disturb yang bisa di setting, jadi pada waktu tersebut hape ga akan memunculkan notifikasi apa apa.

Themes

Salah satu fitur dari MI yaitu Themes. Kita bisa download macem macem Themes supaya Redminya jadi keren. Lumayan lucu lucu kok isinya.

Quick Play Music

Ada fitur yang lumayan unik, apabila kita ada di home screen dan ingin memutar lagu, kita tinggal swipe icon Music dari atas ke bawah, maka langsung keluar tampilan pemutar musik.

Quick Note

 Sama seperti di Music, icon Notes pun bisa di swipe dari atas kebawah untuk menampilkan Quick Note, jadi kita ga perlu masuk ke menu, sangat simpel dan ringkas.

Tools

 Beberapa program yang diberikan oleh Xiaomi, disini terdapat MiCloud, Downloads, Updater, Password keeper, Backup, Feedback, dan USIM Utilities. Yang paling menarik tentu MiCloud, akan kita bahas nanti.

Tools

 Terdapat pula beberapa menu seperti senter dan FM radio. Radio sendiri dapat dinyalakan dengan meyolokkan headset, headset berfungsi sebagai penangkap sinyal. Karena sebenernya tanpa headset juga bisa menyala, namun kualitasnya sangat tidak bagus.

MiCloud

 Sebagai pengguna MI, diberikan free 5GB ketika sign in sebagai user. Setelah itu, diberikan 5GB lagi apabila kita login di i.xiaomi.com. Terlihat fitur yang di backup di MiCloud yaitu Contacts, SMS, Album, Call Log, Notes, Recorded, Cloud Messaging dan Find Device.

MiCloud

 Yap, seperti iPhone dan hape mahal lainnya, Xiaomi juga dibekali find device. Jadi apabila hape kita hilang, maka kita bisa melihatnya via internet.

Security

 Kita juga diberikan program bernama Security yang isinya bermacam hal. Cleaner untuk membersihkan file file yang tidak berguna di hape kita. Data Usage sebagai pencatat pemakaian data internet kita, dapat disetting secara manual tiap bulannya. Blockist untuk mencatat nomor yang tidak ingin kita terima telponnya.

Data Counter

 Data Counter terbagi antara SIM 1 dan SIM 2. Masing masing SIM mempunyai catatan pemakaian sendiri.

Power Usage
Selain untuk melihat sisa batere, disini juga kita bisa konfigurasi penggunaan batere kita, ada beberapa proful yang bisa dipilih. Selain itu ada menu Auto Switch dimana hape akan berubah profil otomatis ketika mencapai level tertentu. Atau juga Scheduled untuk menjadwalkan perubahan proful batere.
Profil: Default

Profil: Sleep
Bisa dilihat  perbedaan profil antara Default dan Sleep. Semisal kita menjadwalkan perubahan profil pada jam 12 malam sampe dengan jam 5 pagi dengan 2 mode tersebut. Saat jam 12, hape akan otomatis pindah ke profil Sleep dan saat jam 5 pagi kembali ke profil Default.

Camera

Kamera 8MP yang ada di Redmi konon sensornya adalah Exmor buatan Sony, entah bener atau engga. Yang jelas, dari pengalaman gw menggunakan kamera Redmi, hasil yang didapatkan cukup bagus. Selain itu, kamera ini juga sanggup untuk merekam video Full HD 1080P.
Berikut contoh gambarnya.

Hasil foto dari Redmi bisa dibilang bagus untuk hape sekelasnya. Jangan deh bandingin sama iPhone, udah tau diri aja harganya juga ga seberapa. Tapi ga bisa dianggap jelek juga, karena dari pengalaman gw pake Redmi itu hasil gambarnya ga pernah mengecewakan. Memang kalo diperhatikin warna agak yellowish ya, tapi ini hasil foto apa layar komputer gw ya?
Kemaren sempet iseng ambil video pake Redmi.

Performance

Antutu Benchmark

 Skor Antutu 16rb an, sekelas Galaxy S3. Entah hape apalagi yang ada di level segitu. Yang jelas, dengan spesifikasi yang ada, gw jarang mendapatkan lagi pada saat mengoperasikan hapenya. Pernah sih, tapi ya emang karena lagi banyak banget tasknya.

Gw juga pertamanya bingung ketika liat hasil speedtest ini. Bukannya apa apa, biasanya kalo test pake iPhone, kecepatan upload mentok di 34 an MBps, entah apa penyebabnya pake Redmi bisa mentok gini, padahal Routernya ya sama. 
 
Buat gw, dengan spek seperti ini, performa Redmi bisa dibilang memuaskan. Kalo dibandingkan dengan hape Android dengan themes standard, pasti Redmi masih menang, 

Battery Life

Ini paling penting ya, punya hape bagus ga pernah hang, jarang lag, dan tampilannya menarik daripada Android lain, percuma aja kalo baterenya cepet abis. Sebagai gambaran, pemakaian gw lumayan ekstrem di Redmi ini. 4 account gmail, dimana 2 diantaranya terdaftar mailing list gadget dengan total penerimaan email per hari 1000 an, selain itu ada juga 3 email lain yang ikut di daftarkan. Juga Social Media seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram, serta aplikasi chatting BBM, WhatApp, dan Line. Semuanya masuk ke Redmi ini. Pemakaian rata rata yang gw rasakan, dengan 3G only, 1 SIM card, brightness 25%, di kantor kadang dipake denger musik, terima beberapa SMS, hampir ga pernah telpon, sekitar 12 – 14 jam. Bahkan pernah satu kali karena sinyalnya ga bagus, lemot, jadi gw ga maenin selama beberapa jam, tapi email tetep masuk, eh masih bisa bertahan tuh.

Software Update

Beberapa hari yang lalu gw dapet notifikasi update dari Xiaomi.
Notifikasi Update
Update berkisar 150an MB, disitu juga tertulis apa aja yang berubah. Oia, sebelum update kita disuruh Back Up data dulu. 
Hampir semua data yang ada di hape di backup, waktu backup sekitar 15 menit. Setelah itu adalah proses downloading file update, lalu proses instalasi update yang memakan waktu kurang lebih 30 menit. Buat gw ini cukup menarik ya, agak jarang produsen smartphone budget ngasih update ke produknya. Bahkan produsen sekelas LG atau Sony pun belum tentu loh kasih update.
Setelah gw baca baca, ternyata memang Xiaomi ini setiap hari mendapatkan feedback dari penggunanya, karena emang setiap ada masalah pasti user bisa langsung report ke Xiaomi. Dan gw denger, mereka emang tanggap banget untuk masalah ini. Jadinya, kadang setiap penjualan, hape yang dijual minggu ini belum tentu sama dengan yang dijual minggu depan. Nah, canggih  kan. Hape lama bisa tetap ke update sih.

Verdict

the bright side

– Quad Core Processor 1,5GHz MTK5689T
– 1GB RAM, 4GB RAM ~microSD slot up to 32GB
– 4,7″ HD Display (1280×720 pixels) IPS Panel
– WiFI 802.11b/g/n, WiFi Direct
– Corning Gorilla Glass 2
– Value
– MI User Interface (MIUI)

the dark side

– Berat 158 gram
– Bezel terlalu tebal, ukuran terlalu besar
– Masih Jelly Bean (Android 4.2.2)
Menurut gw, ini merupakan hape yang patut untuk dibeli dan dicoba. Untuk orang yang ga mau spend terlalu banyak duit untuk hape Android, Redmi bisa dijadikan pilihan. Selain itu, User Interface MI juga memberikan pengalaman yang berbeda dibanding dengan User Interface Android lain. Kalo ada rencana untuk pindah dari iOS ke MIUI, jangan khawatir, ga bakalan kagok kok make Android. Dengan MIUI, lebih gampang makenya, karena emang dibuat seminimal mungkin.
Beberapa hape setelah dipakai dalam waktu yang lama akan mengalami penurunan performance, sementara Redmi dari pertama beli sampe sekarang masih tetep sama, tetep ngebut dan snappy. Gw yang tadinya beli Redmi sekedar penasaran dan cukup buat di review aja, sekarang malah mikir mikir kalo buat dijual. Hape ini juga cocok untuk yang mau pindah dari BlackBerry ke Android, tapi ya itu, hape ini cukup berat untuk dipegang dalam waktu yang lama. 
Untuk yang mau beli, gw sarankan agar sedikit bersabar, karena konon beberapa saat lagi Xiaomi akan resmi masuk ke Indonesia. Bahkan, di pameran ICS yang digelar minggu ini di JCC, Vice President Xiaomi Global (mantan eksekutif Google) Hugo Barra akan berkunjung, ga tau sih mau ngapain. Gosipnya lagi, Xiaomi disini akan didisitribusikan oleh Erafone dengan firm order hingga 1jt unit. Entah bener atau engga, yang jelas, Xiaomi pasti bakal jadi bahan omongan selama beberapa bulan ke depan. Ga usah lagi kemakan isu kualitas hape buatan Tiongkok itu jelek, jelas jelas iPhone dibaut di Tiongkok.
Xiaomi juga mempunyai model Mi3 dengan spesifikasi jauh lebih tinggi daripada Redmi, harganya pun 2 kali lipat. Tapi Mi3 ini dapat bersaing dengan smartphone papan atas seperti Samsung Galaxy S5, Note 3, HTC One M8, dan sebagainya. Boleh diliat benchmark dibawah ini. 
Benchmark Mi3
Bisa diliat di Antutu, Mi3 ada di bagian hi end Android Smartphone dengan harga setengah dari yang diatasnya. 
Semoga bermanfaat untuk kita semua
Regards,
Taufiq