[REVIEW] Asus Padfone S : Two is Better than One (Part 1)

Menurut data IDC (International Data Corporation) hingga Q3 tahun 2014 lalu smartphone Android menguasai hingga 84% market share dunia, diikuti iOS 11,7%. Data ini menunjukkan tingginya minat konsumen pada smartphone dengan sistem operasi Android. Namun sayangnya, smartphone Android dengan performance yang baik biasanya berharga mahal. Karena spesifikasi yang dibutuhkan cukup tinggi. Namun setahun belakangan ini keadaannya mulai berubah. Saat ini banyak smartphone Android dengan spesifikasi namun harga yang terjangkau. Spesifikasi tinggi yang dimaksud adalah prosesor 4 inti, internal RAM 2GB, layar Full HD, konektivitas 4G LTE, umumnya smartphone dengan spesifikasi tersebut berharga lebih dari Rp 5jt.Xiaomi memperkenalkan seri Mi3 dengan harga yang cukup terjangkau, selain itu, sebuah produsen asal China bermerk OnePlus pun meluncurkan seri OnePlus One. Kedua smartphone tersebut mempunyai spesifikasi tinggi, seperti yang disebutkan, namun berharga kurang dari Rp 5jt, bahkan untuk seri termurahnya hanya Rp 3jt an. Spesifikasi tinggi pada sistem operasi tinggi mutlak diperlukan apabila pengguna ingin mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dalam menggunakan smartphone nya.

2014-flagship-phones

Kali ini Asus, produsen peralatan komputer asal Taiwan, yang ikut meramaikan pasar smartphone memperkenalkan seri terbarunya, Asus Padfone S.Padfone S merupakan smartphone 2-in1, dimana pada paket penjualan standard terdapat sebuah smartphone dan sebuah tablet yang dinamakan Padfone Station. Seri ini merupakan salah satu seri unggulan dari Asus, selain Zenfone, dalam memasarkan produk smartphonenya. Saat ini, hanya Asus yang secara konsisten memperkenalkan model seperti ini. Salah satu kelebihannya, selain mendapatkan dua produk dalam satu paket, kita tidak perlu memikirkan tambahan biaya berlangganan untuk dua perangkat.

Desain

P1030733

Desain yang dimiliki Padfone S ini tergolong standard, tidak selayaknya smartphone dengan spesifikasi tinggi pada umumnya. Di bagan depan, kita dapat menemukan layar sebesar 5″ dengan resolusi Full HD (1920x1080p) dan kerapatan mencapai ~441 pixel per inch. Dia atasnya kita bisa menemukan speaker untuk telepon, kamera depan 2MP, ambient light sensor dan LED notifikasi. Tidak ada tombol pada bagian depan smartphone ini, tiga tombol menu khas Android ada di layarnya, sehingga memang mengurangi sedikit besar layar.Di sebelah kanan, terdapat tombol Power dan Volume Up/Down. Sangat disayangkan konfigurasi tombol tersebut, dimana sebaiknya tombol Power ditaruh dibawah sedangkan volume diatas, karena pada keseharian kita lebih sering menggunakan tombol tersebut untuk menyalakan atau mematikan smartphone. Di bagian kiri tidak terdapat tombol apapun, sementara di bagian atas terdapat jack audio 3,5mm dan sebuah microphone. Di bagian bawah, terdapat sebuah port microUSB yang diapit dengan lubang untuk dudukan station, selain itu juga terdapat microphone.

Berlanjut ke bagian belakang, casing smartphone ini terbuat dari bahan plastik berwarna dark ruby dengan bahan yang cukup halus. Terdapat sebuah kamera dengan resolusi 13MP yang dilengkapi dengan LED Flash. Di bawah kamera terdapat sebuah speakerphone yang ukurannya cukup besar untuk mendengarkan lagu, bertelepon, ataupun menonton video. Casing belakang smartphone ini dapat kita buka, di dalamnya kita bisa melihat baterei Li-Po dengan kapasitas 2300 mAH yang sayangnya tidak dapat dilepas. Selain itu terdapat slot kartu SIM berukuran Micro, di sebelahnya terdapat microSD slot yang berkapasitas hingga 64GB.

Casing belakang smartphone ini tidak hanya sekedar penutup, di baliknya terdapat dua buah receiver yaitu NFC dan wireless charger. Anehnya, untuk wireless charger mempunyai standar yang berbeda antara Padfone S berwarna hitam dan berwarna putih. Sementara untuk Padfone Station (tablet), mempunyai layar sebesar 9″ dengan panel IPS beresolusi 1920x1200p. Terdapat 2 buah speaker di sebelah kiri dan kanan layar ini, yang cukup disayangkan, bezel disekitar tablet ini cukup besar. Pada bagian atas, terdapat tombol sleep/wake, sementara tombol volume dan port MicroUSB di sebelah kiri tablet. Di bagian bawah dan sebelah kanan tidak terdapat port apapun. Di bagian belakang, kita bisa menemukan slot untuk memasukkan smartphone Padfone S. Di dalam tablet ini, terdapat batere berkapasitas 4990 mAH.

Spesifikasi

  • Qualcomm MSM8974AB Snapdragon 801 Krait 400 (Quad Core 2,3GHz)
  • Padfone S : Super IPS+ Full HD 1920×1080 pixels (~441ppi), Corning Gorilla Glass 3
  • Padfone Station : IPS WUXGA 1920×1200 pixels
  • GPU Adreno 330 @578MHz
  • 2GB RAM, internal storage: 16GB. MicroSD up to 64GB
  • 13MP rear camera, 4K (3840x2160p) video recording @30fps, LED Flash. Pixelmaster Camera
  • 2MP front camera, HD (1280X720p) video recording
  • Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, dual-band, hotspot, Bluetooth v4.0, NFC, Wireless charger, FM Radio
  • Support 4G LTE cat4 up to 150MBps
  • Padfone S: 143.4 x 72.5 x 10 mm, 150g
  • Padfone Station: 250.4 x 172.3 x 11.6 mm, 514 grams
  • Battery: Li-Po 2300 mAH (Padfone S) dan 4990mAH (Padfone Station)
  • Micro-SIM
  • USB OTG (Padfone S) dan SlimPort TV-out
  • Android 4.4.2 (Kitkat) with Asus ZenUI
  • Dust and Splash proof, IPX2

Lanjut ke Part 2

Advertisements

Published by

topiqfurqan

an ordinary little boy

2 thoughts on “[REVIEW] Asus Padfone S : Two is Better than One (Part 1)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s