[REVIEW] Asus Padfone S : Two is Better than One (Part 3-end)

Ini merupakan post lanjutan dari Part 1 dan Part 2

Kamera

Dengan resolusi 13MP ditambah dengan software Pixelmaster, gambar dan video yang dihasilkan Padfone S cukup baik. Selain itu, fitur yang ada pada kamera seperti slow motion, HDR, Time Rewind, Panorama, dan sebagainya, membuat kita bisa berkreasi dengan fitur yang ada. Selain itu, video dengan resolusi 4K (3840x2160p) cukup berguna untuk yang mau mencoba perekaman video dengan resolusi tinggi. Namun ada baiknya apabila mau merekam dengan resolusi tinggi disarankan untuk menggunakan tripod agar lebih stabil. Sebenarnya Padfone S juga mempunyai fitur Image Stabilization, namun fitur tersebut baru bisa diaktifkan apabila kita menggunakan resolusi HD (1280x720p).

Berikut contoh video 4K:

Berikut contoh fitur Low Light pada kamera Padfone S:

Kamera dengan Setting Auto
Kamera dengan Setting Auto
Kamera dengan Setting Low Light
Kamera dengan Setting Low Light
Kamera dengan Setting HDR
Kamera dengan Setting HDR
Tanpa lampu, Kamera setting Auto
Tanpa lampu, Kamera setting Auto
Tanpa lampu. Kamera setting Low Light
Tanpa lampu. Kamera setting Low Light

Dapat terlihat perbedaannya, pada cahaya terang, setting yang digunakan sebaiknya Auto atau HDR. Pada saat gelap, terlihat apabila kita menggunakan setting Auto tidak ada gambar yang bisa dilihat. Sementara apabila kita menggunakan setting Low Light, maka terlihat objek yang kita foto.

Daya tahan batere cukup baik, dimana Padfone S yang saya gunakan dapat bertahan selama 8 – 10 jam. Penggunaan tersebut termasuk semua sosial media (Path, Twitter, Facebook), Messaging (BBM, WhatsApp, Line), Email 3 akun (2 akun berisi milis high traffic), browsing, dan 10 – 30 menit telpon. Cukup wajar mengingat selama pemakaian saya tidak menemukan kendala apapun, baik lagging ataupun penurunan performa. Apabila masih kurang, kita dapat melakukan charging di Padfone Station.

Kesimpulan

Asus Padfone S merupakan pilihan terbaik dari segi spesifikasi dan harga pada levelnya. Selain itu, dengan membeli Padfone S, kita tidak hanya mendapatkan 1 device, melainkan 2 sekaligus. Walaupun tanpa smartphone nya tablet menjadi tak berguna, namun di level harga yang sama belum ada satupun produsen yang bisa mengimbangi tawaran menarik ini. Walaupun tablet yang didapat disainnya tidak cantik, namun mengingat performanya, rasanya tampilan itu terbayar. Jadi, untuk konsumen yang ingin naik kelas dari mid level ke high end, Padfone S patut dipertimbangkan.

Kontroversi

Selain ditunggu, diluncurkannya Padfone S di Indonesia juga menimbulkan kontroversi, di antaranya sebagai berikut:

1. Harga Promo

Pada press release nya Asus Indonesia menuliskan bahwa Asus Padfone S ditawarkan dengan harga promo Rp 3jt (phone only) dan Rp 3,5jt (phone dan tablet), yang berlaku hanya sampai Desember 2014. Namun nyatanya sampai saat ini harga Padfone S belum berubah, tetap menggunakan harga promo. Memang ada perubahan harga, namun hal ini bukan kebijakan Asus, melainkan karena kontroversi kedua.

2. Warna Hitam

Warna Hitam yang dituliskan Deep Black pada box Asus berbeda dengan apa yang konsumen dapatkan. Yang didapatkan berwarna Dark Ruby, bukan hitam pekat. Sementara untuk warna putih tidak ada masalah.

3. Konektivitas 4G LTE

Beberapa operator sudah meluncurkan layanan 4G LTE pada frekuensi 900MHz saat ini. Seharusnya, Padfone S yang mendukung frekuensi tersebut bisa mendapatkan sinyal 4G. Namun nyatanya, sampai saat ini hanya Padfone S berwarna putih yang bisa mendapatkan sinyal 4G LTE dari Telkomsel dan XL. Sementara untuk Padfone S hitam hanya bisa menggunakan sinyal 4G LTE XL.

4. Wireless Charging

DI dunia, terdapat 2 standard wireless charging yaitu PMA dan Qi. Pada halam spesifikasi Padfone S di website Asus Indonesia tertulis bahwa Padfone S mendukung Qi Wireless Charging. Nyatanya, sampai saat ini hanya Padfone S berwarna putih yang bisa menggunakan fitur tersebut. Sementara untuk Padfone S berwarna hitam, listrik tidak masuk apabila kita menaruh diatas Qi Wireless charger. Kemungkinan standard yang digunakan berbeda antara Padfone S putih dengan Padfone S hitam.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Padfone S merupakan smartphone yang amat sangat layak dibeli. Layar 5″ pun dirasakan cukup untuk aktivitas sehari hari. Kabarnya, Asus akan memberikan OS Lollipop ke seri Padfone S pada April 2015 mendatang.

Advertisements

Published by

topiqfurqan

an ordinary little boy

5 thoughts on “[REVIEW] Asus Padfone S : Two is Better than One (Part 3-end)”

  1. Berbeda kebutuhan beda gadget yg harus dipake…lebih preffer pfs dri pada zen 2..saya awalnya nunggu2 zen2 tapi liat harganya yg ram 4gb -_-..dan *katanya* prosesor intel..sering mengalami beberapa masalah kompatibel dengan app android #cmiiw

    Like

  2. Apakah Asus Zenfone 2 sudah menganut untuk penggunaan Wireless Charging? Apakah sudah dapat langsung digunakan di Wireless Charger ataukah kita juga harus membeli Receiver nya juga terlebih dahulu agar dapat menggunakan Wireless Charger?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s