[REVIEW] Anti Hilang Sinyal WiFi dirumah dengan Tenda MW3

Hello,

Tenda MW3

Sekarang ini hampir di setiap rumah pasti sudah terdapat koneksi internet yang diperluas dengan sinyal WiFi. Namun seperti kita tau, router bawaan dari provider ataupun yang kita beli sendiri terkadang mempunyai jangkauan yang terbatas. Sehingga ga jarang ada beberapa spot dirumah kita yang sinyalnya lemah dan berdampak pada turunnya kecepatan internet. Jadi semisal kita saat ini berlangganan internet dengan kecepatan 10MBps, apabila sinyal yang kita tangkap hanya 2 bar atau bahkan kurang, biasanya kecepatan turun hampir separuhnya. Untuk itu diperlukan router lain untuk memperluas jangkauan sinyal WiFi dirumah.

WiFi Extender

WiFi Extender

Cara paling mudah dan paling murah untuk memperluas koneksi internet di rumah adalah dengan menggunakan WiFi Extender. Sangat simple, cukup dengan meletakkan device ini dengan sinyal yang penuh dan jarak terjauh dari router utama, colokkan ke listrik, dan otomatis jangkauan sinyal kita akan bertambah. Namun ada beberapa kekurangan dari WiFi Extender yaitu:

  1. Jangkauan sinyal yang tidak terlalu luas : Biasanya tambahan sinyal yang didapatkan tidak terlalu besar karena antena yang dipunyai WiFi Extender tidak besar kapasitasnya
  2. Nama WiFi yang berbeda dengan router : WiFi Extender bisa saja melakukan copy nama dari router aslinya, namun tetap saja saat berpindah kita perlu mengklik ulang nama WiFi Extendernya, karena device kita tidak otomatis pindah.
  3. Perpindahan yang tidak seamless : karena namanya berbeda, biasanya device kita akan menunggu sampai benar benar tidak ada sinyal dari route awalnya baru mencari sinyal WiFi lain yang dikenali yaiu WiFi Extender. Jadi kadang kita tetap merasakan koneksi yang lambat meskipun sudah menambahkan WiFi Extender, hal ini karena koneksi WiFi kita masih ada di router.
  4. Kecepatan internet turun : ketika terkoneksi dengan WiFi Extender, koneksi internet yang kita dapatkan biasanya akan turun, sekitar 50% dari kecepatan aslinya.

WiFi Mesh

WiFi Mesh

Nah, WiFi Mesh mengeliminasi semua kekurangan dari WiFi Extender yang ada diatas. Dimana dengan teknologi Mesh ini semuanya terkoneksi dua arah dan bisa terhubung dengan device yang ada di rumah. Jadi semisal kita mempunyai 3 router Mesh di rumah, pada posisi tertentu, kita bisa saja terhubung dengan 2 node. Oia, router dengan Mesh technology biasanya dijual lebih dari 1 pcs, bisa 2pcs atau 3 pcs. Untuk unit utama terhubung langsung dengan modem/router bawaan yang kita punya, sementara unit lainnya (disebut node) akan terhubung antara 1 dengan lainnya. Kurang lebih skemanya seperti ini

Modem/Router bawaan –> Mesh utama -> Node 1 -> Node2

Biasanya, kita bisa mematikan nama WiFi dari router bawaan, dan kita bisa setting nama WiFi untuk di rumah kita dengan yang baru, dan ini cukup dilakukan sekali karena untuk node nya, namanya akan mengikuti dengan Mesh utama. Dan, untuk membedakan antara satu dengan yang lainnya, kita bisa memberikan nama untuk masing masing mesh dan node.

Tampilan aplikasi Mesh WiFi

Apa kelebihannya Mesh Wifi:

  1. Cukup 1 nama WiFi (SSID) : Kita tidak perlu memberi nama untuk setiap mesh atau node, cukup di Mesh utama saja. Jadi device kita tidak akan kebingungan untuk terkoneksi apabila terjadi perpindahan.
  2. Perpindahan yang seamless : Bahkan dengan Mesh WiFi, device kita bisa terkoneksi dengan lebih dari 1 node tanpa kita tahu, sehingga sinyal yang didapat akan selalu penuh. Karena antar node saling memberikan informasi seberapa banyak sinyal yang didapatkan oleh masing masing device yang terkoneksi.
  3. Kecepatan Internet sesuai : Dengan Mesh WiFi ini, dimanapun device kita terkoneksi, akan mendapatkan kecepatan yang sama dengan yang diberikan oleh provider. Jadi apabila kita berlangganan internet 10MBps, tidak akan ada penurunan bandwith internet.
Tampilan sinyal Mesh WiFi

Mesh WiFi biasanya memiliki dual band WiFi yaitu 2.4GHz dan 5GHz, dimana salah satunya akan menjadi backhaul atau penghubung antar Mesh, untuk berkomunikasi dan memberikan sinyal ke device kita. Biasanya sinyal backhaul di 5GHz karena mempunyai kapasitas yang lebih lebar, jadi lebih banyak data yang bisa tertampung. Maksudnya, apabila banyak device yang terkoneksi, tidak akan merasakan lemot karena komunikasi antar Mesh WiFi kapasitasnya lebar. Memang, salah satu kekurangan dari Tenda MW3 ini adalah Port Ethernet yang maksimal hanya 100MBps, jadi apabila kita berlangganan internet dengan kapasitas lebih dari itu tidak akan maksimal, artinya perlu membeli model yang lebih tinggi yang memiliki port Gigabit Ethernet (1GBps).

Kesimpulan

Dengan harga per node sekitar Rp 300rb, jadi untuk paket 2 node berkisar di Rp 600rb an atau 3 node Rp 900rb an, Mesh WiFi merupakan investasi yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan sinyal di rumah kita. Apalagi di masa work from home seperti ini, dimana terkadang kita perlu berada di ruang yang berbeda di dalam rumah misal untuk melakukan meeting online, sehingga sinyal WiFi yang baik menjadi sebuah keharusan.

Saat ini rata rata pabrikan router sudah mempunya line up Mesh WiFi, selain MW3 ini, Tenda juga mempunyai seri yang lebih tinggi yaitu MW6 yang harganya berkisar Rp 3,5jt an untuk 3 Node. Yang mungkin cukup familiar dengan kita TP Link mempunyai line up terjangkau yaitu Deco E4 (Rp 1jt an untuk 2 node) ataupun yang lebih tinggi Deco M5 (Rp 3jt an untuk 3 node). Selain itu Linksys mempunyai line up Velop (Rp 2.5 jt an untuk 2 node). Atau bisa juga coba Google WiFi yang harganya berkisar Rp 5 jt an untuk 2 node.

Semoga bermanfaat


Regards,
Taufiq

Published by

topiqfurqan

an ordinary little boy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s