The Best 2016

Hi all!

Image result for best of the best

Udah lama banget semenjak terakhir posting tentang iPhone SE 8 bulan yang lalu. Kali ini gw mau sedikit beropini mengenai gadget terbaik 2016. Meskipun tahun ini masih sebulan lagi, tapi kalo diliat dari timeline nya, semua hampir semua perusahaan udah ngeluarin produk terbaiknya taun 2016 ini. So, yuk kita mulai.

Smartphone

Smartphone ini udah jadi primary device buat orang orang seperti kita. Banyak orang bilang, mending ketinggalan dompet daripada ketinggalan hape. Iya, sekarang hape selain jadi alat komunikasi dan sumber informasi, udah bisa juga sebagai alat pembayaran. At least, sekarang dengan nomor telpon kita bisa keluarin duit di ATM, ga perlu pake kartu debit lagi. Gw bagi kategorinya berdasarkan price band nya, ada low end, mid end dan high end.

Continue reading The Best 2016

[INFO] Konsep Penamaan Gadget part 2 (Apple, LG, dan Xiaomi)

Post ini merupakan sambungan dari Part 1

4. Apple

Official_Apple_Logo_2013_Pictures_5_HD_Wallpapers

Apple yang paling simpel penamaan gadgetnya. Karena tiap tahun perubahannya ga terlalu signifikan. Kadang hanya nama model dan nomor model plus 1. Jadi misalnya tahun lalu ada iPad Air 2, maka kemungkinan di tahun depan ada iPad Air 3. Atau penggunaan huruf S untuk seri minor change (seringkali hanya perubahan internal hardware, bagian luar masih sama.

iphones-on-display

Di iPhone, kira kira setahun setelah dikeluarkannya iPhone 3G, Apple memperkenalkan iPhone 3Gs. Hal yang sama berulang di iPhone 4 dengan suksesornya iPhone 4S, dan iPhone 5 dengan suksesornya iPhone 5S. Memang ada juga perubahan yang cukup terasa, seperti pada iPhone 5S dimana terdapat fingerprint sensor, namun secara bentuk (form factor) tidak berubah.

iPad.2014.family

Jadi untuk Apple, semestinya kita tidak terlalu kesulitan ketika memilih mana yang paling bagus dari serinya. Cukup untuk mengetahui nomor modelnya, kita bisa menebak ini model terbaru atau bukan. Oia, untuk Apple, karena setiap tahun tidak banyak mengeluarkan gadget, biasanya gadget yang ada di tahun sebelumnya menjadi mid level. Karena menurut saya, sampe sekarang belum ada produk Apple yang dijual untuk entry level, kalau dilihat harganya.

iPhone_5s_vs_iPhone_6

  • Mid Level : iPhone 5C dan iPhone 5S. iPad Mini, iPad Mini 2 dan iPad Air
  • Flagship : iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. iPad Mini 3 dan iPad Air 2

5. LG

LG_log

Untuk LG, jangan terkecoh dengan penamaan yang biasanya ada di toko toko smartphone. Karena bisa saja kita terkecoh. Kadang nama smartphone yang mirip tidak menggambarkan aslinya. Memang yang terjadi saat ini ada di keluarga LG G3. Kemungkinan di seri ini LG hanya ingin memberikan nama model per generasi. Jadi jangan sampe salah, LG G3 tidak mempunyai spesifikasi yang sama ataupun mirip dengan LG G3 Beat ataupun LG G3 Stylus. Keduanya mempunyai kelas dibawahnya.

g3 series PR1

Jadi, untuk LG, kita mesti rada seksama untuk melihat nomor model bukan nama modelnya. Seperti untuk seri LG G3 mempunyai nomor model LGD855, sementara untuk LG G3 Stylus mempunyai nomor model LGD690, yang terakhir LG G3 Beat nomor modelnya LGD724. Ngeliat nomor model biasanya ada di belakang kotak, atau ketika kita ke toko smartphone biasanya ada di bawah nama modelnya.

lg_l_bello_lg_l_fino

Untuk kelas menengah lainnya terdapat smartphone LG seri L, ada L Fino (LGD295) dan L Bello (LGD335). Sementara untuk seri entry level terdapat seri L20 (LGD105) dan L40 (LGD170). Jadi, untuk smartphone LG jangan sampe salah untuk menentukan jenis apa yang kita beli. Walaupun dengan harga kita bisa mengetahui lebih mudah, namun apabila kita mengetahui nomor modelnya, kita akan lebih mudah mengerti smartphone apa yang kita dapatkan.

  • Entry Level : LGD 1xx dan LGD 2xx
  • Mid Level : LGD 6xx dan LGD 7xx
  • Flagship : LGD 8xx dan LGD 9xx

6. Xiaomi

2000px-Xiaomi_logo.svg

Ini yang lagi cukup hangat dibicarakan setelah peluncuran produk barunya. Xiaomi merupakan produsen elektronik yang baru berumur kurang dari 5 tahun (berdiri 6 April 2010). Sebenernya masih tergolong mudah untuk melakukan pembedaan dari produk Xiaomi. Ketika awal berdiri smartphone yang pertama kali diluncurkan adalah Mi1.

10446112_744864815554622_6621804460788370729_o

Xiaomi setiap tahun memperkenalkan penerus dari generasi Mi. Hingga saat ini seri Mi sudah masuk generasi ke  4. Sementara itu, Xiaomi juga memiliki seri entry level yang dinamakan Redmi. Walaupun masuk di kelas entry level, namun dari segi spesifikasi Redmi masuk kategori Mid Level. Mirip dengan seri Mi yang secara harga masuk di kelas Mid Level namun dari segi spesifikasi ada di kelas flagship.

Xiaomi-Mi3-vs-Xiaomi-Mi4

Hal yang menarik adalah, 15 Januari 2015 lalu Xiaomi meluncurkan seri terbaru yaitu Mi Note dan Mi Note Pro. Sementara saat ini di pasaran sudah terdapat smartphone Xiaomi seri Redmi Note, apakah yang Mi Note merupakan penerus dari Redmi Note? Tentu saja tidak, karena dari segi penamaan saja sudah berbeda. Makanya dari segi harga pun untuk seri Mi Note hampir 2 kali dari Redmi Note. Mi Note merupakan smartphone Xiaomi di kelas Mi (Flagship), untuk saat ini kemungkinan merupakan line up terbaru untuk melengkapi Mi4.

xiaomi-mi-note-pro-1-710x710

Jadi, untuk Xiaomi kira kira seperti ini:

  • Entry Level : Redmi 2 dan Redmi Note
  • Flaship : Mi 4, Mi Note, dan Mi Note Pro

Itu kira kira konsep penamaan gadget dari beberapa merk yang ada di Indonesia. Semoga dengan adanya info ini kita bisa lebih mudah dalam memilih gadget yang sesuai dengan keinginan kita. Dan juga tidak salah kaprah, kadang yang kita beli harganya lebih mahal dari seharusnya karena nama modelnya yang mirip dengan seri flagshipnya.

Semoga membantu

Regards,

Taufiqul

[INFO] Konsep Penamaan Gadget part 1 (Nokia, Samsung, dan Sony)

Halo

Setiap bulannya muncul puluhan gadget yang dijual atau sekedar diperkenalkan. Kadang menjadi headline berita yang ga jarang bikin kita bingung “Seri ini apa bedanya sama yang ini?” “Yang 4 sama yang 3 bedanya apa?” “Kayaknya seri ini ada juga deh di merk ini” dst. Terus kita bingung mana yang paling cocok buat kita.

flagship-smartphones-610x299

Sebenernya, kalo mau di generalisir, pembedaan gadget terletak pada segmentasinya. Kalo mau simpel dan gampang ya segmentasi berdasarkan kelasnya, entry level, menengah, dan flagship (paling tinggi). Semakin tinggi kelasnya, maka semakin mahal harganya karena biasanya fiturnya semakin lengkap. Dan biasanya ga cuman spesifikasinya yang tinggi, tapi juga modelnya menarik. Contoh untuk flagship adalah iPhone, Galaxy S series, Xperia Z series, HTC One series dsb.

RIM-BLACKBERRY SMARTPHONES

Nah, untuk menentukan kelasnya itu, biasanya produsen melakukan identifikasi dengan nama atau nomor model.

1. Nokia

nokia-logo

Nokia merupakan perusahaan yang sempat menjadi raja di dunia handphone sekitar 10 tahun yang lalu. Dari segi penamaan, Nokia juga cukup simpel. Untuk menunjukkan model dan fitur smartphonenya, biasanya Nokia menggunakan angka.

nokia-phones

Angka pertama menunjukkan fitur yang ada di smartphone tersebut, biasanya, semakin tinggi angkanya maka semakin banyak fiturnya dan juga tinggi kelasnya. Misal, untuk handphone Nokia seri 1xx pasti fiturnya sangat sederhana, mungkin hanya untuk telepon dan sms saja. Sementara untuk seri 9xx pasti fiturnya lebih komplit dan lebih canggih. Sebagai contoh, Nokia Communicator mempunyai nomor model 9xxx, fiturnya udah jelas paling lengkap dibandingkan seri 1xx sampai seri 8xx.

0-fZm7cZ9qrh6qTduZ
Nokia Communicator

Nah, sekarang ini divisi smartphone Nokia udah dibeli sama Microsoft, jadinya untuk smartphone udah pasti merknya ga boleh pake Nokia lagi. Jadi kalo mau beli smartphone Lumia, merknya mesti Microsoft.

microsoft-lumia-535-660x450

Konsep penamaan Lumia juga sama dengan Nokia sebelumnya, sekarang ini ada seri 5xx yang paling rendah dan seri 15xx yang paling tinggi. Walaupun sama sama menggunakan sistem operasi windows, sudah pasti seri 15xx fitur dan spesifikasinya lebih tinggi dari seri 5xx.

lumia
Microsoft Lumia

Nah untuk angka kedua, biasanya menunjukkan generasi smartphone tersebut. Seperti pada Lumia seri 8xx, yang pertama kali merupakan seri Lumia 800, sementara saat ini sudah sampai Lumia seri 830.

Jadi kira kira seperti ini:

  • Entry Level : Lumia 4xx, Lumia 5xx dan Lumia 6xx
  • Mid Level : Lumia 7xx dan Lumia 8xx
  • Flagship : Lumia 9xx, Lumia 10xx, dan Lumia 15xx. Lumia 25xx (tablet)

2. Samsung

samsung-logo

Merk yang paling populer di dunia smartphone saat ini. Paling banyak seri dan modelnya. Ga cuman itu, kadang model yang sama bisa mempunyai spesifikasi yang berbeda apalagi kita membeli di negara yang berbeda. Membingungkan? lumayan. Tapi yang paling gampang, semua smartphone dengan OS Android dari Samsung bernama depan Galaxy. Jadi kalo ada smartphone Samsung pake Galaxy udah pasti OS nya Android.

samsung-galaxy-logo-500x246

Emang ada OS lain? Ada, biasanya buat feature phone yang fungsinya cuma buat telpon dan SMS, dulu Samsung juga bikin smartphone dengan OS Windows, sekarang Samsung punya Smartphone dengan OS buatan sendiri, Tizen.

Untuk seri Galaxy sendiri, modelnya aja macem macem, dari yang paling murah Galaxy Y atau Galaxy Star, sampai dengan yang paling mahal Galaxy S dan Galaxy Note. Di tengah tengah, ada seri Galaxy Grand dan Galaxy Mega, kalo seri tanggung gini biasanya ada kelebihan dan kekurangan yang cukup ketara. Misalnya layarnya besar tapi resolusinya rendah, sehingga gambar jadi terlihat kurang tajam. Atau misalnya dual sim tapi spesifikasinya rendah.

samsung-galaxy-mega-58-vs-grand-21

Untuk beberapa seri, Samsung juga menambahkan angka di belakang nama modelnya, semisal Galaxy S5. Udah pasti Galaxy S5 lebih baru dan lebih canggih daripada S4. Begitu juga dengan Note 4, udah pasti lebih baru dan lebih canggih dari Note 3. Kadang Samsung juga ga nyantumin di nama modelnya, melainkan di nomor modelnya, nah ini lebih ribet lagi, tapi yang jelas, kalo mau tau mana yang paling baru liat aja taun produksinya.

samsunggalaxyunpacked-02891
Galaxy S5 dan Galaxy Note 4

Untuk tablet, Samsung menamakan tabletnya dengan Galaxy Tab. Nah, Galaxy Tab ini juga macem macem, ada Tab dengan nomor (Tab 2, Tab 3, Tab 4), Tab Pro, dan Tab S, untuk seri lifestyle nya. Ada satu tablet yang namanya kurang lazim yaitu Galaxy Note Pro, nah jangan sampe salah ini sebuah smartphone, Note Pro merupakan sebuat tablet berukuran 12,1″ yang memiliki stylus.

galaxy-note-pro-vs-galaxy-tab-pro-12
Samsung Galaxy Tab

Ke depannya, Samsung agak sedikit merubah penamaan gadgetnya dengan huruf dan angka. Hal ini terlihat dari Samsung Galaxy Alpha yang model selanjutnya akan bernama Samsung Galaxy Ax, x merupakan nomor yang menunjukkan spesifikasi hardware yang dimiliki. Semakin tinggi x makan semakin tinggi spesifikasinya, saat ini sudah beredar Galaxy A3, dan nantinya akan juga diperkenalkna Galaxy A5 dan Galaxy A7. Untuk level menengah, Samsung telah menyiapkan Galaxy Ex, rencananya nanti akan dikeluarkan Galaxy E5 dan E7.

samsung-galaxy-alpha-a7
Samsung Galaxy A7

Untuk Samsung, kira kira seperti ini:

  • Entry Level : Galaxy Y dan Galaxy Star
  • Mid Level : Galaxy Grand, Galaxy Mega, dan Galaxy Ex. Galaxy Tab (tablet)
  • Flagship : Galaxy Sx, Galaxy Ax, dan Galaxy Note x. Galaxy S (tablet)

3. Sony

Sony-logo

Smartphone Sony terkenal dengan seri Xperia untuk seri smartphone nya. Dari segi penamaan, Sony menggunakan hal yang simpel yaitu menggunakan abjad. Untuk seri entry level dimulai dengan huruf Ex, sementara untuk seri flagship dimulai dengan huruf Zx. Sementara untuk seri menengah terdapat model Mx dan model T. Seperti biasanya, setiap huruf menandakan spesifikasi dan fitur yang berbeda beda.

maxresdefault

Selain itu, Sony kadang menambahkan keterangan lain selain huruf model dan angka, misalnya Dual untuk menunjukkan Dual SIM dan Aqua untuk menunjukkan ketahanan terhadap air. Walaupun tidak semuanya, karena untuk Xperia seri Z dari seri awal sudah tahan air, debu, dan goncangan. Belakangan Sony mencoba melakukan penambahan line up seperti pada seri Z3 terbaru, dimana ada juga seri Z3 compat dan Z3 Tablet. Hal ini rasanya diperlukan untuk mempermudah konsumen untuk memilih produk yang mereka inginkan.

gsmarena_001
Sony Experia Z3 Series

Jadi, untuk Smartphone Sony, kelasnya seperti ini:

  • Entry Level : Xperia Ex
  • Mid Level : Experia Tx dan Experia Mx
  • Flagship : Experia Zx

Bersambung ke part 2

[REVIEW] [APPS] GUVERA

Hello!

Apa itu Guvera?

Developed in response to the mass consumption of illegal music online, Australian born Guvera is much more than a music streaming service. Through our award winning innovation and technology we are transforming the way you experience music and advancing the digital entertainment industry.
You can access millions of tracks from your favourite local and international artists when you want, where you want, how you want, legally.

Guvera merupakan aplikasi streaming musik yang ada di iOS dan Android. Aplikasi ini cukup menarik, kita bisa mendengarkan lagu secara online maupun offline. Gw belum coba cek databasenya sih, so far lagu yang gw pengen ada semua.

Yang menarik lagi, Guvera mempunyai fitur Playlist. Dimana kita bisa ngeliat Playlist yang dibuat oleh semua orang. Kalo kita suka, kita tinggal follow Playlist itu untuk dengerin lagi nantinya.

Oke, mari kita coba mulai, gimana caranya menggunakan aplikasi ini.

Get Started

Daftar

Untuk mendaftar bisa dengan melalui website Guvera.com ataupun melalui aplikasi Guvera yang bisa di download di iOS maupun Android. Untuk pertama kali, kita akan mendapatkan Free Trial 14 hari. Selanjutnya, untuk menggunakan layanan ini, kita diharuskan untuk membayar biaya berlangganan yang besarnya mulai dari Rp 20rb. Bisa juga dengan redeem voucher yang kita dapatkan, biasanya saat promo bundling pembelian gadget. 
Setelah daftar, langsung login ke aplikasi di smartphone maupun via Website.
Halaman pertama yang kita temukan adalah Playlist
Disini kita bisa melihat Playlist yang dibuat oleh user Guvera lain. Selain melihat lagu yang ada di dalam Playlist tersebut, kita juga bisa mendengarkan lagu tersebut. Nah, karena ini sistemnya streaming, maka saat awal kita perlu menunggu untuk download lagu tersebut. Tapi jangan sedih, lagu yang udah pernah kita dengerin itu akan ada di handphone kita dan bisa didengarkan secara offline.

Playlist

Itu contoh playlist yang udah gw buat. Kita bisa nambahin lagu dari playlist orang lain maupun dengan mencari lagu di database Guvera. Nantinya Playlist gw ini akan bisa dicari orang lain untuk di Follow. Maksudnya Follow disini adalah, Playlist tersebut bisa kita tambahkan di daftar Playlist kita sendiri. Kita bisa bebas namain Playlist kita dan kasih tag, juga bisa rubah gambar backgrond Playlist kita.

Oflline Tracks

Lagu yang sudah kita dengarkan akan tersimpan di memori Smartphone kita. Kita bisa membatasi seberapa besar kapasitas yang kita berikan untuk Guvera menyimpan lagu yang sudah kita download. Lagu ini bisa kita dengarkan secara Offline, jadi ga perlu lagi download ulang. Dan, semua lagu yang udah kita dengerin akan ada di list kita. 

Verdict

Aplikasi ini sangat menarik. Apalagi untuk orang orang yang ingin mendengarkan lagu terbaru, database Guvera akan selalu update. Selain itu, fitur Playlist juga membantu kita dengan mudah memilih lagu yang kita inginkan. Kalopun malas membuat playlist, kita bisa langsung Follow Playlist yang udah ada.
Biaya berlangganan mulai dari Rp 20rb per minggu sampai dengan Rp 500rb an per tahun menurut gw cukup sebanding dari yang kita dapatkan. 
Barusan gw coba untuk dengerin lagu di 3 devices yang bersamaan dan bisa. Padahal seinget gw di FAQ sih dalam satu waktu hanya 1 device yang bisa melakukan streaming lagu. Apa karena lagunya sudah di dwonload ya. Kalo emang beneran bisa, biaya langganannya jadi berasa murah. Nih gw kasih screenshot FAQ nya.

There is no limit to the amount of devices you can use Guvera on, however only one device can be used at any given time stream music.

Coba diitung, dengan uang Rp 500rb, kita bisa stay update lagu terbaru selama setahun. Bisa didengerin di beberapa device yang berbeda, bahkan saat yang bersamaan. Menurut gw sih ini cukup menarik ya. Dibandingkan dengan membeli CD ataupun melalui iTunes. Lagu nya juga bisa didenger Offline. Cuman memang masalah kualitas, Guvera ini menggunakan file AAC dengan kompresi 64kbps di iOS app dan 96kbps untuk di Android app. Buat yang punya telinga emas sih ya gw saranin ga usah daripada kecewa. Suaranya ga sebagus itu, tapi ga jelek banget juga kok.

Oia, karena Guvera memberikan Free Trial 14 hari, jadi gw sangat amat menyarankan kalian untuk mencoba aplikasi ini. Nyobanya gini, Download aplikasi dan daftar, terus dengerin aja lagu lagu yang kita seneng di tempat yang unlimited kuota, abis itu, kalo semua lagu kita udah didengerin, ya enak bisa dibawa kemana aja kan lagunya. Kalo untuk yang di mobil, bisa langsung pake kabel AUX ataupun melalui koneksi Bluetooth untuk dengerin lagunya.

Selamat mencoba

Regards
Taufiq

@topiqfurqan

[REVIEW] TRANSCEND JETFLASH 380S

Hello!

USB On-The-Go

Wah? apaan tuh USB On-The-Go (OTG)? 
Coba kita liat definisi dari Wikipedia:

USB On-The-Go, often abbreviated USB OTG or just OTG, is a specification first used in late 2001, that allows USB devices such as digital audio players or mobile phones to act as a host, allowing other USB devices like a USB flash drivedigital cameramouse, or keyboard to be attached to them.

 Nah, USB OTG merupakan sebuah USB device yang memungkinkan beberapa alat seperti audio players atau smartphone mengakses peralatan USB seperti flash disik, kamera digital, mouse ataupun keyboard. Intinya sih, dengan USB OTG ini kita bisa akses peralatan USB ke perangkat Android kita.

Sekarang ini, teknologi USB OTG sudah berkembang. dalam satu unit devices, diberikan 2 port, yaitu port USB standar dan port MicroUSB. Port USB standar digunakan untuk peralatan seperti komputer atau laptop, sementara port MicroUSB digunakan untuk penghubung ke smartphone.

JETFLASH 380s

Kalo diliat dari keterangannya, alat ini disebut sebagai USB OTG Flash Drive. Karena mempunyai 2 port koneksi yaitu USB dan MicroUSB. 
USB OTG ini memiliki beberapa kegunaan, yang utama adalah kita bisa dengan mudah transfer file dari komputer ke smartphone. Selain itu, kita juga bisa mendapatkan tambahan kapasitas penyimpanan untuk smartphone kita. Lebih berguna lagi apabila smartphone kita tidak mempunya slot MicroSD. 
Berikut gambar gambarnya.

Ukurannya yang sangat kecil membuat USB OTG ini sangat mudah untuk disimpan dan dibawa bawa. Ketika dihubungkan dengan smartphone pun tidak memakan tempat.

Transcend memberikan  gratis aplikasi bernama Transcend Elite. Aplikasi ini berguna untuk membuka file yang ada di USB OTG tersebut. Selain itu, di aplikasi ini kita juga bisa melakukan Backup dan Restore data data kita yang ada di smartphone.

So far, USB OTG ini sangat berguna buat gw. Sangat mudah untuk melakukan transfer file dari PC ke Smartphone.
Oia, beberapa produsen juga memiliki produk serupa, kecepatan baca tulis pun rata rata sama, produk ini merupakan satu contoh saja.
Semoga bermanfaat.
Regards
Taufiq

[REVIEW] GOOGLE CHROMECAST: Two Thumbs Up!

Hello!

Apa itu Chromecast?

Chromecast merupakan device yang dikeluarkan oleh Google. Fungsinya sendiri, menurut Google adalah sebagai berikut:

Chromecast is a thumb-sized media streaming device that plugs into the HDMI port on your TV. Set it up with a simple mobile app, then send your favorite online shows, movies, music and more to your TV using your smartphone, tablet or laptop.

Singkatnya, Chromecast adalah sebuah alat yang fungsinya untuk melakukan streaming content dari Internet ke Televisi melalui port HDMI. Cara penggunaannya sangat mudah, cukup dengan menggunakan aplikasi yang ada di smartphone atau tablet atau laptop, maka kita dapat dengan mudah menyaksikan tayang online favorit di televisi. 
Masih bingung ga? Coba diliat bagan berikut: 
Klik untuk memperbesar
Content yang ada di devices (smartphone, tablet, laptop) akan dikirim ke Chromecast, setelah itu Chromecast akan menayangkan content yang dipilih tersebut. Jadi, misalnya kita lagi nonton streaming video di Youtube, kita pengen tonton video tersebut di TV, nanti ada pilihannya di kanan atas aplikasi Youtube untuk pilhan streaming ke Chromecast. 
Oia, medium yang digunakan antara devices dan Chromecast menggunakan WiFi, jadi devices kita dan chromecast mesti ada di router yang sama. Dan, Chromecast akan berguna lebih maksimal apabila kita berlangganan internet kecepatan tinggi. 
Cerita dikit, udah lama sebenernya gw kepingin beli Chromecast, cuman harganya masih gak lazim. Google sendiri menjual Chromecast US$ 35, cuman kalo udah sampe sini, minimal Rp 500rb. Eh, sebuah website e-commerce yang baru berdiri mengadakan promo untuk Chromecast ini, gw dapet harga cukup murah Rp274rb. Cuman ngirimnya lama, ternyata pas dicari tau, penjualnya ada di Korea. Tapi pas tau barangnya nyampe, ya puas!

Packaging

Ga sempet bikin video unboxing, bungkusnya simpel sih, standar produk Amerika. Isinya ada Chromecast kabel HDMI extender, kabel MicroUSB, dan Adaptor. 
Box 
Chromecast

 Ini isinya, paling kiri itu kabel MicroUSB, yang tengah ada kabel HDMI Extender, dan power Supply adaptor. Kabel MicroUSB itu fungsinya untuk memberikan supply daya ke Chromecast, bisa dicolokkan ke port USB yang ada di TV atau kalo memang tidak ada maka bisa menggunakan adaptor yang disertakan.

Kabel HDMI Extender gunanya untuk menambah fleksibilitas dari Chromecast itu. Misalnya TV kita menggunakan Wall Bracket dan port HDMI ada di bagian belakang TV, dengan Extender ini maka Chromecast bisa diarahkan ke bawah sehingga tidak berhimpitan dengan dinding. Bisa juga, port HDMI sudah terlalu rapat dengan kabel HDMI lain, sehingga agar tidak berhimpitan diperlukan HDMI Extender ini.

Ukuran Chromecast, seperti kata Google, ya emang seibu jari. Ga beda jauh sama USB flashdisk yang biasa kita pake. Yang warna kuning itu port HDMI, sementara diujung lainnya ada port MicroUSB. Disamping kiri logo Google ada lampu yang akan menyala apabila Chromecast dinyalakan. 

Installing

Nah, begini instalasi Chromecast di TV.
Langsung aja dicolokkin ke port HDMI yang ada di belakang TV, dan MicroUSB ke port USB. Kalo udah merah gini tandanya dia udah nyala. Setelah itu, kita langsung pilih input HDMI di TV kita. Kalo TV kita ga ada port USB nya, dipake aja adaptor yang ada. 

Setelah kita memilih input HDMI, maka tampilannya akan seperti ini. Chromecast akan meminta kita untuk melakukan set up perangkat. Bisa diliat, alamat web yang harus kita kunjungi adalah google.com/chromecast/setup.

Disini gw menggunakan iPad untuk melakukan setup, setelah mengetik alamat tersebut, maka kita akan diarahkan untuk menuju ke AppStore.

Untuk melakukan instalasi, kita wajib untuk mengunduh aplikasi Chromecast, aplikasi ini ada di AppStore maupun Play Store.

Aplikasi Chromecast akan mengarahkan kita untuk melakukan koneksi WiFi ke Chromecast. Tujuannya untuk melakukan setting Chromecast ke router kita.

Verify Chromecast, untuk memastikan bahwa Chromecast yang kita setting sudah benar, akan muncul kode yang akan disamakan dengan kode yang muncul di device kita.

Langkah selanjutnya, memilih negara, jelas pilih Indonesia.

Setelah itu, kita akan diminta untuk memberikan nama untuk Chromecast kita. Tujuannya agar lebih mudah teridentifikasi apabila ada lebih dari satu Chromecast di rumah.

Setelah dikasih nama, maka kita perlu untuk melakukan setting koneksi Chromecast ke router WiFi yang ada di rumah kita. Apabila ada lebih dari satu router WiFi, maka lebih baik dipilih yang sinyalnya paling kuat atau letaknya paling dekat dengan Chromecast. Oia, Chromecast akan mendeteksi router yang ada disekitarnya, kita pilih dan masukkin password kalo ada.

Kalo udah dipilih router yang dituju, maka Chromecast akan melakukan koneksi ke router tersebut, ditunggu aja.

Begitu terkoneksi, Chromecast akan melakukan update softtware terbaru, kalo kaya Google sih “Your Chromecast deserve the latest” Oke!

Ready to Cast!

Setelah melakukan instalasi, maka kita siap untuk transmisi (Cast). 
Untuk tau aplikasi apa saja yang bisa ditampilkan di Chromecast, silahkan klik disini
Yang paling familiar sama kita sih paling Youtube, karena yang lain rata rata saluran video streaming berbayar di Amerika sana. Ada juga Google Movies, Google Play dan juga VEVO.

Kalo sudah siap, tiap kita masuk ke HDMI nya Chromecast, kita akan menemui halaman ini. Karena Chromecast sudah siap, kita tinggal pilih aplikasi yang mau kita tonton di Chromecast. Kali ini gw contohin Youtube ya.

Ini tampilan aplikasi Youtube di iPad, aplikasi udah mendeteksi ada Chromecast di router kita. Logonya ada di kanan atas di sebelah lambang Search. Nah, kalo kita mau nonton di Chromecast, langsung aja dipilih Chromecast nya.

Setelah kita memilih Chromecast kita, nanti tampilan di TV kita akan berubah. Ini menunjukkan aplikasi yang sedang terhubung dengan Chromecast, jadi saatnya memilih milih video yang mau ditonton.

Biar gampang, gw tonton video Tulus pas di program Music Everywhere nya Net TV. Jadi pilih playlist, nanti tinggal pencet play, maka Video tersebut akan dimainkan di TV kita.

Nah video ini bukan di download dari hape kita, melainkan langsung dari Internet, karena Chromecast sendiri kan udah terhubung ke router kita. Jadi, setelah kita pilih video, kita bisa keluar aplikasi dan melakukan aktivitas lain. Tapi video ga kan mati, karena playlist sudah tersimpa di Chromecast.

Selain cara diatas, bisa juga lebih gampang. Misalnya kita lagi nonton video nih di iPhone, trus kita mau pindah ke layar yang lebih gede, nah di layar Video itu akan ada pilihan Chromecast, tinggal pilih, dan Voila, video kita muncul di TV.

Cast darimana lagi?

Kalo aplikasi yang online, paling cuman Youtube ama VEVO yang bisa kita pakai sekarang ini. Nah, pasti kita bosen donk, tenang dulu masih ada lagi kok.

Browser casting

Kalo kita pake Google Chrome, kita bisa menampilkan browser kita ke TV. Seru nih, jadi misalnya mau liatin sesuatu ke banyak orang, kita tinggal hubungin aja browser kita ke Chromecast. 
Kita cukup install add on di browser Chrome kita, nanti akan ada tampilan yang sama di kanan atas untuk melakukan Cast. Setelah itu, tampilan di komputer kita akan terlihat di layar TV kita.

Ini tampilan di TV kita. Sayangnya hanya satu tab yang bisa kita Cast. Kalo misalnya kita pindah tab, maka kita harus memilih Cast this Tab. Oia, ada jeda sedikit antara tampilan di komputer kita dengan yang ada di TV, ya karena dia kan sebenernya download apa yang ada di layar kita. Mungkin sepersekian detik aja sih. Kalo mau nonton video juga bisa kok.

Video Cast from Android

Ini cukup menarik, misalnya kita punya smartphone Android, kita bisa melakukan streaming dari devices kita ke Chromecast. Untuk contoh aplikasinya, kali ini gw pilih LocalCast, bisa di download gratis di Play Store.

Di aplikasi ini, caranya tetep sama dengan yang lain, kita memilih Chromecast yang dituju terlebih dahulu. Setelah itu kita memilih file apa yang akan kita tampilkan di Chromecast. Yang paling enak sih Video lah, jadi kalo punya Video bagus di hape kita bisa ditonton rame rame sama yang lain tanpa perlu pindah pindahin file. Cukup konek ke Chromecast dan Voila! kita bisa tonton bareng di layar yang lebih besar.

Kalo udah pilih video yang akan ditonton, nantinya device kita akan berubah sebagai remote control, kita bisa mempercepat, atau mengganti video melalui devices kita. 

The Good News

+ Simple
+ Cukup sekali pasang
+ Bisa streaming media yang ada di smartphone, tablet, maupun laptop

The Bad News

– Aplikasi yang dapat digunakan masih sedikit

Closing

Chromecast pada intinya berguna untuk merubah TV yang tadinya biasa biasa saja, mungkin hanya siaran dari antena PF Goceng ataupun langganan TV berbayar, menjadi TV Pintar. Pintar karena TV ini bisa menampilkan berbagai macam tayangan yang ada di dunia. Mulai dari yang ada di dalam aplikasi seperti Youtube ataupun Vevo, segala macam video yang ada di komputer kita, bahkan yang ada di smartphone atau tablet kita. 
Buat yang TV nya belum pintar, Chromecast sangat layak untuk dibeli. Yang penting, di rumah udah ada router WiFi dengan kecepatan internet lumayan. Untuk yang suka nyimpen file di harddisk komputer, dengan Chromecast kita bisa lebih puas nonton dengan video video kita di layar yang lebih besar dan lebih jernih.
Semoga bermanfaat
Regards
Taufiq

[PREVIEW] XIAOMI REDMI : Nasi Merah Murah Meriah!

Hello!

Xiaomi? Apa tuh?

Udah pernah denger nama Xiaomi sebelumnya? Belum? Gapapa, gw juga baru tau beberapa bulan lalu. Xiaomi merupakan sebuah merk Smartphone asal Tiongkok yang beberapa waktu belakangan ini lagi hangat dibicarakan orang. Produknya laku keras di pasaran, cara berjualannya hanya lewat web, dan baru tersedia di beberapa negara.

Apa sih sebenernya yang bikin menarik? Yang pertama, harganya sangat amat terjangkau. Kalo udah paham spek spek smartphone gitu dan bisa bandingin antara satu dengan lainnya, hape Xiaomi rata rata berharga hampir 50% lebih murah daripada merk merk terkenal. Selain itu, desain hapenya sendiri juga sangat menarik, kalo gw bilang sih niat banget. Yang ketiga, user interface MI yang sudah terkenal itu. Bahasa gampangnya sih gini, Xiaomi pake themes khusus yang mereka bikin sendiri dan membedakan dengan hape Android lain. Biasanya, harga murah pasti dapet tampilan standart Android, kalo hape Xiaomi engga.

Nah, kali ini gw cukup beruntung bisa dapetin sebuah hape Xiaomi untuk entry level, Redmi. Berkat bantuan temen yang udah kerasan tinggal di Singapur, Nuy dan Rian, dan temen yang lagi seru serunya honeymoon, Banchet ama Devi, sampe deh Redmi pagi ini, terima kasih ya.

Kesana pertama, ga murahan, solid, dan bener tampilannya keren. Snappy banget, ga pake ngelag, terus ya layarnya juga jernih. Sabar seminggu lagi semoga gw bisa nulis ulasan lengkapnya Redmi ini.

Regards,
Topiq