[iOS] Voice Dictation

Salah satu fitur menarik di iOS 8 adalah voice dictation. Fitur ini sangat membantu bagi kita yang malas menulis.
 dictation-275375
Sebelumnya voice dictation hanya dapat menerima bahasa Inggris atau bahasa lainnya di dunia. Namun di iOS 8 ini voice dictation dapat menterjemahkan bahasa Indonesia dengan baik. Fitur ini dapat dipergunakan di berbagai macam aplikasi iOS delapan seperti note, SMS, whatsApp, dan sebagainya. Sayangnya, fitur ini hanya tersedia untuk iPhone 5 ke atas. Untuk versi iPhone di bawahnya tidak mendapatkan fitur ini. Selain itu, fitur ini juga hanya dapat menterjemahkan satu bahasa. Jadi ketika kita berbicara dalam bahasa Indonesia, maka kata kata dalam bahasa Inggris tidak dapat diterjemahkan dengan baik.
iphone6plus-pf-spgry_iphone6-pf-spgry_iphone5s-pf-spgry-iphone5c-pf-blu_homescreen-print
Namun hari ini sudah lebih dari cukup apabila kita sekedar ingin mengirim pesan, membuat note, atau hal lainnya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ketika berbicara dalam basa Indonesia bahasa yang digunakan harus lebih baik atau tidak dapat menggunakan bahasa tidak baku. Katakata seperti gue elu ataupun yang lainnya tidak dapat diterimakan dengan baik.
Untuk lebih jelasnya mari kita simak video berikut.
 
Dapat kita lihat di video di atas bawah hampir 80% dari kata kata yang diucapkan dapat diterjemahkan dengan baik di iOS 8. Hari ini berarti tersebut berjalan cukup baik namun yang perlu diketahui kita memerlukan koneksi internet untuk melakukan atau menjalankan fitur ini.

Tertarik untuk mencoba?

Regards

Taufiqul

[REVIEW] [APPS] GUVERA

Hello!

Apa itu Guvera?

Developed in response to the mass consumption of illegal music online, Australian born Guvera is much more than a music streaming service. Through our award winning innovation and technology we are transforming the way you experience music and advancing the digital entertainment industry.
You can access millions of tracks from your favourite local and international artists when you want, where you want, how you want, legally.

Guvera merupakan aplikasi streaming musik yang ada di iOS dan Android. Aplikasi ini cukup menarik, kita bisa mendengarkan lagu secara online maupun offline. Gw belum coba cek databasenya sih, so far lagu yang gw pengen ada semua.

Yang menarik lagi, Guvera mempunyai fitur Playlist. Dimana kita bisa ngeliat Playlist yang dibuat oleh semua orang. Kalo kita suka, kita tinggal follow Playlist itu untuk dengerin lagi nantinya.

Oke, mari kita coba mulai, gimana caranya menggunakan aplikasi ini.

Get Started

Daftar

Untuk mendaftar bisa dengan melalui website Guvera.com ataupun melalui aplikasi Guvera yang bisa di download di iOS maupun Android. Untuk pertama kali, kita akan mendapatkan Free Trial 14 hari. Selanjutnya, untuk menggunakan layanan ini, kita diharuskan untuk membayar biaya berlangganan yang besarnya mulai dari Rp 20rb. Bisa juga dengan redeem voucher yang kita dapatkan, biasanya saat promo bundling pembelian gadget. 
Setelah daftar, langsung login ke aplikasi di smartphone maupun via Website.
Halaman pertama yang kita temukan adalah Playlist
Disini kita bisa melihat Playlist yang dibuat oleh user Guvera lain. Selain melihat lagu yang ada di dalam Playlist tersebut, kita juga bisa mendengarkan lagu tersebut. Nah, karena ini sistemnya streaming, maka saat awal kita perlu menunggu untuk download lagu tersebut. Tapi jangan sedih, lagu yang udah pernah kita dengerin itu akan ada di handphone kita dan bisa didengarkan secara offline.

Playlist

Itu contoh playlist yang udah gw buat. Kita bisa nambahin lagu dari playlist orang lain maupun dengan mencari lagu di database Guvera. Nantinya Playlist gw ini akan bisa dicari orang lain untuk di Follow. Maksudnya Follow disini adalah, Playlist tersebut bisa kita tambahkan di daftar Playlist kita sendiri. Kita bisa bebas namain Playlist kita dan kasih tag, juga bisa rubah gambar backgrond Playlist kita.

Oflline Tracks

Lagu yang sudah kita dengarkan akan tersimpan di memori Smartphone kita. Kita bisa membatasi seberapa besar kapasitas yang kita berikan untuk Guvera menyimpan lagu yang sudah kita download. Lagu ini bisa kita dengarkan secara Offline, jadi ga perlu lagi download ulang. Dan, semua lagu yang udah kita dengerin akan ada di list kita. 

Verdict

Aplikasi ini sangat menarik. Apalagi untuk orang orang yang ingin mendengarkan lagu terbaru, database Guvera akan selalu update. Selain itu, fitur Playlist juga membantu kita dengan mudah memilih lagu yang kita inginkan. Kalopun malas membuat playlist, kita bisa langsung Follow Playlist yang udah ada.
Biaya berlangganan mulai dari Rp 20rb per minggu sampai dengan Rp 500rb an per tahun menurut gw cukup sebanding dari yang kita dapatkan. 
Barusan gw coba untuk dengerin lagu di 3 devices yang bersamaan dan bisa. Padahal seinget gw di FAQ sih dalam satu waktu hanya 1 device yang bisa melakukan streaming lagu. Apa karena lagunya sudah di dwonload ya. Kalo emang beneran bisa, biaya langganannya jadi berasa murah. Nih gw kasih screenshot FAQ nya.

There is no limit to the amount of devices you can use Guvera on, however only one device can be used at any given time stream music.

Coba diitung, dengan uang Rp 500rb, kita bisa stay update lagu terbaru selama setahun. Bisa didengerin di beberapa device yang berbeda, bahkan saat yang bersamaan. Menurut gw sih ini cukup menarik ya. Dibandingkan dengan membeli CD ataupun melalui iTunes. Lagu nya juga bisa didenger Offline. Cuman memang masalah kualitas, Guvera ini menggunakan file AAC dengan kompresi 64kbps di iOS app dan 96kbps untuk di Android app. Buat yang punya telinga emas sih ya gw saranin ga usah daripada kecewa. Suaranya ga sebagus itu, tapi ga jelek banget juga kok.

Oia, karena Guvera memberikan Free Trial 14 hari, jadi gw sangat amat menyarankan kalian untuk mencoba aplikasi ini. Nyobanya gini, Download aplikasi dan daftar, terus dengerin aja lagu lagu yang kita seneng di tempat yang unlimited kuota, abis itu, kalo semua lagu kita udah didengerin, ya enak bisa dibawa kemana aja kan lagunya. Kalo untuk yang di mobil, bisa langsung pake kabel AUX ataupun melalui koneksi Bluetooth untuk dengerin lagunya.

Selamat mencoba

Regards
Taufiq

@topiqfurqan

[REVIEW] GOOGLE CHROMECAST: Two Thumbs Up!

Hello!

Apa itu Chromecast?

Chromecast merupakan device yang dikeluarkan oleh Google. Fungsinya sendiri, menurut Google adalah sebagai berikut:

Chromecast is a thumb-sized media streaming device that plugs into the HDMI port on your TV. Set it up with a simple mobile app, then send your favorite online shows, movies, music and more to your TV using your smartphone, tablet or laptop.

Singkatnya, Chromecast adalah sebuah alat yang fungsinya untuk melakukan streaming content dari Internet ke Televisi melalui port HDMI. Cara penggunaannya sangat mudah, cukup dengan menggunakan aplikasi yang ada di smartphone atau tablet atau laptop, maka kita dapat dengan mudah menyaksikan tayang online favorit di televisi. 
Masih bingung ga? Coba diliat bagan berikut: 
Klik untuk memperbesar
Content yang ada di devices (smartphone, tablet, laptop) akan dikirim ke Chromecast, setelah itu Chromecast akan menayangkan content yang dipilih tersebut. Jadi, misalnya kita lagi nonton streaming video di Youtube, kita pengen tonton video tersebut di TV, nanti ada pilihannya di kanan atas aplikasi Youtube untuk pilhan streaming ke Chromecast. 
Oia, medium yang digunakan antara devices dan Chromecast menggunakan WiFi, jadi devices kita dan chromecast mesti ada di router yang sama. Dan, Chromecast akan berguna lebih maksimal apabila kita berlangganan internet kecepatan tinggi. 
Cerita dikit, udah lama sebenernya gw kepingin beli Chromecast, cuman harganya masih gak lazim. Google sendiri menjual Chromecast US$ 35, cuman kalo udah sampe sini, minimal Rp 500rb. Eh, sebuah website e-commerce yang baru berdiri mengadakan promo untuk Chromecast ini, gw dapet harga cukup murah Rp274rb. Cuman ngirimnya lama, ternyata pas dicari tau, penjualnya ada di Korea. Tapi pas tau barangnya nyampe, ya puas!

Packaging

Ga sempet bikin video unboxing, bungkusnya simpel sih, standar produk Amerika. Isinya ada Chromecast kabel HDMI extender, kabel MicroUSB, dan Adaptor. 
Box 
Chromecast

 Ini isinya, paling kiri itu kabel MicroUSB, yang tengah ada kabel HDMI Extender, dan power Supply adaptor. Kabel MicroUSB itu fungsinya untuk memberikan supply daya ke Chromecast, bisa dicolokkan ke port USB yang ada di TV atau kalo memang tidak ada maka bisa menggunakan adaptor yang disertakan.

Kabel HDMI Extender gunanya untuk menambah fleksibilitas dari Chromecast itu. Misalnya TV kita menggunakan Wall Bracket dan port HDMI ada di bagian belakang TV, dengan Extender ini maka Chromecast bisa diarahkan ke bawah sehingga tidak berhimpitan dengan dinding. Bisa juga, port HDMI sudah terlalu rapat dengan kabel HDMI lain, sehingga agar tidak berhimpitan diperlukan HDMI Extender ini.

Ukuran Chromecast, seperti kata Google, ya emang seibu jari. Ga beda jauh sama USB flashdisk yang biasa kita pake. Yang warna kuning itu port HDMI, sementara diujung lainnya ada port MicroUSB. Disamping kiri logo Google ada lampu yang akan menyala apabila Chromecast dinyalakan. 

Installing

Nah, begini instalasi Chromecast di TV.
Langsung aja dicolokkin ke port HDMI yang ada di belakang TV, dan MicroUSB ke port USB. Kalo udah merah gini tandanya dia udah nyala. Setelah itu, kita langsung pilih input HDMI di TV kita. Kalo TV kita ga ada port USB nya, dipake aja adaptor yang ada. 

Setelah kita memilih input HDMI, maka tampilannya akan seperti ini. Chromecast akan meminta kita untuk melakukan set up perangkat. Bisa diliat, alamat web yang harus kita kunjungi adalah google.com/chromecast/setup.

Disini gw menggunakan iPad untuk melakukan setup, setelah mengetik alamat tersebut, maka kita akan diarahkan untuk menuju ke AppStore.

Untuk melakukan instalasi, kita wajib untuk mengunduh aplikasi Chromecast, aplikasi ini ada di AppStore maupun Play Store.

Aplikasi Chromecast akan mengarahkan kita untuk melakukan koneksi WiFi ke Chromecast. Tujuannya untuk melakukan setting Chromecast ke router kita.

Verify Chromecast, untuk memastikan bahwa Chromecast yang kita setting sudah benar, akan muncul kode yang akan disamakan dengan kode yang muncul di device kita.

Langkah selanjutnya, memilih negara, jelas pilih Indonesia.

Setelah itu, kita akan diminta untuk memberikan nama untuk Chromecast kita. Tujuannya agar lebih mudah teridentifikasi apabila ada lebih dari satu Chromecast di rumah.

Setelah dikasih nama, maka kita perlu untuk melakukan setting koneksi Chromecast ke router WiFi yang ada di rumah kita. Apabila ada lebih dari satu router WiFi, maka lebih baik dipilih yang sinyalnya paling kuat atau letaknya paling dekat dengan Chromecast. Oia, Chromecast akan mendeteksi router yang ada disekitarnya, kita pilih dan masukkin password kalo ada.

Kalo udah dipilih router yang dituju, maka Chromecast akan melakukan koneksi ke router tersebut, ditunggu aja.

Begitu terkoneksi, Chromecast akan melakukan update softtware terbaru, kalo kaya Google sih “Your Chromecast deserve the latest” Oke!

Ready to Cast!

Setelah melakukan instalasi, maka kita siap untuk transmisi (Cast). 
Untuk tau aplikasi apa saja yang bisa ditampilkan di Chromecast, silahkan klik disini
Yang paling familiar sama kita sih paling Youtube, karena yang lain rata rata saluran video streaming berbayar di Amerika sana. Ada juga Google Movies, Google Play dan juga VEVO.

Kalo sudah siap, tiap kita masuk ke HDMI nya Chromecast, kita akan menemui halaman ini. Karena Chromecast sudah siap, kita tinggal pilih aplikasi yang mau kita tonton di Chromecast. Kali ini gw contohin Youtube ya.

Ini tampilan aplikasi Youtube di iPad, aplikasi udah mendeteksi ada Chromecast di router kita. Logonya ada di kanan atas di sebelah lambang Search. Nah, kalo kita mau nonton di Chromecast, langsung aja dipilih Chromecast nya.

Setelah kita memilih Chromecast kita, nanti tampilan di TV kita akan berubah. Ini menunjukkan aplikasi yang sedang terhubung dengan Chromecast, jadi saatnya memilih milih video yang mau ditonton.

Biar gampang, gw tonton video Tulus pas di program Music Everywhere nya Net TV. Jadi pilih playlist, nanti tinggal pencet play, maka Video tersebut akan dimainkan di TV kita.

Nah video ini bukan di download dari hape kita, melainkan langsung dari Internet, karena Chromecast sendiri kan udah terhubung ke router kita. Jadi, setelah kita pilih video, kita bisa keluar aplikasi dan melakukan aktivitas lain. Tapi video ga kan mati, karena playlist sudah tersimpa di Chromecast.

Selain cara diatas, bisa juga lebih gampang. Misalnya kita lagi nonton video nih di iPhone, trus kita mau pindah ke layar yang lebih gede, nah di layar Video itu akan ada pilihan Chromecast, tinggal pilih, dan Voila, video kita muncul di TV.

Cast darimana lagi?

Kalo aplikasi yang online, paling cuman Youtube ama VEVO yang bisa kita pakai sekarang ini. Nah, pasti kita bosen donk, tenang dulu masih ada lagi kok.

Browser casting

Kalo kita pake Google Chrome, kita bisa menampilkan browser kita ke TV. Seru nih, jadi misalnya mau liatin sesuatu ke banyak orang, kita tinggal hubungin aja browser kita ke Chromecast. 
Kita cukup install add on di browser Chrome kita, nanti akan ada tampilan yang sama di kanan atas untuk melakukan Cast. Setelah itu, tampilan di komputer kita akan terlihat di layar TV kita.

Ini tampilan di TV kita. Sayangnya hanya satu tab yang bisa kita Cast. Kalo misalnya kita pindah tab, maka kita harus memilih Cast this Tab. Oia, ada jeda sedikit antara tampilan di komputer kita dengan yang ada di TV, ya karena dia kan sebenernya download apa yang ada di layar kita. Mungkin sepersekian detik aja sih. Kalo mau nonton video juga bisa kok.

Video Cast from Android

Ini cukup menarik, misalnya kita punya smartphone Android, kita bisa melakukan streaming dari devices kita ke Chromecast. Untuk contoh aplikasinya, kali ini gw pilih LocalCast, bisa di download gratis di Play Store.

Di aplikasi ini, caranya tetep sama dengan yang lain, kita memilih Chromecast yang dituju terlebih dahulu. Setelah itu kita memilih file apa yang akan kita tampilkan di Chromecast. Yang paling enak sih Video lah, jadi kalo punya Video bagus di hape kita bisa ditonton rame rame sama yang lain tanpa perlu pindah pindahin file. Cukup konek ke Chromecast dan Voila! kita bisa tonton bareng di layar yang lebih besar.

Kalo udah pilih video yang akan ditonton, nantinya device kita akan berubah sebagai remote control, kita bisa mempercepat, atau mengganti video melalui devices kita. 

The Good News

+ Simple
+ Cukup sekali pasang
+ Bisa streaming media yang ada di smartphone, tablet, maupun laptop

The Bad News

– Aplikasi yang dapat digunakan masih sedikit

Closing

Chromecast pada intinya berguna untuk merubah TV yang tadinya biasa biasa saja, mungkin hanya siaran dari antena PF Goceng ataupun langganan TV berbayar, menjadi TV Pintar. Pintar karena TV ini bisa menampilkan berbagai macam tayangan yang ada di dunia. Mulai dari yang ada di dalam aplikasi seperti Youtube ataupun Vevo, segala macam video yang ada di komputer kita, bahkan yang ada di smartphone atau tablet kita. 
Buat yang TV nya belum pintar, Chromecast sangat layak untuk dibeli. Yang penting, di rumah udah ada router WiFi dengan kecepatan internet lumayan. Untuk yang suka nyimpen file di harddisk komputer, dengan Chromecast kita bisa lebih puas nonton dengan video video kita di layar yang lebih besar dan lebih jernih.
Semoga bermanfaat
Regards
Taufiq

[REVIEW] LUMIX GM1 : Supermassive Features (Part 2)

Ini sambungan dari postingan pertama, untuk yang belum baca, silahkan klik disini

Supermassive Features

Sebenernya kamera ini punya banyak banget fitur canggih, jadi pas kita make ya gambar yang dihasilkan udah pasti bakalan bagus banget. Disini gw akan bahas beberapa fitur aja, yang gw udah coba dan menurut gw keren banget.

Creative Control

Ceritanya, kemaren sore gw mau moto, tapi males keluar rumah, jadi gw coba keluar kamar, ketemu langit.

Duh, tapi awannya lagi ga bagus, coba foto matahari…
Loh, ini kok tiba tiba mendung awannya?

Nah, sekarang, kenapa mataharinya terlihat kuning banget?
Coba foto lagi, eh sekarang foto gw ada shadow di sekitarnya…

Scenenya sama, jeda antar foto ga lebih dari 5 menit, tapi hasilnya beda beda. Yup, itulah fitur yang sangat menarik dari kamera ini, Creative Control.

Creative Control fungsinya mirip dengan photo filter, seperti di instagram, path, snapseed, ataupun software lainnya. Tapi, karena ini built ini di camera, jadi kita dari awal bisa nentuin foto seperti apa yang kita mau, tanpa perlu edit software lagi. Filternya juga menarik, High Dynamic, Silky Monochrome, Impressive Art, Toy Effect, Toy Pop, Bleach Bypass, dan sebagainya. Semuanya oke dan keren, tone warna yang berbeda beda bikin foto kita jauh lebih menarik. Ada sih orang yang suka natural color, tapi kalo foto kita beda dari yang lain, walau scenenya sama, nanti akan ada pertanyaannya “Ini motonya gimana sih?”

Ini gw contohin filter yang gw cukup suka, Star Filter.

Star Filter

Coba di klik fotonya biar gede gambarnya, di beberapa titik di tulisan starbucks ini ada bintang bintangnya…

Ini untuk foto lainnya…

Seru? Iya! Hasil foto yang ga biasa bikin kita ga pernah bosen buat moto moto pake kamera ini. Dan penggunaannya juga ternyata gampang banget, tinggal pilih mode Creative Control, trus nanti menu di kamera akan menyesuaikan, kita bisa milih scene apa yang kita mau pake, kekuatan filternya. Dan satu lagi scene Creative Control yang gw paling suka, One Point Color.

One Point Color

Seperti namanya, fitur ini hanya akan menghasilkan warna untuk warna yang sudah kita pilih sebelumnya. Ini menarik, dan sangat untuk, nah untuk coba pake fitur ini, kebetulan banget lagi ada Launching Vespa Primavera di Atrium Plaza Senayan, karena udah pasti kalo Vespa yang launching itu bakalan keren dan pastinya colorful banget. Nih coba liat hasil fotonya.

Percobaan pertama, pilih warna merah

Pilih warna coklat…

Awalnya gw agak bingung emang gimana cara kita milih warnanya, setelah utak atik sedikit, ketemu lah caranya, ada di menu dengan gambar pinsil. Udah ketemu cara milih warnanya, tapi kok ga keluar juga ya warnanya, maksud gw kenapa bisa washed gini efeknya.

Vespanya warna biru, tapi kok pas gw pencet pencet warna Vespanya yang biru, ga keluar juga. Oh iya, untuk pilih pilih warna, cukup teken teken aja layar LCD nya, gampang banget kok. Nah ternyata, kita bisa nentuin juga kadar ke’biru’an gambar ini.

 Akhirnya gw nemuin caranya, cakep deh warnanya.

Nah, kalo kayak gini baru cakep kan. Liat, warna yang keluar cuman biru, ga cuman di Vespanya, di latar belakang juga ada orang yang memakai baju warna biru, bajunya cakep, orangnya pucet. Super Seru ini, gw coba warna lain.

Wah ini warnanya jadi pucet pucet gitu ya, tau deh salahnya dimana.

Ambil gambar agak jauhan.

Ajib ya, warna merah trus bergradasi jadi oren kalo agak jauhan. Suka banget fitur ini, kalo pengen terlihat unique, one must be different, ya kan?

WiFi Connectivity

Ini fitur favorit gw selanjutnya. Dengan udah terintegrasinya WiFi di kamera ini, jadinya kita bisa menyambungkan smartphone kita secara langsung ke kamera ini (WiFi direct) ataupun menggunakan Access Point (kamera dan hape konek ke Access Point yang sama). Terus, kalo bisa nyambung ke smartphone, bisa diapain? Nah ini canggihnya, setelah kita konek dengan smartphone, kamera akan minta kita untuk membuka aplikasi Image App. Di aplikasi ini kita bisa mengontrol hampir semua fungsi dan fitur yang ada di kamera kita.

Ini contoh tampilan di iPhone

Ini contoh tampilan di iPad

Ini modelnya sengaja di blur in, tapi tenang aja, kalo fitur face recognition tetep jalan kok.

Liat ada kotak kuning di sekitar mukanya Jaka, nah face recognition tetep ke push di aplikasi ini.

Nah, bisa keliatan di dua gambar diatas, kalo fungsi kontrol kamera ini seperti take shot, video recording, white balance, self timer, touch focus, dan banyak lagi. Contoh lain lagi, kalo kita lagi di mode Creative Control, kita juga bisa ngubah scene dari smartphone kita, artinya, dengan ada aplikasi ini, kita bisa melakukan control jarak jauh ke kamera kita.

Oia, pasti pada nanya, laggy ga gambarnya di hape kita? Jawabanya, engga! coba kalo kita zoom ini foto screen capture di iPad, di atas sebelah jam tuh ada kecepatan downstream dari kamera ke iPad, hampir 10Mbps, jadi dijamin ga ngelag, semuanya instant.

Seperti yang gw bilang sebelumnya, dengan adanya aplikasi Image App ini, kita ga perlu sedeket itu dengan kamera kita, dari jauh juga bisa, jangkauan WiFi kan lumayan jauh, paling engga lebih jauh dari bluetooth. Tapi ya jangan kejauhan juga, entar kameranya malah ilang. Dengan begitu, ini yang lumayan penting, kita bisa ngambil gambar dari hape kita, kita bisa remote selfie, tanpa tongsis! hahaha Mari kita lihat foto fotonya.

Di foto atas keliatan gw lagi megang kamera untuk ambil gambar. Kameranya ditaro di meja depan kita gitu aja, hehehe. Seru kan, bisa narsis tapi ga norak, malah cenderung canggih, hahaha. Gw suka banget sih fitur ini, karena jaraknya lumayan bisa jauh, dan yang pasti gambarnya sesuai dengan yang kita inginkan, karena kalo minta tolong orang kan gambarnya belum tentu bagus. Lanjutin lagi ya, foto foto remote selfienya.

Nah kan ini seru banget! hahaha
Dan yang lebih seru lagi, di aplikasi Image App ini kita bisa browse foto foto yang udah ada di dalem kamera kita. Setelah itu, kita bisa langsung transfer foto foto tersebut ke memory hape kita. Keren kan? Jadi kita bisa langsung foto yang kita ambil dari kamera kita untuk di posting di social media. Tanpa menggunakan kabel sama sekali, yang penting hapenya udah terinstall aplikasi Image App. Membantu banget sih, karena kadang kamera hape, terutama kalo udah malem gambarnya kurang bagus, jadi pake aja kamera beneran, trus abis foto langsung transfer ke hape, simpen gambarnya dan bisa langsung posting.

Menarik kan? Canggih kan? Seru kan?

Iya, itu juga yang gw rasain waktu make kamera ini. Pertama sih norak juga ya makenya, tapi lama lama ini bisa jadi kebutuhan juga. Bayangin lo lagi liburan super seru dengan pemandangan super indah, ga sabar untuk langsung dipamerin ke temen temen, nah berguna banget fitur kayak gini. Terus lo lagi liburan rame rame, bawa sih tripod, tapi ya kebetulan ga ada orang yang bisa pencetin tombol shutternya, jangan khawatir, sambungin aja ke hape lo dan klik tombol shutternya dari layar hape lo.

Stop Motion Animation

Nah, ini kayaknya lagi trend gitu ya di socmed Vine sama Instagram. Cuman sayangnya gw belum sempet explore lebih jauh, padahal menurut gw ini juga menarik. Jadi kita ambil beberapa gambar, nah nanti dia kan satuin itu jadi animasi selama beberapa detik. Nah gw baru bisa coba ada sekitar 75 gambar yang dijadiin satu animasi berdurasi 3 detik.

Coba dimaenin aja video diatas, gw baru berhasil sampe kayak gitu. Nanti kapan waktu kalo ada kesempatan buat explore lagi pasti akan gw coba. Sebenernya ada juga fitur Time Lapse Shot, tapi belum sempet coba juga.

Ga kebayang sih gw baru beberpapa fitur aja, udah girang begini. Kebanyakan nih cerita gw, lanjutin part 3 besok ya.

Bersambung…

note:
– Terima kasih kepada para model yang udah ada disini, matahari, langit, starbucks, atrium plaza senayan, vespa primavera biru, vespa primavera merah, iPhone, iPad, dan temen temen yang udah mau jadi object foto kamera ini (Jaka, Ade, Bagong, Ranggi, dan Bagus)
– GM1 difoto menggunakan Lumix GF1, yaitu neneknya GM1 kali ya, DSLM angkatan pertamanya Panasonic. Tapi lensa fix nya masih juara.

[HOW TO] Menyembunyikan SSID WiFi

Selamat siang!

Pasti udah banyak yang punya ini donk

Modem Mobile Wifi (Mifi) Bolt yang belakangan lagi booming karena harganya yang murah dan kuota besar. Nah, untuk info Bolt mungkin udah bisa dapetin dimana mana, sekarang gw mau kasih tau cara untuk sembunyiin SSID Wifi nya Bolt yang kita punya.

Step stepnya sebagai berikut:
1. Connect ke Mifi Bolt

2. Buka browser, masuk ke halaman admin Bolt
Ketik di alamat browsernya: 192.168.1.1, kalo ditanya passwordnya: root
Berikut screenshotnya:

Disini kita bisa melihat kuatnya sinyal operator, banyaknya devices yang terkoneksi ke modem, dan status batere

Tampilan setelah login

Disini kita bisa melihat kecepatan modem, uptime (lama waktu modem menyala), remaining kuota. Untuk kuota, datanya belum tentu bener, lebih baik langsung cek ke website Boltnya.

3. Pilih tab Settings

– Broadcast Network Name (SSID) : Untuk menyembunyikan nama WiFi kita, silahkan klik Disable. Settingan awal pastinya Enable sehingga kita bisa melihat nama Wifi kita, ketika disembunyikan, kita harus mengetik manual (stepnya setelah ini)
– Network Name : Nama Wifi kita, defaultnya kan Bolt Super Wifi, nah kita bisa ganti nama ini sesuai dengan keinginan kita.
– Security Mode : By default pake WPA-PSK2, ga usah diganti, karena ini security paling umum yang dipake.
– Wifi Password : Defaultnya kan ditulis di dalem modem Bolt kita, sebaiknya sih diganti aja supaya ga gampang dihack orang, karena password wifi Bolt ini sudah ada patternnya
– Change Admin Password : Disable aja

Setelah melakukan perubahan, klik Apply, biasanya Modem akan restart, jadi tunggu aja.

4. Di sebelah kanan ada tab Device Settings, pilih Powe Save

Nah, untuk menghemat batere, pilih Short Wifi range. Pengalaman gw dengan pilihan ini Mifi bisa bertahan dari jam 9 pagi sampe jam 5 sore. Tapi memang jangkauan sinyalnya akan lebih kecil dibandingkan dengan pilihan Long Range, kalo memang cuman digunakan untuk gadget pribadi sih sebaiknya pilih Short Range.

Setelah melakukan perubahan, klik Apply, biasanya Modem akan restart, jadi tunggu aja.

5. Connect ke modem Wifi yang disembunyikan.
Wifi yang disembunyikan biasanya tidak terlihat di Gadget, untuk itu, kita mesti menambahkan sendiri.
Kalo di PC, biasanya akan ada pilihan Hidden Network, berikut tampilannya.

Pilih Hidden Network

Masukkan nama Wifi nya

Klik Next, masukkan Password Wifinya

Supaya ga usah masukkin nama dan password lagi, centang tab Connect Automatically

Jadinya, setiap nyalain modem, Laptop akan otomatis terkoneksi dengan modem Wifi, tapi nama modem Wifi tersebut tidak akan terdeteksi oleh devices lain.

Kalo di iOS sebagai berikut.
Masuk ke bagian Settings – Wifi. Karena ga terlihat, pilih Other

Setelah itu, masukkan nama Wifi yang disembunyikan tadi

Karena tadi modem di Password, masuk ke Security dan pilih WPA2.

Setelah itu masukkan Password

Setelah terkoneksi, iOS akan menyimpan data tersebut. Jadi ketika modem Bolt kita nyala, iPhone atau iPad kita akan otomatis terkoneksi ke modem tersebut tanpa melakukan login.

Untuk Android.
Secara garis besar, caranya hampir sama.

Di Settings – Wifi – Pilih tanda +

Masukkan nama Wifi, pilih Security mode WPA2-PSK, dan masukkan Password

Lalu klik Save

Setelahnya, ga perlu memasukkan data data itu lagi, cukup menyalakan Wifi di modem dan gadget, mereka akan terkoneksi secara otomatis tanpa diketahui orang lain.

Sekian share dari gw, semoga membantu.
Balik kerja lagi

Regards,
Topiq

[REVIEW] Meet Pebble!

Selamat siang!

Meet Pebble!

Apaan sih Pebble? Jam tangan

Jam tangan apa? Jam tangan digital

Bedanya apa dengan jam digital yang lain? Gambar jamnya bisa dirubah

Kayak iPod Nano gitu? Iya, semacam itu

Terus apalagi? Bisa konek ke smartphone

Kayak Galaxy Gear gitu? Iya, semacam itu

Bedanya apa sama Galaxy Gear? Lebih murah

Terus? Lebih ringan

Terus? Bisa konek ke semua hp Android (OS 2.3 keatas) dan iOS (OS 5 keatas)

Terus? Tahan air sampe sampe tekanan 5ATM atau sekitar 50 meter

Terus? Baterenya tahan seminggu sekali charge, Gear cuman sehari

Terus? Layarnya pake e-ink (kayak Kindle) jadi hemat energi dan mudah dibaca dibawah cahaya

Terus? Talinya juga bisa diganti ganti kalo misalnya bosen

Terus? Bisa install aplikasi juga, bahkan mau ada Pebble App store

Itu maksudnya bisa nyambung ke handphone apa? Iya, Pebble ini masuk kategori Wearable Tech, bagian Smartwatch. Nah, dengan menyambungkan Pebble ke Smartphone, maka kita ga usah lagi terus terusan ngeliatin layar hape kalo misalnya hape kita bunyi. Jadi semua notif akan diteruskan ke Pebble, nah abis itu ya terserah kita, kalo penting ya kita bales, kalo engga ya dibiarin aja.

Notif aja? ga bisa bales? Ya engga, karena emang tujuannya minimalisir interaksi kita dengan handpone. Kenapa diminimalisirin? ya biar ga tiap saat liat hape mulu, coba misalnya kita lagi meetingg, trus hape kita masuk sms atau email, kita mesti buka gitu kan ga enak sama yang lain, mending cukup liat Pebble, kalo penting baru kita buka.

Kalo ada yang nelpon gimana? Kita bisa milih mau diangkat atau di reject. Kalo diangkat kita mesti ngeluarin hapenya.

Ga bisa nelpon di jam nya kayak Gear? Engga lah, Pebble ga dilengkapin dengan mic atau speaker, lagian lo jelek kalo kalo nelpon pake jam.

Bisa moto ga? Pebble ga ada kameranya, jadi ga bisa moto, tapi kalo untuk jadi trigger aja sih bisa.

Ga puas, apalagi kelebihannya? Pebble bisa nyambung dengan aplikasi third party lain, misalnya kayak runkeeper. Jadi pas kita lari, hape taro kantong aja trus kita cukup liat jam untuk tau waktu, jarak dan pace kita. Nah, Pebble ini juga aplikasinya terbuka untuk developer, jadi siapa aja bisa bikin aplikasi untuk Pebble, nanti sih kemungkinan akan lebih banyak lagi aplikasi yang masuk ke Pebble. Oia, secara default juga Pebble bisa digunakan untuk kontrol musik, untuk next sama back plus pause.

Konek pake hape dengan apa? Wifi? Engga, pakenya bluetooth.

Hah? Bluetooth? Jadul donk ya? Hmm teknologi bluetooth saat ini udah cukup berkembang. Yang ada di Peeble ini sama dengan yang ada Galaxy Gear, iPhone 4S keatas, dan hape Android diatas 5jt an yaitu Bluetooth versi 4.0 Low Energy. Jadi ga akan bikin boros batere secara signnifikan.

Oooh gitu, oia, notif yang masuk bisa apa aja? Ya semuanya, apapun notifikasi yang ada di iPhone, asal di setting Banner di notification center akan di push ke Pebble. Telpon masuk, SMS, email, Whatsapp, BBM, Line, Path, Instagram, Twitter, Facebook, Linkedin, hampir semuanya akan di push ke Pebble.

Hmm… Berapaan harganya? Per hari ini, 28 Desember 2013, lagi ada promo diskon US$20. Harga aslinya sih US$ 150, jadi kalo promo ini ya US$ 130, free delivery worldwide.

Murah amat, pasti nyampe ga tuh? Pasti kok, nanti pas sampe sini tinggal bayar pajak masuknya aja sama Pak Pos, biasanya dia nelpon ke rumah kita dulu sih.

Mahal ga pajaknya? Variatif sih, tergantung mood orang pajaknya juga, standarnya sih sekitar Rp 200 – 300rb, tapi baca baca di internet ada juga yang dikenai sampe Rp 600rb bahkan lebih.

Triknya gimana? Ambil yang free delivery aja, konon kalo pake DHL selain bayar ongkos kirim pajak masuknya lebih mahal dan ga bisa di nego.

Ada cara lain? Nitip beliin sama temen di Amrik, kalo ga salah udah dijual di AT&T Store dan Best Buy.

Cara lain? Beli ada sama seller seller di kaskus, mungkin harganya lebih mahal, bahkan ada yang jual sampe 3jt an, pinter pinternya kita aja nyari yang murah, standarnya sih antara 2 – 2,5jt. Kalo dapet dibawah itu sih udah murah.

Ada keluhan ga selama pake? So far belum ada sih, cuman emang yang patut diperhatiin charger Pebble itu khusus, ada magnetnya kayak charger Macbook, kalo beli lagi lumayan juga US$ 10, jadi jangan sampe ilang.

Nah, itu dia buat yang penasaran sama Pebble. Smartwatch yang diperkenalkan awal tahun lalu melalui website penggalangan dana, Kickstarter. Untuk yang mau tau project Pebble di kickstarter bisa klik link dibawah ini:

http://www.kickstarter.com/projects/597507018/pebble-e-paper-watch-for-iphone-and-android

Pebble salah satu proyek tersukses di kickstarter karena mampu mengumpulkan dana hingga US$ 10juta. Sampai saat ini udah terjual lebih dari 200rb unit di seluruh dunia. Pebble banyak disukai orang karena bentuknya yang sederhana tapi tetep canggih. Kalo cari review di Internet, banyak banget orang yang setelah pake Pebble ga mau ganti jam tangan lagi.

Gw juga baru dapet Pebble beberapa hari yang lalu, dan sampe sekarang ini gw sangat puas. Apalagi gw sering bawa motor jadi pake Pebble berguna banget, karena biasanya hape gw taro di bagasi atau kantong, gw masih tetep dapet notifikasi via Pebble ini. Kalo ada lebih dari satu, ntar tinggal gw scrool aja pas di lampu merah. Rencanya sih kalo udah agak lama nanti gw mau ganti talinya yang agak cakepan, tapi untuk sekarang cukup lah. Besok mau coba main air ah, hehe

Mudah mudahan mencerahkan.

Ini beberapa Video tentang Pebble:

//player.vimeo.com/video/78704821?loop=1
Pebble iOS Notifications
from Pebble Technology on Vimeo.

Regards,
Topiq