[REVIEW] GOOGLE CHROMECAST: Two Thumbs Up!

Hello!

Apa itu Chromecast?

Chromecast merupakan device yang dikeluarkan oleh Google. Fungsinya sendiri, menurut Google adalah sebagai berikut:

Chromecast is a thumb-sized media streaming device that plugs into the HDMI port on your TV. Set it up with a simple mobile app, then send your favorite online shows, movies, music and more to your TV using your smartphone, tablet or laptop.

Singkatnya, Chromecast adalah sebuah alat yang fungsinya untuk melakukan streaming content dari Internet ke Televisi melalui port HDMI. Cara penggunaannya sangat mudah, cukup dengan menggunakan aplikasi yang ada di smartphone atau tablet atau laptop, maka kita dapat dengan mudah menyaksikan tayang online favorit di televisi. 
Masih bingung ga? Coba diliat bagan berikut: 
Klik untuk memperbesar
Content yang ada di devices (smartphone, tablet, laptop) akan dikirim ke Chromecast, setelah itu Chromecast akan menayangkan content yang dipilih tersebut. Jadi, misalnya kita lagi nonton streaming video di Youtube, kita pengen tonton video tersebut di TV, nanti ada pilihannya di kanan atas aplikasi Youtube untuk pilhan streaming ke Chromecast. 
Oia, medium yang digunakan antara devices dan Chromecast menggunakan WiFi, jadi devices kita dan chromecast mesti ada di router yang sama. Dan, Chromecast akan berguna lebih maksimal apabila kita berlangganan internet kecepatan tinggi. 
Cerita dikit, udah lama sebenernya gw kepingin beli Chromecast, cuman harganya masih gak lazim. Google sendiri menjual Chromecast US$ 35, cuman kalo udah sampe sini, minimal Rp 500rb. Eh, sebuah website e-commerce yang baru berdiri mengadakan promo untuk Chromecast ini, gw dapet harga cukup murah Rp274rb. Cuman ngirimnya lama, ternyata pas dicari tau, penjualnya ada di Korea. Tapi pas tau barangnya nyampe, ya puas!

Packaging

Ga sempet bikin video unboxing, bungkusnya simpel sih, standar produk Amerika. Isinya ada Chromecast kabel HDMI extender, kabel MicroUSB, dan Adaptor. 
Box 
Chromecast

 Ini isinya, paling kiri itu kabel MicroUSB, yang tengah ada kabel HDMI Extender, dan power Supply adaptor. Kabel MicroUSB itu fungsinya untuk memberikan supply daya ke Chromecast, bisa dicolokkan ke port USB yang ada di TV atau kalo memang tidak ada maka bisa menggunakan adaptor yang disertakan.

Kabel HDMI Extender gunanya untuk menambah fleksibilitas dari Chromecast itu. Misalnya TV kita menggunakan Wall Bracket dan port HDMI ada di bagian belakang TV, dengan Extender ini maka Chromecast bisa diarahkan ke bawah sehingga tidak berhimpitan dengan dinding. Bisa juga, port HDMI sudah terlalu rapat dengan kabel HDMI lain, sehingga agar tidak berhimpitan diperlukan HDMI Extender ini.

Ukuran Chromecast, seperti kata Google, ya emang seibu jari. Ga beda jauh sama USB flashdisk yang biasa kita pake. Yang warna kuning itu port HDMI, sementara diujung lainnya ada port MicroUSB. Disamping kiri logo Google ada lampu yang akan menyala apabila Chromecast dinyalakan. 

Installing

Nah, begini instalasi Chromecast di TV.
Langsung aja dicolokkin ke port HDMI yang ada di belakang TV, dan MicroUSB ke port USB. Kalo udah merah gini tandanya dia udah nyala. Setelah itu, kita langsung pilih input HDMI di TV kita. Kalo TV kita ga ada port USB nya, dipake aja adaptor yang ada. 

Setelah kita memilih input HDMI, maka tampilannya akan seperti ini. Chromecast akan meminta kita untuk melakukan set up perangkat. Bisa diliat, alamat web yang harus kita kunjungi adalah google.com/chromecast/setup.

Disini gw menggunakan iPad untuk melakukan setup, setelah mengetik alamat tersebut, maka kita akan diarahkan untuk menuju ke AppStore.

Untuk melakukan instalasi, kita wajib untuk mengunduh aplikasi Chromecast, aplikasi ini ada di AppStore maupun Play Store.

Aplikasi Chromecast akan mengarahkan kita untuk melakukan koneksi WiFi ke Chromecast. Tujuannya untuk melakukan setting Chromecast ke router kita.

Verify Chromecast, untuk memastikan bahwa Chromecast yang kita setting sudah benar, akan muncul kode yang akan disamakan dengan kode yang muncul di device kita.

Langkah selanjutnya, memilih negara, jelas pilih Indonesia.

Setelah itu, kita akan diminta untuk memberikan nama untuk Chromecast kita. Tujuannya agar lebih mudah teridentifikasi apabila ada lebih dari satu Chromecast di rumah.

Setelah dikasih nama, maka kita perlu untuk melakukan setting koneksi Chromecast ke router WiFi yang ada di rumah kita. Apabila ada lebih dari satu router WiFi, maka lebih baik dipilih yang sinyalnya paling kuat atau letaknya paling dekat dengan Chromecast. Oia, Chromecast akan mendeteksi router yang ada disekitarnya, kita pilih dan masukkin password kalo ada.

Kalo udah dipilih router yang dituju, maka Chromecast akan melakukan koneksi ke router tersebut, ditunggu aja.

Begitu terkoneksi, Chromecast akan melakukan update softtware terbaru, kalo kaya Google sih “Your Chromecast deserve the latest” Oke!

Ready to Cast!

Setelah melakukan instalasi, maka kita siap untuk transmisi (Cast). 
Untuk tau aplikasi apa saja yang bisa ditampilkan di Chromecast, silahkan klik disini
Yang paling familiar sama kita sih paling Youtube, karena yang lain rata rata saluran video streaming berbayar di Amerika sana. Ada juga Google Movies, Google Play dan juga VEVO.

Kalo sudah siap, tiap kita masuk ke HDMI nya Chromecast, kita akan menemui halaman ini. Karena Chromecast sudah siap, kita tinggal pilih aplikasi yang mau kita tonton di Chromecast. Kali ini gw contohin Youtube ya.

Ini tampilan aplikasi Youtube di iPad, aplikasi udah mendeteksi ada Chromecast di router kita. Logonya ada di kanan atas di sebelah lambang Search. Nah, kalo kita mau nonton di Chromecast, langsung aja dipilih Chromecast nya.

Setelah kita memilih Chromecast kita, nanti tampilan di TV kita akan berubah. Ini menunjukkan aplikasi yang sedang terhubung dengan Chromecast, jadi saatnya memilih milih video yang mau ditonton.

Biar gampang, gw tonton video Tulus pas di program Music Everywhere nya Net TV. Jadi pilih playlist, nanti tinggal pencet play, maka Video tersebut akan dimainkan di TV kita.

Nah video ini bukan di download dari hape kita, melainkan langsung dari Internet, karena Chromecast sendiri kan udah terhubung ke router kita. Jadi, setelah kita pilih video, kita bisa keluar aplikasi dan melakukan aktivitas lain. Tapi video ga kan mati, karena playlist sudah tersimpa di Chromecast.

Selain cara diatas, bisa juga lebih gampang. Misalnya kita lagi nonton video nih di iPhone, trus kita mau pindah ke layar yang lebih gede, nah di layar Video itu akan ada pilihan Chromecast, tinggal pilih, dan Voila, video kita muncul di TV.

Cast darimana lagi?

Kalo aplikasi yang online, paling cuman Youtube ama VEVO yang bisa kita pakai sekarang ini. Nah, pasti kita bosen donk, tenang dulu masih ada lagi kok.

Browser casting

Kalo kita pake Google Chrome, kita bisa menampilkan browser kita ke TV. Seru nih, jadi misalnya mau liatin sesuatu ke banyak orang, kita tinggal hubungin aja browser kita ke Chromecast. 
Kita cukup install add on di browser Chrome kita, nanti akan ada tampilan yang sama di kanan atas untuk melakukan Cast. Setelah itu, tampilan di komputer kita akan terlihat di layar TV kita.

Ini tampilan di TV kita. Sayangnya hanya satu tab yang bisa kita Cast. Kalo misalnya kita pindah tab, maka kita harus memilih Cast this Tab. Oia, ada jeda sedikit antara tampilan di komputer kita dengan yang ada di TV, ya karena dia kan sebenernya download apa yang ada di layar kita. Mungkin sepersekian detik aja sih. Kalo mau nonton video juga bisa kok.

Video Cast from Android

Ini cukup menarik, misalnya kita punya smartphone Android, kita bisa melakukan streaming dari devices kita ke Chromecast. Untuk contoh aplikasinya, kali ini gw pilih LocalCast, bisa di download gratis di Play Store.

Di aplikasi ini, caranya tetep sama dengan yang lain, kita memilih Chromecast yang dituju terlebih dahulu. Setelah itu kita memilih file apa yang akan kita tampilkan di Chromecast. Yang paling enak sih Video lah, jadi kalo punya Video bagus di hape kita bisa ditonton rame rame sama yang lain tanpa perlu pindah pindahin file. Cukup konek ke Chromecast dan Voila! kita bisa tonton bareng di layar yang lebih besar.

Kalo udah pilih video yang akan ditonton, nantinya device kita akan berubah sebagai remote control, kita bisa mempercepat, atau mengganti video melalui devices kita. 

The Good News

+ Simple
+ Cukup sekali pasang
+ Bisa streaming media yang ada di smartphone, tablet, maupun laptop

The Bad News

– Aplikasi yang dapat digunakan masih sedikit

Closing

Chromecast pada intinya berguna untuk merubah TV yang tadinya biasa biasa saja, mungkin hanya siaran dari antena PF Goceng ataupun langganan TV berbayar, menjadi TV Pintar. Pintar karena TV ini bisa menampilkan berbagai macam tayangan yang ada di dunia. Mulai dari yang ada di dalam aplikasi seperti Youtube ataupun Vevo, segala macam video yang ada di komputer kita, bahkan yang ada di smartphone atau tablet kita. 
Buat yang TV nya belum pintar, Chromecast sangat layak untuk dibeli. Yang penting, di rumah udah ada router WiFi dengan kecepatan internet lumayan. Untuk yang suka nyimpen file di harddisk komputer, dengan Chromecast kita bisa lebih puas nonton dengan video video kita di layar yang lebih besar dan lebih jernih.
Semoga bermanfaat
Regards
Taufiq

[PREVIEW] RAPOO E6100 Super Slim Wireless Keyboard

Selamat Malam!

Posting kali ini agak nyelak dari yang lain, sebenernya masih ada beberapa barang yang mesti di review, bahkan sebenernya ada yang udah setengah jalan. Tapi apa daya, keyboard ini sangat menarik! Lagipula, keyboard ini yang akan membantu gw untuk menyelesaikan review review lain. Sekarang gw bisa nulis review dimana aja, cukup bawa iPad dan keyboard ini. Seperti sekarang ini, gw ngetik di keyboard ini dan hore! hasilnya menyenangkan. Tutsnya besar bersar jadi minim banget gw melakukan kesalahan.
Gw cukup merekomendasikan keyboard ini buat kalian yang lebih suka bawa tablet daripada laptop. Dan, berdasarkan review yang gw baca sebelumnya, keyboard lepasan kayak gini buat tablet lebih bagus daripada yang sekalian casing, lebih bebas makenya. Hari ini gw udah coba sambungin keyboard ini ke iPhone, iPad, dan hape Android. Puas lah!
Segitu dulu.. Adios!

[REVIEW] LUMIX GM1 : Supermassive Features (Part 2)

Ini sambungan dari postingan pertama, untuk yang belum baca, silahkan klik disini

Supermassive Features

Sebenernya kamera ini punya banyak banget fitur canggih, jadi pas kita make ya gambar yang dihasilkan udah pasti bakalan bagus banget. Disini gw akan bahas beberapa fitur aja, yang gw udah coba dan menurut gw keren banget.

Creative Control

Ceritanya, kemaren sore gw mau moto, tapi males keluar rumah, jadi gw coba keluar kamar, ketemu langit.

Duh, tapi awannya lagi ga bagus, coba foto matahari…
Loh, ini kok tiba tiba mendung awannya?

Nah, sekarang, kenapa mataharinya terlihat kuning banget?
Coba foto lagi, eh sekarang foto gw ada shadow di sekitarnya…

Scenenya sama, jeda antar foto ga lebih dari 5 menit, tapi hasilnya beda beda. Yup, itulah fitur yang sangat menarik dari kamera ini, Creative Control.

Creative Control fungsinya mirip dengan photo filter, seperti di instagram, path, snapseed, ataupun software lainnya. Tapi, karena ini built ini di camera, jadi kita dari awal bisa nentuin foto seperti apa yang kita mau, tanpa perlu edit software lagi. Filternya juga menarik, High Dynamic, Silky Monochrome, Impressive Art, Toy Effect, Toy Pop, Bleach Bypass, dan sebagainya. Semuanya oke dan keren, tone warna yang berbeda beda bikin foto kita jauh lebih menarik. Ada sih orang yang suka natural color, tapi kalo foto kita beda dari yang lain, walau scenenya sama, nanti akan ada pertanyaannya “Ini motonya gimana sih?”

Ini gw contohin filter yang gw cukup suka, Star Filter.

Star Filter

Coba di klik fotonya biar gede gambarnya, di beberapa titik di tulisan starbucks ini ada bintang bintangnya…

Ini untuk foto lainnya…

Seru? Iya! Hasil foto yang ga biasa bikin kita ga pernah bosen buat moto moto pake kamera ini. Dan penggunaannya juga ternyata gampang banget, tinggal pilih mode Creative Control, trus nanti menu di kamera akan menyesuaikan, kita bisa milih scene apa yang kita mau pake, kekuatan filternya. Dan satu lagi scene Creative Control yang gw paling suka, One Point Color.

One Point Color

Seperti namanya, fitur ini hanya akan menghasilkan warna untuk warna yang sudah kita pilih sebelumnya. Ini menarik, dan sangat untuk, nah untuk coba pake fitur ini, kebetulan banget lagi ada Launching Vespa Primavera di Atrium Plaza Senayan, karena udah pasti kalo Vespa yang launching itu bakalan keren dan pastinya colorful banget. Nih coba liat hasil fotonya.

Percobaan pertama, pilih warna merah

Pilih warna coklat…

Awalnya gw agak bingung emang gimana cara kita milih warnanya, setelah utak atik sedikit, ketemu lah caranya, ada di menu dengan gambar pinsil. Udah ketemu cara milih warnanya, tapi kok ga keluar juga ya warnanya, maksud gw kenapa bisa washed gini efeknya.

Vespanya warna biru, tapi kok pas gw pencet pencet warna Vespanya yang biru, ga keluar juga. Oh iya, untuk pilih pilih warna, cukup teken teken aja layar LCD nya, gampang banget kok. Nah ternyata, kita bisa nentuin juga kadar ke’biru’an gambar ini.

 Akhirnya gw nemuin caranya, cakep deh warnanya.

Nah, kalo kayak gini baru cakep kan. Liat, warna yang keluar cuman biru, ga cuman di Vespanya, di latar belakang juga ada orang yang memakai baju warna biru, bajunya cakep, orangnya pucet. Super Seru ini, gw coba warna lain.

Wah ini warnanya jadi pucet pucet gitu ya, tau deh salahnya dimana.

Ambil gambar agak jauhan.

Ajib ya, warna merah trus bergradasi jadi oren kalo agak jauhan. Suka banget fitur ini, kalo pengen terlihat unique, one must be different, ya kan?

WiFi Connectivity

Ini fitur favorit gw selanjutnya. Dengan udah terintegrasinya WiFi di kamera ini, jadinya kita bisa menyambungkan smartphone kita secara langsung ke kamera ini (WiFi direct) ataupun menggunakan Access Point (kamera dan hape konek ke Access Point yang sama). Terus, kalo bisa nyambung ke smartphone, bisa diapain? Nah ini canggihnya, setelah kita konek dengan smartphone, kamera akan minta kita untuk membuka aplikasi Image App. Di aplikasi ini kita bisa mengontrol hampir semua fungsi dan fitur yang ada di kamera kita.

Ini contoh tampilan di iPhone

Ini contoh tampilan di iPad

Ini modelnya sengaja di blur in, tapi tenang aja, kalo fitur face recognition tetep jalan kok.

Liat ada kotak kuning di sekitar mukanya Jaka, nah face recognition tetep ke push di aplikasi ini.

Nah, bisa keliatan di dua gambar diatas, kalo fungsi kontrol kamera ini seperti take shot, video recording, white balance, self timer, touch focus, dan banyak lagi. Contoh lain lagi, kalo kita lagi di mode Creative Control, kita juga bisa ngubah scene dari smartphone kita, artinya, dengan ada aplikasi ini, kita bisa melakukan control jarak jauh ke kamera kita.

Oia, pasti pada nanya, laggy ga gambarnya di hape kita? Jawabanya, engga! coba kalo kita zoom ini foto screen capture di iPad, di atas sebelah jam tuh ada kecepatan downstream dari kamera ke iPad, hampir 10Mbps, jadi dijamin ga ngelag, semuanya instant.

Seperti yang gw bilang sebelumnya, dengan adanya aplikasi Image App ini, kita ga perlu sedeket itu dengan kamera kita, dari jauh juga bisa, jangkauan WiFi kan lumayan jauh, paling engga lebih jauh dari bluetooth. Tapi ya jangan kejauhan juga, entar kameranya malah ilang. Dengan begitu, ini yang lumayan penting, kita bisa ngambil gambar dari hape kita, kita bisa remote selfie, tanpa tongsis! hahaha Mari kita lihat foto fotonya.

Di foto atas keliatan gw lagi megang kamera untuk ambil gambar. Kameranya ditaro di meja depan kita gitu aja, hehehe. Seru kan, bisa narsis tapi ga norak, malah cenderung canggih, hahaha. Gw suka banget sih fitur ini, karena jaraknya lumayan bisa jauh, dan yang pasti gambarnya sesuai dengan yang kita inginkan, karena kalo minta tolong orang kan gambarnya belum tentu bagus. Lanjutin lagi ya, foto foto remote selfienya.

Nah kan ini seru banget! hahaha
Dan yang lebih seru lagi, di aplikasi Image App ini kita bisa browse foto foto yang udah ada di dalem kamera kita. Setelah itu, kita bisa langsung transfer foto foto tersebut ke memory hape kita. Keren kan? Jadi kita bisa langsung foto yang kita ambil dari kamera kita untuk di posting di social media. Tanpa menggunakan kabel sama sekali, yang penting hapenya udah terinstall aplikasi Image App. Membantu banget sih, karena kadang kamera hape, terutama kalo udah malem gambarnya kurang bagus, jadi pake aja kamera beneran, trus abis foto langsung transfer ke hape, simpen gambarnya dan bisa langsung posting.

Menarik kan? Canggih kan? Seru kan?

Iya, itu juga yang gw rasain waktu make kamera ini. Pertama sih norak juga ya makenya, tapi lama lama ini bisa jadi kebutuhan juga. Bayangin lo lagi liburan super seru dengan pemandangan super indah, ga sabar untuk langsung dipamerin ke temen temen, nah berguna banget fitur kayak gini. Terus lo lagi liburan rame rame, bawa sih tripod, tapi ya kebetulan ga ada orang yang bisa pencetin tombol shutternya, jangan khawatir, sambungin aja ke hape lo dan klik tombol shutternya dari layar hape lo.

Stop Motion Animation

Nah, ini kayaknya lagi trend gitu ya di socmed Vine sama Instagram. Cuman sayangnya gw belum sempet explore lebih jauh, padahal menurut gw ini juga menarik. Jadi kita ambil beberapa gambar, nah nanti dia kan satuin itu jadi animasi selama beberapa detik. Nah gw baru bisa coba ada sekitar 75 gambar yang dijadiin satu animasi berdurasi 3 detik.

Coba dimaenin aja video diatas, gw baru berhasil sampe kayak gitu. Nanti kapan waktu kalo ada kesempatan buat explore lagi pasti akan gw coba. Sebenernya ada juga fitur Time Lapse Shot, tapi belum sempet coba juga.

Ga kebayang sih gw baru beberpapa fitur aja, udah girang begini. Kebanyakan nih cerita gw, lanjutin part 3 besok ya.

Bersambung…

note:
– Terima kasih kepada para model yang udah ada disini, matahari, langit, starbucks, atrium plaza senayan, vespa primavera biru, vespa primavera merah, iPhone, iPad, dan temen temen yang udah mau jadi object foto kamera ini (Jaka, Ade, Bagong, Ranggi, dan Bagus)
– GM1 difoto menggunakan Lumix GF1, yaitu neneknya GM1 kali ya, DSLM angkatan pertamanya Panasonic. Tapi lensa fix nya masih juara.