The Best 2016

Hi all!

Image result for best of the best

Udah lama banget semenjak terakhir posting tentang iPhone SE 8 bulan yang lalu. Kali ini gw mau sedikit beropini mengenai gadget terbaik 2016. Meskipun tahun ini masih sebulan lagi, tapi kalo diliat dari timeline nya, semua hampir semua perusahaan udah ngeluarin produk terbaiknya taun 2016 ini. So, yuk kita mulai.

Smartphone

Smartphone ini udah jadi primary device buat orang orang seperti kita. Banyak orang bilang, mending ketinggalan dompet daripada ketinggalan hape. Iya, sekarang hape selain jadi alat komunikasi dan sumber informasi, udah bisa juga sebagai alat pembayaran. At least, sekarang dengan nomor telpon kita bisa keluarin duit di ATM, ga perlu pake kartu debit lagi. Gw bagi kategorinya berdasarkan price band nya, ada low end, mid end dan high end.

Continue reading The Best 2016

Advertisements

[INFO] iPhone SE : Most Powerful 4 inch Phone ever

Halo!

Beberapa hari yang lalu, Apple membuat sebuah event tahunan di markasnya Cupertino. Banyak hal yang dibahas disana, seperti isu pembukaan privasi yang diminta pemerintah amerika, dan green energy yang dilakukan oleh Apple dalam melakukan bisnisnya. Green energy yang dimaksud adalah penggunaan energi terbaharukan (renewable energy) pada kantor Apple, Apple Store, dan Server Apple. Namun, dari semua hal yang dibahas saat itu, ada satu yang paling menarik, iPhone SE

Sebagian orang mungkin bertanya, kenapa Apple memperbaharui model yang sudah obselete, seperti kita ketahui iPhone SE menggunakan body dari iPhone 5S.

Ada 2 alasan utama mengapa mereka melakukan upgrade pada model lamanya:

  • Penjualan iPhone berukuran 4 inch pada tahun 2015 lalu sebanyak 30jt

Berdasarkan data Apple, dari 200jt iPhone yang terjual di taun 2015, 30jt diantaranya adalah iPhone yang berukuran 4 inchi, yang saat itu adalah iPhone 5S. Secara angka mungkin hanya sekitar 15%, namun ini berarti iPhone ukuran kecil masih sangat digemari.

  • Pengguna pertama iPhone atau pengguna pertama smartphone

Apple ingin memberikan line up untuk pengguna baru iOS (sebelumnya menggunakan OS lain), dan orang yang pertama kali pindah ke smartphone (sebelumnya menggunakan feature phone, non OS). Harga iPhone 6S terlalu mahal buat mereka, apabila membeli produk yang sudah ada, iPhone 5S, iPhone ini hardwarenya sudah ketinggalan jaman. Sebagai informasi, iPhone 5S diperkenalkan pertama kali pada tahun 2013. Mungkin, update iOS yang didapat hanya 1 atau 2 kali lagi. Jadi memang kurang layak untuk dijual (apalagi dibeli) untuk saat ini.

Dari kedua alasan itu, lahirlah iPhone SE

iPhone SE adalah reborn dari iPhone 5S, model yang persis sama namun dengan hardware yang diupgrade. Hampir semua hardware yang ada di iPhone 6S dimasukkan ke dalam iPhone SE. Gimana maksudnya?

Sebagai contoh, pasti kita semua tahu Mini Cooper seri Mr Bean yang serialnya sering kita tonton dulu, bodinya masih kecil banget kan, ini kita anggap sebagai iPhone 5S. Sebagai perbandingan Mini Cooper yang saat ini dijual, bodinya udah tambah bongsor dan jeroannya udah beda banget dengan yang dulu, sangat amat modern, mesinnya juga jauh lebih kencang. Bayangkan apabila semua yang ada di dalam Mini Cooper baru disematkan di dalam Mini Cooper lama.

Mini Cooper baru (kiri) vs Mini Cooper lama (kanan)

Kira kira seperti itu lah persamaannya, dengan body yang lebih kecil namun hardware yang lebih “berisi”, maka sangat pantas apabila Apple memberikan sebutan Most Powerful 4 inch phone ever.

Beberapa fitur unggulan dari iPhone SE:

1. A9 chip with 64‑bit architecture (Embedded M9 motion coprocessor)

iPhone SE sangat beruntung mendapatkan chipset terbaru A9 di dalamnya, chipset ini terdiri dari prosesor A9 (Dual Core 1.8GHz) dan co motion prosesor M9 yang selalu menyala untuk penggunaan ringan sehari hari. Sebagai informasi, chipset A9 merupakan chipset dengan  performa terbaik (versi Antutu) di tahun 2015 lalu.

2. 12-megapixel iSight camera with 1.22µ pixels

Sisi kamera juga mengalami peningkatan dari 8MP menjadi 12MP, sensor yang sama persis digunakan di iPhone 6S. Dengan begitu seluruh kemampuan dari kamera tersebut juga ada di iPhone SE ini seperti perekaman video UHD 4K, Full HD slo mo video, Dual Tone Flash dan Retina Flash, dan sebagainya.

3. Apple Pay

Apple Pay merupakan pembayaran cardless yang diperkenalkan Apple

4. Faster Coonectivity : LTE Cat 4  and Dual Band WiFi

Lebih jelasnya, inilah fitur lengkap iPhone SE

Summary

iPhone SE sangat cocok buat mereka yang lebih suka dengan smartphone layar kecil, hardware yang sudah diupgrade total membuat iPhone ini tidak bisa diremehkan sama sekali, bahkan benchmark terbaru mengatakan bahwa iPhone SE lebih baik performanya daripada iPhone 6S. Modelnya yang jadul pun sepertinya bukan alasan untuk menolak, karena model ini terlihat lebih kokoh dibandingkan model iPhone generasi selanjutnya (iPhone 6 dan 6S). Terlebih harga yang ditawarkan Apple cukup masuk akal, USD 399 untuk kapasitas 16Gb dan USD 499 untuk kapasitas 64GB. iPhone SE mulai dijual akhir bulan ini di 5 negara dan bulan May nanti di 110 negara lainnya. So, siap untuk upgrade smartphone mu?

 

Notes:

Kira kira kapan bisa masuk Indonesia?

Untuk versi non garansi (garansi distributor), biasanya beberapa hari setelah dijual di Singapore kita akan menemukan disini. Minusnya, iPhone tersebut tidak dapat diklaim di Apple Authorized Reseller seperti iBox, infinite, eStore, dan sebagainya. Namun apabila kita ingin menunggu versi resminya, dipastikan akan sangat lama. Hal ini terkait dengan peraturan mengenai TKDN (Tingkat kandungan Dalam Negeri) yang mewajibkan semua smartphone dengan jaringan 4G wajib memiliki kandungan dalam negeri minimal 20% tahun 2015 ini (nantinya akan meningkat hingga 40% di tahun mendatang). Mengingat saat ini Apple tidak mempunyai pabrik di Indonesia, sepertinya akan sulit untuk bisa mencapai batas minimal tersebut. Sebagai informasi, bahkan pabrikan besar yang sudah memproduksi smartphone nya disini masih sulit untuk bisa mendapatkan sertifikat TKDN karena mereka kebanyakan merupakan assembly (perakitan) dimana barang barang yang dirakit (raw materials) masih berasal dari luar negeri. Sebagai bukti, sampai saat ini iPhone 6S belum ada versi resminya di Indonesia. Jadi, kalo emang kepengen banget punya iPhone SE, silahkan beli di negara tetangga atau di penjual biasa tapi non garansi.

Info lengkap mengenai TKDN disini

Semoga bermanfaat

Regards,
Taufiq

[HOW TO] Tips Membeli iPhone 2nd

Halo

Per tahun 2015 ini, iPhone sudah memasuki generasi ke 9, jadi udah banyak banget variannya dan untuk beberapa model udah cukup terjangkau. Kali ini gw mau sharing tips gimana caranya beli iPhone 2nd yang aman dan nyaman. Langsung aja ya:

image-61907--86555

Tentukan Budget

Ini paling penting, kisarannya kayak gini nih:

  • iPhone 6    : Rp 7.5jt an (16GB)
  • iPhone 5S  : Rp 5jt an (16GB)
  • iPhone 5    : Rp 3jt an (16GB)
  • iPhone 4S  : Rp 2jt an (8GB)

Harga diatas cuman kisaran aja, bisa jadi lebih murah ataupun lebih mahal, tergantung kondisi unitnya juga. Oia, itu harga patokannya juga untuk kapasitas paling kecil, untuk kapasitas yang lebih tinggi biasanya berkisar antara Rp 500rb – Rp 1jt. Tapi namanya second hand, tergantung si penjual juga mau jualnya berapa. Untuk aksesoris, sebaiknya jangan dinilai terlalu tinggi, malah sebaiknya diitung bonus aja, kecuali yang merknya cukup mahal. Nah, kalo udah tau iPhone mana yang mau dibeli, langsung ke step berikutnya.

Utamakan Bertemu dengan Penjual (Cash On Delivery)

cod_logo

Namanya bekas dipake orang, ada baiknya kita liat langsung kondisi terakhirnya. Karena bisa timbul salah persepsi terutama pada penampilan iPhonenya. Misalnya, penjual bilang keadaan iPhone 80%, dent di beberapa sisi, plus kita dikasih foto. Nah, standar 80% yang diberikan penjual ini kan belum tentu sama dengan persepsi kita. Selain itu, dengan ketemuan kita bisa coba ataupun komplain langsung dengan penjual apabila iPhone yang akan kita beli tidak sesuai dengan deskripsi dari penjual. Daripada beli kucing dalam karung, mending liat langsung deh biar lebih tenang juga kan. Sebelum memutuskan untuk membeli, biasakan untuk mencari perbandingan harga, sekarang ini kan cukup mudah, banyak marketplace yang bisa kita cek harganya aja. Ketika cek harga, juga musti detail sampai kelengkapannya. Jangan sampai kita cek harga di penjual A yang fullset (lengkap dengan dus, handsfree, kabel data, charger) dengan harga unit batangan di penjual B, tentu aja beda. Jadi perhatikan kelengkapan penjualan ketika membandingkan harga satu dengan yang lain.

Yang harus diperiksa di iPhone 2nd

iphone-5s-sf

  • Hardware
    • Mesti dicek secara detail seluruh bagian iPhone, bodynya, kameranya. Coba test kamera, langsung aja ambil gambar atau video. Terus cek port headphone berfungsi atau engga. Tombol power dan home button masih oke atau engga, karena kalo ganti lumayan juga harganya. Dan paling penting cek port chargernya, kabelnya bisa nyala dan adapternya masih oke atau engga. Test juga sekalian telpon, speaker untuk telinga dan speakerphonenya nyala atau engga.

original

  • iCloud
    • Security iPhone termasuk cukup canggih semenjak ada iCloud. Orang lain udah pasti ga akan bisa gunain iPhone kita kalo iCloudnya lock. Maksudnya lock gimana? Jadi misalnya gw jual iPhone nih, pastinya kan login di icloudnya. Nah, gw lupa tuh untuk sign out dari account iCloudnya, otomatis iPhone itu ga akan bisa dipake. Kalaupun dicoba untuk restore software, iPhone akan meminta alamat email terakhir yang digunakan untuk iCloud, jadi kalo kita ga kenal sama yang jual, ya ga bisa dipake iPhonenya. Jadi jangan lupa cek ke Settings – iCloud dan pastikan ga ada alamat email yang nyangkut disitu.

find-my-iphone-activation-lock-clean-or-not-check

  • Serial Number
    • Serial number ini berguna untuk mengetahui darimana iPhone kita berasal. Ceknya bisa di iPhonefrom.com atau coba ketik alamatnya di google, biasanya langsung keluar negara asalnya. Hal ini perlu diketahui karena garansi iPhone itu berlaku lokal, artinya, garansi hanya berlaku di tempat asal iPhone itu dijual. Misal kita beli iPhone di Indonesia, pas lagi jalan jalan ke Jepang iPhone nya rusak, nah, Apple Jepang biasanya akan menolak klaim garansi iPhone tersebut disan, begitu juga sebaliknya. Jadi, kalo emang niat pake iPhone garansi Indonesia, ada baiknya dulu di cek model numbernya. Model number ada di Settings – General

iphone_serial_number

  • Hardware Number
    • Hardware Number perlu diketahui untuk melihat apakah iPhone yang kita beli masih memiliki garansi. Siapa tau si penjual salah juga, mending kita cek sendiri aja. Alamat web untuk ceknya selfsolve,apple,com, disitu kita tinggal input Hardware Number iPhonenya, nanti akan keluar data kapan iPhone itu diaktivasi dan masa berlaku garansi. Untuk melihat Hardware Number ada di Settings – General

Identify-a-Refurbished-Iphone-Step-4

Kalo semuanya udah dicek dan hasilnya sesuai dengan ekspektasi, ga perlu ragu lagi, langsung aja dibayar iPhone nya.

iPhone Refurbished

Mungkin waktu kita lagi nyari nyari iPhone 2nd, ketemu yang namanya iPhone Refurbished. Apa itu Refurbished? Simpelnya, ini iPhone yang rusak dan udah dibenerin sama iPhone bagian yang rusak itu, lalu mereka jual lagi. Karena memang kebijakan Apple sebenernya apabila iPhone rusak dalam masa garansi akan langsung di replace baru. Nah, yang rusak itu yang dibenerin sama Apple trus dijual dengan harga murah. Ruginya dimana? Klaim refurbished ini yang agak susah untuk dipercaya, kalo kita belinya di negara dimana ada Apple Store, atau via web Apple, itu sih ga masalah. Tapi kalo pedagang disini, agak susah. Lah garansi iPhone disini aja bukan replacement, tapi di service, jadi ini refurbished darimana. Yang dikhawatirkan, kalo bukan dari Apple, iPhone refurbished bisa aja diganti komponen internalnya dengan barang yang tidak berkualitas. Belum lagi udah pasti kabel data dan adaptornya belum tentu asli. Jadi emang agak riskan untuk beli iPhone refurbished disini, kecuali kita percaya banget sama penjualnya kalo ini refurbished dari Apple. Daripada beli iPhone refurbished, mending cari yang 2nd sesuai budget. Untuk memastikan iPhone itu refurbished dari Apple, bisa dicek dengan Hardware Numbernya, menurut Apple, produk refurbished mereka bergaransi 1 tahun.

Oke, segitu aja, semoga membantu ya.

Happy Hunting!

Regards,

Taufiq

[RUMOR] Harga iPhone 6 dan iPhone 6 Plus di Indonesia

Halo

Satu hal yang paling penting dalam peluncuran iPhone adalah harganya. Biasanya, harga iPhone di Indonesia lebih mahal dibanding dengan negara tetangga kita lainnya seperti Singapur ataupun Malaysia. Namun, perlu diingat bahwa harga iPhone yang kita bayar apabila membeli di Indonesia sudah berikut paket data yang besarannya bervariasi. Untuk pelanggan pascabayar biasanya mempunyai beberapa pilihan paket bundling. Sementara untuk paket prabayar, biasanya perbedaan paket hanya terjadi apabila kita membeli iPhone dengan operator yang berbeda.

2014-09-09_22-38-02

Jadi, dengan harga yang lebih murah yang dijual di luar negeri, jangan senang dulu. Karena ketika membeli unit di negara lain kita hanya mendapatkan iPhone saja, tanpa paket data. Nah, penggunaan iPhone sangat tidak mungkin tanpa paket data. Meskipun kecil, karena lebih sering terkoneksi dengan jaringan WiFi misalnya, tetap saja kita perlu berlangganan paket data. Sebagai gambaran, berikut harga iPhone yang dirilis di Singapur dan Malaysia.

This slideshow requires JavaScript.

Bisa kita lihat, harga iPhone 6 di Singapur dimulai dengan S$ 988 untuk 16GB hingga S$ 1288 untuk 128GB. Sementara untuk iPhone 6 Plus di Singapur dimulai dengan S$ 1148 hingga S$ 1448, belum dikurangi dengan GST sekitar 5,5%. Sementara di Malaysia, harga iPhone 6 dimulai dari RM 2399 sampai dengan RM 2749 dan iPhone 6 Plus RM 2749 sampai dengan RM 3549.

harga iPhone 6 di Singapura dan Malaysia
harga iPhone 6 di Singapura dan Malaysia

Beda harga antar kapasitas sekitar Rp 1,4jt, walaupun terlihat murah, jangan lupa kalau ini merupakan harga unit saja tanpa paket data. Biasanya, harga iPhone di Indonesia lebih mahal Rp 1jt dibandingkan dengan negara tetangga. Tapi sebagai perbandingan, untuk tahun lalu harga iPhone 5S di Indonesia dimulai dengan Rp 10,5jt. Nah, karena sekarang belum tau estimasinya berapa, kita pakai harga iPhone 5S tahun lalu sebagai perbandingan dengan membeli di luar negeri.

harga

Dari sini bisa kita lihat apabila kita membeli iPhone 6 16GB dengan pemakaian per bulan Rp 150rb, maka dalam setahun kita mengeluarkan Rp 10,5jt. Dan kalo diliat, estimasi harga di Indonesia kurang lebih sama dengan harga iPhone 5S. Kemungkinan terburuk, harga lebih mahal maksimal Rp 1jt, tapi dengan lebih mahal dari harga estimasi tersebut maka harga iPhone sangat tidak menarik. Walaupun dengan begitu masih ada yang akan membeli.

Kemungkinan lain apabila ada tambahan support dari operator dan perbankan, maka harga iPhone bisa menjadi lebih masuk akal. Oia, untuk harga estimasi sudah termasuk dengan paket data dengan bonus minimal, berupa paket data dan paket sms dan telpon gratis. Masih ada pilihan lain mengenai bonus tersebut namun tentunya dengan harga yang lebih mahal.

contoh paket bundling iPhone Telkomsel
contoh paket bundling iPhone Telkomsel

Keuntungan dari membeli barang diluar negeri adalah bisa mendapatkan lebih dulu, selain itu, menurut info dari beberapa sumber, klaim garansi iPhone di luar negeri jauh lebih mudah dibandingkan di Indonesia. Bahkan apabila dalam masa garansi bisa ditukar langsung saat itu juga apabila dirasa memerlukan waktu lama untuk diperbaiki. Harga di luar negeri hanya berlaku apabila kita sedang jalan jalan ke negara tersebut, karena apabila kita sengaja hanya untuk membeli maka cost nya akan jauh lebih mahal dan lebih murah apabila membeli di Indonesia nantinya. Sebenarnya, saat ini sudah banyak iPhone 6 maupun iPhone 6 Plus yang dijual di Indonesia berasal dari luar negeri, namun dibandingkan dengan harga di negaranya, harga iPhone non garansi lebih mahal Rp 1 – 2jt, sehingga akan lebih murah apabila membeli dengan garansi resmi.

save the date
save the date

Untuk melihat harga iPhone non garansi resmi bisa dilihat di situs e-commerce seperti elevenia.co.id ataupun lazada.co.id.

Semoga bermanfaat

Regards,

Taufiqul

[REVIEW] HARMAN/KARDON ONYX STUDIO : Beautiful Sound

Hello!

Ini speaker yang menurut gw sangat susah untuk di review. Dari merk aja udah menang banyak, begitu liat desainnya ya menang lagi, perkenalkan harman/kardon Onyx Studio

DESAIN

Siapa yang bilang jelek? Speaker ini luar biasa cantik, simpel dan menarik. Tulisan merk di depan udah ngasih tau kita kalo speaker ini mempunyai kualitas tinggi. Beberapa tombol yang ada yaitu, tombol power, volume up/down, udah itu aja. Satu lagi hanya lambang status koneksi bluetooth.
Begitu liat disainnya, langsung bingung mau taro dimana. Ga ada sudut di kamar gw yang cukup pantes buat disandingkan dengan speaker ini. Seriously very nice. Oia, di bagian belakang atas ada handle supaya speaker ini bisa dengan mudah dibawa bawa. Selain itu ada juga port untuk power supply dan juga microUSB yang entah gunanya buat apa.
Sangat premium!

FITUR

Satu satunya koneksi yang bisa dilakukan oleh speaker ini adalah melalui bluetooth. Koneksinya juga gampang, cukup sekali pairing, dan bisa multi pairing namun cuman satu device yang bisa berhubungan. Artinya gini, misalnya punya iPhone dan iPad, dua duanya bisa didaftarin ke speaker ini, nanti yang mana yang nyala bluetoothnya itu yang akan konek ke speaker ini. Kalo misalnya dua duanya nyala gimana, nah speaker ini akan memilih device yang terakhir terkoneksi. Kalo sebelumnya iPhone yang konek, maka iPad jadi ga konek, mesti matiin dulu bluetooth di iPhone.
Ada tambahan, di dalem speaker ini ternyata udah ada batere yang bisa digunakan untuk 5 jam pemakaian sekali charge. Jadi ketika batere abis, kita colok ke power outlet, nanti dia akan ngisi baterenya, tandanya yaitu lampu power akan kedap kedip. Kalo baterenya sudah penuh, nanti lampu di tombol powernya akan berenti kedap kedip. Nah, kalo mau pake batere, kita cabut dulu tuh colokan listriknya. 

SUARA

Ini paling penting, ah engga juga sih menurut gw. Tapi kalo speaker suaranya jelek, ya ngapain dibeli ya kan?
Menurut gw suara yang keluar dari speaker ini masih diatas rata rata. Kalo dibandingin dengan portabilitasnya sih oke banget. Ga mungkin dong gw bandingin speaker ini dengan yang 2.1, kan ga sekelas. Yang jelas suaranya super duper jernih, jadi seneng dengernya. Powernya juga lumayan gede. Dan dia punya dual passive radiator yang digunakan untuk membantu memproduksi nada rendah.

VERDICT

Mungkin banyak yang ngeliat iklan di koran ataupun di toko toko kalo speaker ini dijadikan bonus pembelian iPhone di beberapa toko. Jangan sedih, itu bukan berarti speaker ini ga laku atau kualitasnya ga bagus. Speaker ini baru keluar kok, dan memang kalo di Amrik sendiri dijadikan product bundling dengan smartphone lain. Disini dijadikan bonus kalo kita beli iPhone, mulai dari iPhone 4S 8GB yang dijual seharga 4,5jt.
Awalnya speaker ini jadi bonus pembelian Lenovo Vibe Z
Terus sempet ada promo dari BCA
Jadi berapa sebenernya harga speaker ini. Sebenernya kalo diitung itung, walaupun valuenya selalu dibilang Rp 3,999rb tapi nilai aslinya kemungkinan Rp 2jt. Bahkan, speaker bonus kadang dijual Rp 1,5jt saja. Jadi kalo mau beli, cari aja di forum supaya harganya bisa lebih murah. Kecuali kalo kebetulan lagi pengen beli iPhone baru, ya bisa sekalian.
Yang jelas, kalo buat gw, sebagai bonus sih valuenya tinggi banget speaker ini. Kalopun disuruh beli, menurut gw harganya diatas 2,5jt lah. Walaupun kalo dijual 4jt pun ga salah juga, cuman ga banyak aja yang beli.
Kalo gw mikirnya gini, ga nyala aja udah cukup cantik untuk jadi pajangan. Begitu dengerin suaranya, hmm jadi makin seneng deh, apalagi ga pake kabel kabelan kan tinggal pake bluetooth aja. Dan lagu yang didenger bisa dengan gampang kita atur, kan dari hape kita sendiri. Terus begitu tau kalo di dalemnya ada batere yang kuat buat mainin lagu selama 5 jam, itu bikin speaker ini lebih menarik sih. Udah kalo punya duit sih merem aja belinya, apalagi kalo rumahnya memerlukan barang barang cantik dan fungsional. Kan speaker ini bisa bunyi ga cuman dijadiin pajangan.
Regards,
Taufiq

[REVIEW] PLANTRONICS BACKBEAT GO 2: Fitness Friendly

Hello!

Kali ini gw mau review sebuah bluetooth headset keluaran Plantronics, namanya Backbeat Go 2.

Ini sebenernya termasuk pembelian yang ga disengaja, jadi ceritanya gw lagi jalan jalan ke sebuah web e commerce yang lumayan terkenal. Terus gw iseng liat produk ini, eh ada tulisan Tawar Online, yaudah iseng aja gw tawar. Pas nawar gw isengin aja kurangin 20% dari harganya, eh bisa. Setelah galau beberapa saat akhirnya gw putuskan untuk beli headset ini.

Sebenernya ada pertimbangan lain juga sih, rencananya gw akan menggunakan headset ini sambil lari. Iya, karena emang lebih ringkes tanpa kabel dan berdasarkan info yang gw dapet, headset ini emang diciptakan tahan keringet. Sebelum berlanjut, liat dulu isi kotaknya:

Oia, Backbeat Go 2 dijual 2 macem, yang pertama dengan charging case, dan yang lain ga pake charging case. Yang gw temuin sih yang pake charging case, beda harganya kalo ga salah cuman beberapa ratus ribu, sayang kalo ga pake charging case.

Isi paketnya yaitu:

 – Headset
 – Kabel data
 – Eartips (S, M, L)
 – Charging Case

Abis gw buka, gw langsung cobain eartips nya mana yang cocok, karena ini paling penting. Abis itu coba di charge, untuk bisa sampe penuh dibutuhkan waktu sekitar 90 menit dari keadaan batere kosong.
Setelah terisi penuh, gw coba untuk menghubungkan headset ini dengan iPhone gw, ga butuh lama sih pairingnya juga gampang. Oia, headset ini juga ngasih tau info batere, udah konek apa belum, perlu di charge, melalui suara. Kalo di iOS, pas udah konek ke headset ini, nanti akan keliatan juga status battery di sebelah logo bluetoothnya.

DESAIN

Pertama kali liat disainnya gw langsung tertarik. Gw cari tau, ternyata dia bisa tahan air dan emang bisa digunakan sambil berolahraga. Cuman ada kabel yang menghubungkan headset kiri dan kanan, serta control pad untuk nyalain headset, tambah dan kurangin volume. Di headset sebelah kanan, bagian luar terdapat penutup lubang charger. Jadi dipastikan aman dari air ataupun debu saat dipakai.
Di headset sebelah kanan juga, ada lampu kecil yang akan menyala ketika headset di charge. Menurut gw, model headset ini sangat menarik, simple dan ga ribet. 

SUARA

Menurut gw, suara yang dikeluarkan headset ini sangat bagus. Selain itu, karena bentuknya adalah In Ear Monitoring (IEM), jadi kuping cukup kedap. Belum ada lagunya aja udah cukup untuk ngurangin suara yang ada di sekitar. Gw coba beberapa lagu, mulai dari jazz yang ringan sampe lagu ajep ajep yang kaya dentuman bass, impresi gw sebagai berikut
Bass nya cukup, midnya oke, treble sangat jelas, vokal sangat ketengah. Sound stage lumayan, tapi belum terlalu detail.
Untuk standard headset tanpa kabel, suara yang dihasilkan udah oke banget. Gw cukup puas sih, dibanding dengan Halo 2 gw sebelumnya, Backbeat Go 2 ini menang banyak. 

BATERE

Sekali charge, Backbeat Go 2 bisa tahan untuk dipakai selama 4 – 5 jam. Lebih singkat dari Halo 2 gw yang bisa sampe 8 jam. Tapi mengingat bentuknya yang lebih kecil, dapat dimaklumi. Ga enaknya sih, kalo lagi nongkrong agak lama gitu bisa aja tiba tiba musti nge charge. Untungnya ada charging case.
Charging case ini bisa nambahin masa pakai menjadi hingga 14.5 jam, fitur fast charging 20 menit bisa untuk pemakaian selama 1 jam. Jadi, selesai make dan kita tau baterenya udah abis, pas nyimpen langsung aja di charge. Setelah itu mau kita pake lagi headset ini udah full. Charging casenya kualitasnya juga sangat bagus, jangan khawatir headset akan rusak pake case itu.

VERDICT

Headset ini sangat cocok buat orang yang suka olahraga. Gampang dipake dan suaranya juga bagus. Buat yang suka lari, gw udah pernah coba lari pake headset ini dan hasilnya enak banget. Ga gampang copot dan pastinya ga ribet dengan kabel kabel yang nyambungin headset dengan hape. Udah gitu, daya tahan baterenya menurut gw cukup lah kalopun kita mau lari marathon, 4 – 5 jam. Lagian kan ga selama lari kita dengerin lagu.
Dari segi harga, emang lumayan ya, kalo ga gw tawar kayak kemaren juga gw agak males karena udah masuk batas psikologis mahal. Tapi tenang aja, worth every penny kok, ga akan menyesal beli headset ini. Untuk orang orang yang ga suka ribet, suka denger lagu, suka olahraga, dan pengen keliatan trendi, headset ini sangat cocok untuk dibeli.
Regards,
Taufiq

[REVIEW] LUMIX GM1 : Supermassive Features (Part 2)

Ini sambungan dari postingan pertama, untuk yang belum baca, silahkan klik disini

Supermassive Features

Sebenernya kamera ini punya banyak banget fitur canggih, jadi pas kita make ya gambar yang dihasilkan udah pasti bakalan bagus banget. Disini gw akan bahas beberapa fitur aja, yang gw udah coba dan menurut gw keren banget.

Creative Control

Ceritanya, kemaren sore gw mau moto, tapi males keluar rumah, jadi gw coba keluar kamar, ketemu langit.

Duh, tapi awannya lagi ga bagus, coba foto matahari…
Loh, ini kok tiba tiba mendung awannya?

Nah, sekarang, kenapa mataharinya terlihat kuning banget?
Coba foto lagi, eh sekarang foto gw ada shadow di sekitarnya…

Scenenya sama, jeda antar foto ga lebih dari 5 menit, tapi hasilnya beda beda. Yup, itulah fitur yang sangat menarik dari kamera ini, Creative Control.

Creative Control fungsinya mirip dengan photo filter, seperti di instagram, path, snapseed, ataupun software lainnya. Tapi, karena ini built ini di camera, jadi kita dari awal bisa nentuin foto seperti apa yang kita mau, tanpa perlu edit software lagi. Filternya juga menarik, High Dynamic, Silky Monochrome, Impressive Art, Toy Effect, Toy Pop, Bleach Bypass, dan sebagainya. Semuanya oke dan keren, tone warna yang berbeda beda bikin foto kita jauh lebih menarik. Ada sih orang yang suka natural color, tapi kalo foto kita beda dari yang lain, walau scenenya sama, nanti akan ada pertanyaannya “Ini motonya gimana sih?”

Ini gw contohin filter yang gw cukup suka, Star Filter.

Star Filter

Coba di klik fotonya biar gede gambarnya, di beberapa titik di tulisan starbucks ini ada bintang bintangnya…

Ini untuk foto lainnya…

Seru? Iya! Hasil foto yang ga biasa bikin kita ga pernah bosen buat moto moto pake kamera ini. Dan penggunaannya juga ternyata gampang banget, tinggal pilih mode Creative Control, trus nanti menu di kamera akan menyesuaikan, kita bisa milih scene apa yang kita mau pake, kekuatan filternya. Dan satu lagi scene Creative Control yang gw paling suka, One Point Color.

One Point Color

Seperti namanya, fitur ini hanya akan menghasilkan warna untuk warna yang sudah kita pilih sebelumnya. Ini menarik, dan sangat untuk, nah untuk coba pake fitur ini, kebetulan banget lagi ada Launching Vespa Primavera di Atrium Plaza Senayan, karena udah pasti kalo Vespa yang launching itu bakalan keren dan pastinya colorful banget. Nih coba liat hasil fotonya.

Percobaan pertama, pilih warna merah

Pilih warna coklat…

Awalnya gw agak bingung emang gimana cara kita milih warnanya, setelah utak atik sedikit, ketemu lah caranya, ada di menu dengan gambar pinsil. Udah ketemu cara milih warnanya, tapi kok ga keluar juga ya warnanya, maksud gw kenapa bisa washed gini efeknya.

Vespanya warna biru, tapi kok pas gw pencet pencet warna Vespanya yang biru, ga keluar juga. Oh iya, untuk pilih pilih warna, cukup teken teken aja layar LCD nya, gampang banget kok. Nah ternyata, kita bisa nentuin juga kadar ke’biru’an gambar ini.

 Akhirnya gw nemuin caranya, cakep deh warnanya.

Nah, kalo kayak gini baru cakep kan. Liat, warna yang keluar cuman biru, ga cuman di Vespanya, di latar belakang juga ada orang yang memakai baju warna biru, bajunya cakep, orangnya pucet. Super Seru ini, gw coba warna lain.

Wah ini warnanya jadi pucet pucet gitu ya, tau deh salahnya dimana.

Ambil gambar agak jauhan.

Ajib ya, warna merah trus bergradasi jadi oren kalo agak jauhan. Suka banget fitur ini, kalo pengen terlihat unique, one must be different, ya kan?

WiFi Connectivity

Ini fitur favorit gw selanjutnya. Dengan udah terintegrasinya WiFi di kamera ini, jadinya kita bisa menyambungkan smartphone kita secara langsung ke kamera ini (WiFi direct) ataupun menggunakan Access Point (kamera dan hape konek ke Access Point yang sama). Terus, kalo bisa nyambung ke smartphone, bisa diapain? Nah ini canggihnya, setelah kita konek dengan smartphone, kamera akan minta kita untuk membuka aplikasi Image App. Di aplikasi ini kita bisa mengontrol hampir semua fungsi dan fitur yang ada di kamera kita.

Ini contoh tampilan di iPhone

Ini contoh tampilan di iPad

Ini modelnya sengaja di blur in, tapi tenang aja, kalo fitur face recognition tetep jalan kok.

Liat ada kotak kuning di sekitar mukanya Jaka, nah face recognition tetep ke push di aplikasi ini.

Nah, bisa keliatan di dua gambar diatas, kalo fungsi kontrol kamera ini seperti take shot, video recording, white balance, self timer, touch focus, dan banyak lagi. Contoh lain lagi, kalo kita lagi di mode Creative Control, kita juga bisa ngubah scene dari smartphone kita, artinya, dengan ada aplikasi ini, kita bisa melakukan control jarak jauh ke kamera kita.

Oia, pasti pada nanya, laggy ga gambarnya di hape kita? Jawabanya, engga! coba kalo kita zoom ini foto screen capture di iPad, di atas sebelah jam tuh ada kecepatan downstream dari kamera ke iPad, hampir 10Mbps, jadi dijamin ga ngelag, semuanya instant.

Seperti yang gw bilang sebelumnya, dengan adanya aplikasi Image App ini, kita ga perlu sedeket itu dengan kamera kita, dari jauh juga bisa, jangkauan WiFi kan lumayan jauh, paling engga lebih jauh dari bluetooth. Tapi ya jangan kejauhan juga, entar kameranya malah ilang. Dengan begitu, ini yang lumayan penting, kita bisa ngambil gambar dari hape kita, kita bisa remote selfie, tanpa tongsis! hahaha Mari kita lihat foto fotonya.

Di foto atas keliatan gw lagi megang kamera untuk ambil gambar. Kameranya ditaro di meja depan kita gitu aja, hehehe. Seru kan, bisa narsis tapi ga norak, malah cenderung canggih, hahaha. Gw suka banget sih fitur ini, karena jaraknya lumayan bisa jauh, dan yang pasti gambarnya sesuai dengan yang kita inginkan, karena kalo minta tolong orang kan gambarnya belum tentu bagus. Lanjutin lagi ya, foto foto remote selfienya.

Nah kan ini seru banget! hahaha
Dan yang lebih seru lagi, di aplikasi Image App ini kita bisa browse foto foto yang udah ada di dalem kamera kita. Setelah itu, kita bisa langsung transfer foto foto tersebut ke memory hape kita. Keren kan? Jadi kita bisa langsung foto yang kita ambil dari kamera kita untuk di posting di social media. Tanpa menggunakan kabel sama sekali, yang penting hapenya udah terinstall aplikasi Image App. Membantu banget sih, karena kadang kamera hape, terutama kalo udah malem gambarnya kurang bagus, jadi pake aja kamera beneran, trus abis foto langsung transfer ke hape, simpen gambarnya dan bisa langsung posting.

Menarik kan? Canggih kan? Seru kan?

Iya, itu juga yang gw rasain waktu make kamera ini. Pertama sih norak juga ya makenya, tapi lama lama ini bisa jadi kebutuhan juga. Bayangin lo lagi liburan super seru dengan pemandangan super indah, ga sabar untuk langsung dipamerin ke temen temen, nah berguna banget fitur kayak gini. Terus lo lagi liburan rame rame, bawa sih tripod, tapi ya kebetulan ga ada orang yang bisa pencetin tombol shutternya, jangan khawatir, sambungin aja ke hape lo dan klik tombol shutternya dari layar hape lo.

Stop Motion Animation

Nah, ini kayaknya lagi trend gitu ya di socmed Vine sama Instagram. Cuman sayangnya gw belum sempet explore lebih jauh, padahal menurut gw ini juga menarik. Jadi kita ambil beberapa gambar, nah nanti dia kan satuin itu jadi animasi selama beberapa detik. Nah gw baru bisa coba ada sekitar 75 gambar yang dijadiin satu animasi berdurasi 3 detik.

Coba dimaenin aja video diatas, gw baru berhasil sampe kayak gitu. Nanti kapan waktu kalo ada kesempatan buat explore lagi pasti akan gw coba. Sebenernya ada juga fitur Time Lapse Shot, tapi belum sempet coba juga.

Ga kebayang sih gw baru beberpapa fitur aja, udah girang begini. Kebanyakan nih cerita gw, lanjutin part 3 besok ya.

Bersambung…

note:
– Terima kasih kepada para model yang udah ada disini, matahari, langit, starbucks, atrium plaza senayan, vespa primavera biru, vespa primavera merah, iPhone, iPad, dan temen temen yang udah mau jadi object foto kamera ini (Jaka, Ade, Bagong, Ranggi, dan Bagus)
– GM1 difoto menggunakan Lumix GF1, yaitu neneknya GM1 kali ya, DSLM angkatan pertamanya Panasonic. Tapi lensa fix nya masih juara.