[INFO] LG G FLEX 2: True Curvy Phone

Semenjak diberikan kepercayaan untuk memproduksi Nexus, pamor smartphone LG semakin naik. Sebenernya, LG sudah menjadi pelopor di beberapa fitur smartphone seperti layar 3D tanpa kacamata, prosesor super cepat, layar tajam, dan sebagainya. Namun sayangnya kecanggihan fitur tersebut tidak dibarengi dengan update software yang teratur. Bahkan, banyak sekali smartphone canggih LG yang lantas obsolete setelah beberapa bulan pemakaian karena tidak adanya dukungan pengembangan sistem operasi. Kekurangan ini mulai diperbaiki oleh LG yang belakangan cukup rajin mengupdate sistem operasi pada smartphone nya. Sebagai contoh, flagship LG G3 yang diperkenalkan dengan sistem operasi Jelly Bean, kni sudah bisa merasakan OS terbaru Android 5.0 Lollipop. Kali ini, LG memperkenalkan penerus dari LG G Flex yaitu LG G Flex 2, cukup banyak perubahan yang dilakukan pada model terbaru ini.

LG G Flex
LG G Flex

Seri G Flex merupakan flagship dari smartphone LG yang memiliki ciri khas desain berbentuk lengkung pada seluruh bagian telepon. Desain ini, menurut LG, akan memudahkan kita dalam melakukan aktifitas bertelepon karena letak microphone yang dekat dengan mulut. Selain itu, layar melengkung juga membuat tampilan gambar ataupun video menjadi lebih maksimal. Hal ini dikarenakan sudut pandang mata kita yang hamper sama antara pandangan di depan dengan pandangan di samping. Selain itu, seri ini juga menunjukkan kapasitas LG sebagai produsen yang mampu membuat layar melengkung dengat teknologi P-OLED. Mari kita lihat spesifikasi dari LG Flex 2 ini.

  • Qualcomm MSM8994 Snapdragon 810 Octa-core (Quad-core 1,53GHz Cortex-A53 & Quad-core 2GHz Cortex-A57)
  • Adreno 430 GPU
  • Curved P-OLED 5,5″ Full HD (1920x1080p) ~403 ppi
  • Internal Memory 16GB, 2GB RAM atau 32GB, 3GB RAM
  • Micro SD up to 128GB
  • 13MP rear camera, 4K@30fps (3840x2160p) video recording
  • 2,1MP front camera, Full HD video recording
  • Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, dual-band, hotspot, Bluetooth v4.0, NFC
  • Support 4G LTE cat6 up to 300MBps
  • 1 x 75.3 x 7.1-9.4 mm, 152g
  • 3000mAH, fast charging
  • Self-healing back panel coating
LG G Flex 2 (kiri) vs LG G Flex (kanan)
LG G Flex 2 (kiri) vs LG G Flex (kanan)

Dibandingkan dengan seri pertama, G Flex 2 mempunyai layar yang lebih kecil yaitu 5,5” (vs 6,0” G Flex), selain itu ketajaman layar juga meningkat dengan disematkannya layar Full HD. Sebagai perbandingan, layar G Flex hanya beresolusi HD dengan tingkat kerapatan ~245ppi sementara penerusnya mempunyai kerapatan ~403ppi. Hal ini membuat gambar dan video yang ditampilkan di layar lebih kaya akan warna. Yang cukup menarik adalah penggunaan prosesor hi end terbaru dari Qualcomm seri Snapdragon 810. Prosesor ini merupakan dari penerus dari seri sebelumnya yang banyak dipakai di flagship Snapdragon 801. Prosesor ini mempunyai 8 inti (Octa-core) yang terbagi menjadi dua dengan stuktur big.LITTLE. Dimana terdapat 4 inti Cortex-A53 dengan kecepatan 1,53GHz untuk komputasi rendah dan 4 inti Cortex-A57 berkecepatan 2GHz untuk komputasi tinggi. Selain itu, apabila diperlukan, kesemua inti prosesor dapat bekerja bersamaan. Prosesor generasi terbaru ini juga mendukung teknologi komputasi baru 64-bit.

Qualcomm Snapdragon 810
Qualcomm Snapdragon 810

Seri ini memberikan 2 pilihan model dengan pembedaan memori internal sebesar 16GB dan 32GB, dimana pada model pertama memiliki RAM 2GB sementara yang berikutnya 3GB. Hal ini cukup aneh mengingat sebenarnya lebih baik LG memberikan satu pilihan RAM dengan beberapa pilihan internal memori. Dengan penggunaan RAM, misalnya, 3GB maka dapat dipastikan kinerja smartphone ini akan lebih maksimal. Apabila diperlukan, G Flex 2 mempunya slot microSD yang dapat diisi dengan kapasitas hingga 128GB. Resolusi kamera belakang masih sama dengan sebelumnya yaitu 13MP, namun kali ini LG menanamkan fitur laser-assisted auto focused yang menjanjikan kinerja auto focus lebih cepat. Selain itu, bagi yang gemar merekam video, smartphone ini dapat melakukan perekaman video resolusi tinggi 4K (3840×2160) pada 30 frame per second.

gf2-fb

Dengan penggunaan hardware berspesifikasi tinggi, maka dipastikan G Flex 2 akan haus akan energy. LG membenamkan baterei dengan kapasitas 3000mAH dan fitur fast charging yang mampu mengisi baterei lebih cepat hingga 50%. Selain itu, back panel bagian belakang mempunyai teknologi self-healing yang mampu mengembalikan bentuk, apabila terkena goresan, dalam waktu 10 detik. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat video produk G Flex 2 dibawah ini.

LG G Flex 2 merupakan flagship yang mempunyai keunikan tersendiri dengan desain melengkung. Kini hadir dengan layar yang lebih kecil sehingga lebih mudah digenggam. Spesifikasi hardware tinggi memastikan pengalaman menggunakan smartphone yang mulus tanpa lag. LG pun saat ini sudah rutin melakukan update software pada smartphone nya, jadi jangan khawatir akan selamanya menggunakan Android Lollipop 5.0.1 selamanya di saat smartphone lain sudah menggunakan versi OS terbaru. Di beberapa negara, G Flex 2 sudah mulai diperkenalkan dengan harga yang cukup premium yaitu sekitar $800 atau Rp 10jt an.

android-lollipop

Regards,

Taufiqul

[INFO] Konsep Penamaan Gadget part 2 (Apple, LG, dan Xiaomi)

Post ini merupakan sambungan dari Part 1

4. Apple

Official_Apple_Logo_2013_Pictures_5_HD_Wallpapers

Apple yang paling simpel penamaan gadgetnya. Karena tiap tahun perubahannya ga terlalu signifikan. Kadang hanya nama model dan nomor model plus 1. Jadi misalnya tahun lalu ada iPad Air 2, maka kemungkinan di tahun depan ada iPad Air 3. Atau penggunaan huruf S untuk seri minor change (seringkali hanya perubahan internal hardware, bagian luar masih sama.

iphones-on-display

Di iPhone, kira kira setahun setelah dikeluarkannya iPhone 3G, Apple memperkenalkan iPhone 3Gs. Hal yang sama berulang di iPhone 4 dengan suksesornya iPhone 4S, dan iPhone 5 dengan suksesornya iPhone 5S. Memang ada juga perubahan yang cukup terasa, seperti pada iPhone 5S dimana terdapat fingerprint sensor, namun secara bentuk (form factor) tidak berubah.

iPad.2014.family

Jadi untuk Apple, semestinya kita tidak terlalu kesulitan ketika memilih mana yang paling bagus dari serinya. Cukup untuk mengetahui nomor modelnya, kita bisa menebak ini model terbaru atau bukan. Oia, untuk Apple, karena setiap tahun tidak banyak mengeluarkan gadget, biasanya gadget yang ada di tahun sebelumnya menjadi mid level. Karena menurut saya, sampe sekarang belum ada produk Apple yang dijual untuk entry level, kalau dilihat harganya.

iPhone_5s_vs_iPhone_6

  • Mid Level : iPhone 5C dan iPhone 5S. iPad Mini, iPad Mini 2 dan iPad Air
  • Flagship : iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. iPad Mini 3 dan iPad Air 2

5. LG

LG_log

Untuk LG, jangan terkecoh dengan penamaan yang biasanya ada di toko toko smartphone. Karena bisa saja kita terkecoh. Kadang nama smartphone yang mirip tidak menggambarkan aslinya. Memang yang terjadi saat ini ada di keluarga LG G3. Kemungkinan di seri ini LG hanya ingin memberikan nama model per generasi. Jadi jangan sampe salah, LG G3 tidak mempunyai spesifikasi yang sama ataupun mirip dengan LG G3 Beat ataupun LG G3 Stylus. Keduanya mempunyai kelas dibawahnya.

g3 series PR1

Jadi, untuk LG, kita mesti rada seksama untuk melihat nomor model bukan nama modelnya. Seperti untuk seri LG G3 mempunyai nomor model LGD855, sementara untuk LG G3 Stylus mempunyai nomor model LGD690, yang terakhir LG G3 Beat nomor modelnya LGD724. Ngeliat nomor model biasanya ada di belakang kotak, atau ketika kita ke toko smartphone biasanya ada di bawah nama modelnya.

lg_l_bello_lg_l_fino

Untuk kelas menengah lainnya terdapat smartphone LG seri L, ada L Fino (LGD295) dan L Bello (LGD335). Sementara untuk seri entry level terdapat seri L20 (LGD105) dan L40 (LGD170). Jadi, untuk smartphone LG jangan sampe salah untuk menentukan jenis apa yang kita beli. Walaupun dengan harga kita bisa mengetahui lebih mudah, namun apabila kita mengetahui nomor modelnya, kita akan lebih mudah mengerti smartphone apa yang kita dapatkan.

  • Entry Level : LGD 1xx dan LGD 2xx
  • Mid Level : LGD 6xx dan LGD 7xx
  • Flagship : LGD 8xx dan LGD 9xx

6. Xiaomi

2000px-Xiaomi_logo.svg

Ini yang lagi cukup hangat dibicarakan setelah peluncuran produk barunya. Xiaomi merupakan produsen elektronik yang baru berumur kurang dari 5 tahun (berdiri 6 April 2010). Sebenernya masih tergolong mudah untuk melakukan pembedaan dari produk Xiaomi. Ketika awal berdiri smartphone yang pertama kali diluncurkan adalah Mi1.

10446112_744864815554622_6621804460788370729_o

Xiaomi setiap tahun memperkenalkan penerus dari generasi Mi. Hingga saat ini seri Mi sudah masuk generasi ke  4. Sementara itu, Xiaomi juga memiliki seri entry level yang dinamakan Redmi. Walaupun masuk di kelas entry level, namun dari segi spesifikasi Redmi masuk kategori Mid Level. Mirip dengan seri Mi yang secara harga masuk di kelas Mid Level namun dari segi spesifikasi ada di kelas flagship.

Xiaomi-Mi3-vs-Xiaomi-Mi4

Hal yang menarik adalah, 15 Januari 2015 lalu Xiaomi meluncurkan seri terbaru yaitu Mi Note dan Mi Note Pro. Sementara saat ini di pasaran sudah terdapat smartphone Xiaomi seri Redmi Note, apakah yang Mi Note merupakan penerus dari Redmi Note? Tentu saja tidak, karena dari segi penamaan saja sudah berbeda. Makanya dari segi harga pun untuk seri Mi Note hampir 2 kali dari Redmi Note. Mi Note merupakan smartphone Xiaomi di kelas Mi (Flagship), untuk saat ini kemungkinan merupakan line up terbaru untuk melengkapi Mi4.

xiaomi-mi-note-pro-1-710x710

Jadi, untuk Xiaomi kira kira seperti ini:

  • Entry Level : Redmi 2 dan Redmi Note
  • Flaship : Mi 4, Mi Note, dan Mi Note Pro

Itu kira kira konsep penamaan gadget dari beberapa merk yang ada di Indonesia. Semoga dengan adanya info ini kita bisa lebih mudah dalam memilih gadget yang sesuai dengan keinginan kita. Dan juga tidak salah kaprah, kadang yang kita beli harganya lebih mahal dari seharusnya karena nama modelnya yang mirip dengan seri flagshipnya.

Semoga membantu

Regards,

Taufiqul