[INFO] Konsep Penamaan Gadget part 2 (Apple, LG, dan Xiaomi)

Post ini merupakan sambungan dari Part 1

4. Apple

Official_Apple_Logo_2013_Pictures_5_HD_Wallpapers

Apple yang paling simpel penamaan gadgetnya. Karena tiap tahun perubahannya ga terlalu signifikan. Kadang hanya nama model dan nomor model plus 1. Jadi misalnya tahun lalu ada iPad Air 2, maka kemungkinan di tahun depan ada iPad Air 3. Atau penggunaan huruf S untuk seri minor change (seringkali hanya perubahan internal hardware, bagian luar masih sama.

iphones-on-display

Di iPhone, kira kira setahun setelah dikeluarkannya iPhone 3G, Apple memperkenalkan iPhone 3Gs. Hal yang sama berulang di iPhone 4 dengan suksesornya iPhone 4S, dan iPhone 5 dengan suksesornya iPhone 5S. Memang ada juga perubahan yang cukup terasa, seperti pada iPhone 5S dimana terdapat fingerprint sensor, namun secara bentuk (form factor) tidak berubah.

iPad.2014.family

Jadi untuk Apple, semestinya kita tidak terlalu kesulitan ketika memilih mana yang paling bagus dari serinya. Cukup untuk mengetahui nomor modelnya, kita bisa menebak ini model terbaru atau bukan. Oia, untuk Apple, karena setiap tahun tidak banyak mengeluarkan gadget, biasanya gadget yang ada di tahun sebelumnya menjadi mid level. Karena menurut saya, sampe sekarang belum ada produk Apple yang dijual untuk entry level, kalau dilihat harganya.

iPhone_5s_vs_iPhone_6

  • Mid Level : iPhone 5C dan iPhone 5S. iPad Mini, iPad Mini 2 dan iPad Air
  • Flagship : iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. iPad Mini 3 dan iPad Air 2

5. LG

LG_log

Untuk LG, jangan terkecoh dengan penamaan yang biasanya ada di toko toko smartphone. Karena bisa saja kita terkecoh. Kadang nama smartphone yang mirip tidak menggambarkan aslinya. Memang yang terjadi saat ini ada di keluarga LG G3. Kemungkinan di seri ini LG hanya ingin memberikan nama model per generasi. Jadi jangan sampe salah, LG G3 tidak mempunyai spesifikasi yang sama ataupun mirip dengan LG G3 Beat ataupun LG G3 Stylus. Keduanya mempunyai kelas dibawahnya.

g3 series PR1

Jadi, untuk LG, kita mesti rada seksama untuk melihat nomor model bukan nama modelnya. Seperti untuk seri LG G3 mempunyai nomor model LGD855, sementara untuk LG G3 Stylus mempunyai nomor model LGD690, yang terakhir LG G3 Beat nomor modelnya LGD724. Ngeliat nomor model biasanya ada di belakang kotak, atau ketika kita ke toko smartphone biasanya ada di bawah nama modelnya.

lg_l_bello_lg_l_fino

Untuk kelas menengah lainnya terdapat smartphone LG seri L, ada L Fino (LGD295) dan L Bello (LGD335). Sementara untuk seri entry level terdapat seri L20 (LGD105) dan L40 (LGD170). Jadi, untuk smartphone LG jangan sampe salah untuk menentukan jenis apa yang kita beli. Walaupun dengan harga kita bisa mengetahui lebih mudah, namun apabila kita mengetahui nomor modelnya, kita akan lebih mudah mengerti smartphone apa yang kita dapatkan.

  • Entry Level : LGD 1xx dan LGD 2xx
  • Mid Level : LGD 6xx dan LGD 7xx
  • Flagship : LGD 8xx dan LGD 9xx

6. Xiaomi

2000px-Xiaomi_logo.svg

Ini yang lagi cukup hangat dibicarakan setelah peluncuran produk barunya. Xiaomi merupakan produsen elektronik yang baru berumur kurang dari 5 tahun (berdiri 6 April 2010). Sebenernya masih tergolong mudah untuk melakukan pembedaan dari produk Xiaomi. Ketika awal berdiri smartphone yang pertama kali diluncurkan adalah Mi1.

10446112_744864815554622_6621804460788370729_o

Xiaomi setiap tahun memperkenalkan penerus dari generasi Mi. Hingga saat ini seri Mi sudah masuk generasi ke  4. Sementara itu, Xiaomi juga memiliki seri entry level yang dinamakan Redmi. Walaupun masuk di kelas entry level, namun dari segi spesifikasi Redmi masuk kategori Mid Level. Mirip dengan seri Mi yang secara harga masuk di kelas Mid Level namun dari segi spesifikasi ada di kelas flagship.

Xiaomi-Mi3-vs-Xiaomi-Mi4

Hal yang menarik adalah, 15 Januari 2015 lalu Xiaomi meluncurkan seri terbaru yaitu Mi Note dan Mi Note Pro. Sementara saat ini di pasaran sudah terdapat smartphone Xiaomi seri Redmi Note, apakah yang Mi Note merupakan penerus dari Redmi Note? Tentu saja tidak, karena dari segi penamaan saja sudah berbeda. Makanya dari segi harga pun untuk seri Mi Note hampir 2 kali dari Redmi Note. Mi Note merupakan smartphone Xiaomi di kelas Mi (Flagship), untuk saat ini kemungkinan merupakan line up terbaru untuk melengkapi Mi4.

xiaomi-mi-note-pro-1-710x710

Jadi, untuk Xiaomi kira kira seperti ini:

  • Entry Level : Redmi 2 dan Redmi Note
  • Flaship : Mi 4, Mi Note, dan Mi Note Pro

Itu kira kira konsep penamaan gadget dari beberapa merk yang ada di Indonesia. Semoga dengan adanya info ini kita bisa lebih mudah dalam memilih gadget yang sesuai dengan keinginan kita. Dan juga tidak salah kaprah, kadang yang kita beli harganya lebih mahal dari seharusnya karena nama modelnya yang mirip dengan seri flagshipnya.

Semoga membantu

Regards,

Taufiqul

Advertisements

[INFO] Konsep Penamaan Gadget part 1 (Nokia, Samsung, dan Sony)

Halo

Setiap bulannya muncul puluhan gadget yang dijual atau sekedar diperkenalkan. Kadang menjadi headline berita yang ga jarang bikin kita bingung “Seri ini apa bedanya sama yang ini?” “Yang 4 sama yang 3 bedanya apa?” “Kayaknya seri ini ada juga deh di merk ini” dst. Terus kita bingung mana yang paling cocok buat kita.

flagship-smartphones-610x299

Sebenernya, kalo mau di generalisir, pembedaan gadget terletak pada segmentasinya. Kalo mau simpel dan gampang ya segmentasi berdasarkan kelasnya, entry level, menengah, dan flagship (paling tinggi). Semakin tinggi kelasnya, maka semakin mahal harganya karena biasanya fiturnya semakin lengkap. Dan biasanya ga cuman spesifikasinya yang tinggi, tapi juga modelnya menarik. Contoh untuk flagship adalah iPhone, Galaxy S series, Xperia Z series, HTC One series dsb.

RIM-BLACKBERRY SMARTPHONES

Nah, untuk menentukan kelasnya itu, biasanya produsen melakukan identifikasi dengan nama atau nomor model.

1. Nokia

nokia-logo

Nokia merupakan perusahaan yang sempat menjadi raja di dunia handphone sekitar 10 tahun yang lalu. Dari segi penamaan, Nokia juga cukup simpel. Untuk menunjukkan model dan fitur smartphonenya, biasanya Nokia menggunakan angka.

nokia-phones

Angka pertama menunjukkan fitur yang ada di smartphone tersebut, biasanya, semakin tinggi angkanya maka semakin banyak fiturnya dan juga tinggi kelasnya. Misal, untuk handphone Nokia seri 1xx pasti fiturnya sangat sederhana, mungkin hanya untuk telepon dan sms saja. Sementara untuk seri 9xx pasti fiturnya lebih komplit dan lebih canggih. Sebagai contoh, Nokia Communicator mempunyai nomor model 9xxx, fiturnya udah jelas paling lengkap dibandingkan seri 1xx sampai seri 8xx.

0-fZm7cZ9qrh6qTduZ
Nokia Communicator

Nah, sekarang ini divisi smartphone Nokia udah dibeli sama Microsoft, jadinya untuk smartphone udah pasti merknya ga boleh pake Nokia lagi. Jadi kalo mau beli smartphone Lumia, merknya mesti Microsoft.

microsoft-lumia-535-660x450

Konsep penamaan Lumia juga sama dengan Nokia sebelumnya, sekarang ini ada seri 5xx yang paling rendah dan seri 15xx yang paling tinggi. Walaupun sama sama menggunakan sistem operasi windows, sudah pasti seri 15xx fitur dan spesifikasinya lebih tinggi dari seri 5xx.

lumia
Microsoft Lumia

Nah untuk angka kedua, biasanya menunjukkan generasi smartphone tersebut. Seperti pada Lumia seri 8xx, yang pertama kali merupakan seri Lumia 800, sementara saat ini sudah sampai Lumia seri 830.

Jadi kira kira seperti ini:

  • Entry Level : Lumia 4xx, Lumia 5xx dan Lumia 6xx
  • Mid Level : Lumia 7xx dan Lumia 8xx
  • Flagship : Lumia 9xx, Lumia 10xx, dan Lumia 15xx. Lumia 25xx (tablet)

2. Samsung

samsung-logo

Merk yang paling populer di dunia smartphone saat ini. Paling banyak seri dan modelnya. Ga cuman itu, kadang model yang sama bisa mempunyai spesifikasi yang berbeda apalagi kita membeli di negara yang berbeda. Membingungkan? lumayan. Tapi yang paling gampang, semua smartphone dengan OS Android dari Samsung bernama depan Galaxy. Jadi kalo ada smartphone Samsung pake Galaxy udah pasti OS nya Android.

samsung-galaxy-logo-500x246

Emang ada OS lain? Ada, biasanya buat feature phone yang fungsinya cuma buat telpon dan SMS, dulu Samsung juga bikin smartphone dengan OS Windows, sekarang Samsung punya Smartphone dengan OS buatan sendiri, Tizen.

Untuk seri Galaxy sendiri, modelnya aja macem macem, dari yang paling murah Galaxy Y atau Galaxy Star, sampai dengan yang paling mahal Galaxy S dan Galaxy Note. Di tengah tengah, ada seri Galaxy Grand dan Galaxy Mega, kalo seri tanggung gini biasanya ada kelebihan dan kekurangan yang cukup ketara. Misalnya layarnya besar tapi resolusinya rendah, sehingga gambar jadi terlihat kurang tajam. Atau misalnya dual sim tapi spesifikasinya rendah.

samsung-galaxy-mega-58-vs-grand-21

Untuk beberapa seri, Samsung juga menambahkan angka di belakang nama modelnya, semisal Galaxy S5. Udah pasti Galaxy S5 lebih baru dan lebih canggih daripada S4. Begitu juga dengan Note 4, udah pasti lebih baru dan lebih canggih dari Note 3. Kadang Samsung juga ga nyantumin di nama modelnya, melainkan di nomor modelnya, nah ini lebih ribet lagi, tapi yang jelas, kalo mau tau mana yang paling baru liat aja taun produksinya.

samsunggalaxyunpacked-02891
Galaxy S5 dan Galaxy Note 4

Untuk tablet, Samsung menamakan tabletnya dengan Galaxy Tab. Nah, Galaxy Tab ini juga macem macem, ada Tab dengan nomor (Tab 2, Tab 3, Tab 4), Tab Pro, dan Tab S, untuk seri lifestyle nya. Ada satu tablet yang namanya kurang lazim yaitu Galaxy Note Pro, nah jangan sampe salah ini sebuah smartphone, Note Pro merupakan sebuat tablet berukuran 12,1″ yang memiliki stylus.

galaxy-note-pro-vs-galaxy-tab-pro-12
Samsung Galaxy Tab

Ke depannya, Samsung agak sedikit merubah penamaan gadgetnya dengan huruf dan angka. Hal ini terlihat dari Samsung Galaxy Alpha yang model selanjutnya akan bernama Samsung Galaxy Ax, x merupakan nomor yang menunjukkan spesifikasi hardware yang dimiliki. Semakin tinggi x makan semakin tinggi spesifikasinya, saat ini sudah beredar Galaxy A3, dan nantinya akan juga diperkenalkna Galaxy A5 dan Galaxy A7. Untuk level menengah, Samsung telah menyiapkan Galaxy Ex, rencananya nanti akan dikeluarkan Galaxy E5 dan E7.

samsung-galaxy-alpha-a7
Samsung Galaxy A7

Untuk Samsung, kira kira seperti ini:

  • Entry Level : Galaxy Y dan Galaxy Star
  • Mid Level : Galaxy Grand, Galaxy Mega, dan Galaxy Ex. Galaxy Tab (tablet)
  • Flagship : Galaxy Sx, Galaxy Ax, dan Galaxy Note x. Galaxy S (tablet)

3. Sony

Sony-logo

Smartphone Sony terkenal dengan seri Xperia untuk seri smartphone nya. Dari segi penamaan, Sony menggunakan hal yang simpel yaitu menggunakan abjad. Untuk seri entry level dimulai dengan huruf Ex, sementara untuk seri flagship dimulai dengan huruf Zx. Sementara untuk seri menengah terdapat model Mx dan model T. Seperti biasanya, setiap huruf menandakan spesifikasi dan fitur yang berbeda beda.

maxresdefault

Selain itu, Sony kadang menambahkan keterangan lain selain huruf model dan angka, misalnya Dual untuk menunjukkan Dual SIM dan Aqua untuk menunjukkan ketahanan terhadap air. Walaupun tidak semuanya, karena untuk Xperia seri Z dari seri awal sudah tahan air, debu, dan goncangan. Belakangan Sony mencoba melakukan penambahan line up seperti pada seri Z3 terbaru, dimana ada juga seri Z3 compat dan Z3 Tablet. Hal ini rasanya diperlukan untuk mempermudah konsumen untuk memilih produk yang mereka inginkan.

gsmarena_001
Sony Experia Z3 Series

Jadi, untuk Smartphone Sony, kelasnya seperti ini:

  • Entry Level : Xperia Ex
  • Mid Level : Experia Tx dan Experia Mx
  • Flagship : Experia Zx

Bersambung ke part 2

[NEWS] Xiaomi Mi Note dan Note Pro

Halo

Rabu, 15 Januari 2015, Xiaomi resmi memperkenalkan Smartphone Flagship terbarunya yang bernama Mi Note dan Mi Note Pro. Kedua smartphone ini merupakan produk unggulan dari Xiaomi yang akan berhadapan langsung dengan phablet yang sudah ada di pasaran yaitu Samsung Galaxy Note 4 dan Apple iPhone 6 Plus.

xiaomi-mi-note

Mi Note mempunyai layar sebesar 5,7″ dengan resolusi Full HD 1920x1080p. Layar ini diproduksi oleh Sharp/JDI, sebuah perusahaan konsorsium Jepang yang memproduksi layar smartphone. Layar ini mempunya sisi cekung di kedua pinggirnya, Xiaomi menyebutnya 3D Glass. Sementara bagian samping dibuat dari bahan metal, di sisi depan dan belakang Mi Note dibuat dari kaca yang dilindungi Corning Gorilla Glass 3.

Xiaomi-Mi-note-specs-features-13

Xiaomi-Mi-note-specs-features-11

Pada sektor internal, Mi Note ditenagai oleh prosesor 4 inti Qualcomm Snapdragon 801 dengan kecepatan 2,5GHz, ditambah dengan RAM 3GB, dijamin segala aplikasi dapat berjalan dengan lancar di smartphone ini. Terdapat dua pilihan memori internal yaitu 16GB dan 64GB. Bagi kita yang mempunyai 2 nomor, tidak perlu khawatir karena smartphone ini mempunyai 2 slot Nano dan Micro SIM Card yang bisa aktif secara bersamaan. Kedua SIM card tersebut juga dapat terkoneksi dengan jaringan 4G LTE.

Xiaomi-Mi-note-specs-features-5

Untuk sektor kamera, Mi Note dilengkapi dengan kamera belakang beresolusi 13MP dengan sensor buatan Sony. Sensor CMOS ini mempunyai bukaan f 2.0 dan juga ditambah Optical Image Stabilization. Dalam keadaan gelap, kita dapat memanfaatkan dual LED Flash yang letaknya berdampingan dengan kamera belakang. Walaupun mempunyai spesifikasi yang cukup wah, kamera belakang dari Mi Note tidak menonjol keluar. Sementara di bagian depan, disematkan kamera dengan resolusi 4MP yang mempunya sensor sebesar 2micron, sensor ini sama besarnya dengan sensor UltraPixel yang ada di HTC One.

Xiaomi-Mi-note-specs-features-2

Smartphone yang memiliki ukuran 155×77.2×6,95mm ini beratnya sekitar 161gram. Di dalamnya terdapat batere dengan kapasitas 3000mAH yang dapat digunakan selama satu hari penuh. Smartphone ini akan menggunakan sistem operasi terbaru dari Mi yaitu MIUI 6.

Xiaomi-Mi-note-specs-features-6

Harga merupakan satu hal yang menarik dari Mi Note, dijual mulai dengan 2299 yyan ($ 371) untuk kapasitas 16GB, sementara untuk kapasitas 64GB dijual dengan harga 2799 yan ($ 451). Mi Note sudah dapat dipesan mulai tanggal 20 Januari 2015, dan pengiriman akan dimulai seminggu kemudian.

Xiaomi-Mi-note-specs-features-12

Sekilas, kita akan berpikir bahwa Mi Note merupakan penerus dari Redmi Note. Anggapan ini kurang tepat karena menurut Hugo Barra, Redmi Note merupakan smartphone entry level dari Xiaomi sementara seri Mi merupakan model flagship.

Xiaomi-Mi-note-specs-features-8-710x710

Mi Note Pro

xiaomi-mi-note-pro-1-710x710

Pada saat yang bersamaan, Xiaomi juga memperkenalkan versi upgrade dari Mi Note yaitu Mi Note Pro. Secara bentuk dan disain kedua smartphone ini sama, namun yang membedakan adalah spesifikasi internal dari keduanya. Pada versi Pro, Xiaomi membenamkan versi terbaru dari prosesor Snapdragon yaitu seri 810. Prosesor 64-bit ini akan dibantu oleh RAM sebesar 4GB. Di sisi layar, Mi Note Pro juga di upgrade dengan layar resolusi Quad HD 2560×1440 pixels. Hardware konektivitas pun mengalami peningkatan dengan PTE-CAT 9 dengan kecepatan download hingga 450Mbps.

xiaomi-mi-note-pro

Mi Note Pro akan dijual dengan harga 3299 yuan pada Q2 2015 ini.

Jadi pilih yang mana, Mi Note atau Mi Note Pro?

comparison_chart

Regards,

Taufiqul

[REVIEW] TRANSCEND JETFLASH 380S

Hello!

USB On-The-Go

Wah? apaan tuh USB On-The-Go (OTG)? 
Coba kita liat definisi dari Wikipedia:

USB On-The-Go, often abbreviated USB OTG or just OTG, is a specification first used in late 2001, that allows USB devices such as digital audio players or mobile phones to act as a host, allowing other USB devices like a USB flash drivedigital cameramouse, or keyboard to be attached to them.

 Nah, USB OTG merupakan sebuah USB device yang memungkinkan beberapa alat seperti audio players atau smartphone mengakses peralatan USB seperti flash disik, kamera digital, mouse ataupun keyboard. Intinya sih, dengan USB OTG ini kita bisa akses peralatan USB ke perangkat Android kita.

Sekarang ini, teknologi USB OTG sudah berkembang. dalam satu unit devices, diberikan 2 port, yaitu port USB standar dan port MicroUSB. Port USB standar digunakan untuk peralatan seperti komputer atau laptop, sementara port MicroUSB digunakan untuk penghubung ke smartphone.

JETFLASH 380s

Kalo diliat dari keterangannya, alat ini disebut sebagai USB OTG Flash Drive. Karena mempunyai 2 port koneksi yaitu USB dan MicroUSB. 
USB OTG ini memiliki beberapa kegunaan, yang utama adalah kita bisa dengan mudah transfer file dari komputer ke smartphone. Selain itu, kita juga bisa mendapatkan tambahan kapasitas penyimpanan untuk smartphone kita. Lebih berguna lagi apabila smartphone kita tidak mempunya slot MicroSD. 
Berikut gambar gambarnya.

Ukurannya yang sangat kecil membuat USB OTG ini sangat mudah untuk disimpan dan dibawa bawa. Ketika dihubungkan dengan smartphone pun tidak memakan tempat.

Transcend memberikan  gratis aplikasi bernama Transcend Elite. Aplikasi ini berguna untuk membuka file yang ada di USB OTG tersebut. Selain itu, di aplikasi ini kita juga bisa melakukan Backup dan Restore data data kita yang ada di smartphone.

So far, USB OTG ini sangat berguna buat gw. Sangat mudah untuk melakukan transfer file dari PC ke Smartphone.
Oia, beberapa produsen juga memiliki produk serupa, kecepatan baca tulis pun rata rata sama, produk ini merupakan satu contoh saja.
Semoga bermanfaat.
Regards
Taufiq

[REVIEW] GOOGLE CHROMECAST: Two Thumbs Up!

Hello!

Apa itu Chromecast?

Chromecast merupakan device yang dikeluarkan oleh Google. Fungsinya sendiri, menurut Google adalah sebagai berikut:

Chromecast is a thumb-sized media streaming device that plugs into the HDMI port on your TV. Set it up with a simple mobile app, then send your favorite online shows, movies, music and more to your TV using your smartphone, tablet or laptop.

Singkatnya, Chromecast adalah sebuah alat yang fungsinya untuk melakukan streaming content dari Internet ke Televisi melalui port HDMI. Cara penggunaannya sangat mudah, cukup dengan menggunakan aplikasi yang ada di smartphone atau tablet atau laptop, maka kita dapat dengan mudah menyaksikan tayang online favorit di televisi. 
Masih bingung ga? Coba diliat bagan berikut: 
Klik untuk memperbesar
Content yang ada di devices (smartphone, tablet, laptop) akan dikirim ke Chromecast, setelah itu Chromecast akan menayangkan content yang dipilih tersebut. Jadi, misalnya kita lagi nonton streaming video di Youtube, kita pengen tonton video tersebut di TV, nanti ada pilihannya di kanan atas aplikasi Youtube untuk pilhan streaming ke Chromecast. 
Oia, medium yang digunakan antara devices dan Chromecast menggunakan WiFi, jadi devices kita dan chromecast mesti ada di router yang sama. Dan, Chromecast akan berguna lebih maksimal apabila kita berlangganan internet kecepatan tinggi. 
Cerita dikit, udah lama sebenernya gw kepingin beli Chromecast, cuman harganya masih gak lazim. Google sendiri menjual Chromecast US$ 35, cuman kalo udah sampe sini, minimal Rp 500rb. Eh, sebuah website e-commerce yang baru berdiri mengadakan promo untuk Chromecast ini, gw dapet harga cukup murah Rp274rb. Cuman ngirimnya lama, ternyata pas dicari tau, penjualnya ada di Korea. Tapi pas tau barangnya nyampe, ya puas!

Packaging

Ga sempet bikin video unboxing, bungkusnya simpel sih, standar produk Amerika. Isinya ada Chromecast kabel HDMI extender, kabel MicroUSB, dan Adaptor. 
Box 
Chromecast

 Ini isinya, paling kiri itu kabel MicroUSB, yang tengah ada kabel HDMI Extender, dan power Supply adaptor. Kabel MicroUSB itu fungsinya untuk memberikan supply daya ke Chromecast, bisa dicolokkan ke port USB yang ada di TV atau kalo memang tidak ada maka bisa menggunakan adaptor yang disertakan.

Kabel HDMI Extender gunanya untuk menambah fleksibilitas dari Chromecast itu. Misalnya TV kita menggunakan Wall Bracket dan port HDMI ada di bagian belakang TV, dengan Extender ini maka Chromecast bisa diarahkan ke bawah sehingga tidak berhimpitan dengan dinding. Bisa juga, port HDMI sudah terlalu rapat dengan kabel HDMI lain, sehingga agar tidak berhimpitan diperlukan HDMI Extender ini.

Ukuran Chromecast, seperti kata Google, ya emang seibu jari. Ga beda jauh sama USB flashdisk yang biasa kita pake. Yang warna kuning itu port HDMI, sementara diujung lainnya ada port MicroUSB. Disamping kiri logo Google ada lampu yang akan menyala apabila Chromecast dinyalakan. 

Installing

Nah, begini instalasi Chromecast di TV.
Langsung aja dicolokkin ke port HDMI yang ada di belakang TV, dan MicroUSB ke port USB. Kalo udah merah gini tandanya dia udah nyala. Setelah itu, kita langsung pilih input HDMI di TV kita. Kalo TV kita ga ada port USB nya, dipake aja adaptor yang ada. 

Setelah kita memilih input HDMI, maka tampilannya akan seperti ini. Chromecast akan meminta kita untuk melakukan set up perangkat. Bisa diliat, alamat web yang harus kita kunjungi adalah google.com/chromecast/setup.

Disini gw menggunakan iPad untuk melakukan setup, setelah mengetik alamat tersebut, maka kita akan diarahkan untuk menuju ke AppStore.

Untuk melakukan instalasi, kita wajib untuk mengunduh aplikasi Chromecast, aplikasi ini ada di AppStore maupun Play Store.

Aplikasi Chromecast akan mengarahkan kita untuk melakukan koneksi WiFi ke Chromecast. Tujuannya untuk melakukan setting Chromecast ke router kita.

Verify Chromecast, untuk memastikan bahwa Chromecast yang kita setting sudah benar, akan muncul kode yang akan disamakan dengan kode yang muncul di device kita.

Langkah selanjutnya, memilih negara, jelas pilih Indonesia.

Setelah itu, kita akan diminta untuk memberikan nama untuk Chromecast kita. Tujuannya agar lebih mudah teridentifikasi apabila ada lebih dari satu Chromecast di rumah.

Setelah dikasih nama, maka kita perlu untuk melakukan setting koneksi Chromecast ke router WiFi yang ada di rumah kita. Apabila ada lebih dari satu router WiFi, maka lebih baik dipilih yang sinyalnya paling kuat atau letaknya paling dekat dengan Chromecast. Oia, Chromecast akan mendeteksi router yang ada disekitarnya, kita pilih dan masukkin password kalo ada.

Kalo udah dipilih router yang dituju, maka Chromecast akan melakukan koneksi ke router tersebut, ditunggu aja.

Begitu terkoneksi, Chromecast akan melakukan update softtware terbaru, kalo kaya Google sih “Your Chromecast deserve the latest” Oke!

Ready to Cast!

Setelah melakukan instalasi, maka kita siap untuk transmisi (Cast). 
Untuk tau aplikasi apa saja yang bisa ditampilkan di Chromecast, silahkan klik disini
Yang paling familiar sama kita sih paling Youtube, karena yang lain rata rata saluran video streaming berbayar di Amerika sana. Ada juga Google Movies, Google Play dan juga VEVO.

Kalo sudah siap, tiap kita masuk ke HDMI nya Chromecast, kita akan menemui halaman ini. Karena Chromecast sudah siap, kita tinggal pilih aplikasi yang mau kita tonton di Chromecast. Kali ini gw contohin Youtube ya.

Ini tampilan aplikasi Youtube di iPad, aplikasi udah mendeteksi ada Chromecast di router kita. Logonya ada di kanan atas di sebelah lambang Search. Nah, kalo kita mau nonton di Chromecast, langsung aja dipilih Chromecast nya.

Setelah kita memilih Chromecast kita, nanti tampilan di TV kita akan berubah. Ini menunjukkan aplikasi yang sedang terhubung dengan Chromecast, jadi saatnya memilih milih video yang mau ditonton.

Biar gampang, gw tonton video Tulus pas di program Music Everywhere nya Net TV. Jadi pilih playlist, nanti tinggal pencet play, maka Video tersebut akan dimainkan di TV kita.

Nah video ini bukan di download dari hape kita, melainkan langsung dari Internet, karena Chromecast sendiri kan udah terhubung ke router kita. Jadi, setelah kita pilih video, kita bisa keluar aplikasi dan melakukan aktivitas lain. Tapi video ga kan mati, karena playlist sudah tersimpa di Chromecast.

Selain cara diatas, bisa juga lebih gampang. Misalnya kita lagi nonton video nih di iPhone, trus kita mau pindah ke layar yang lebih gede, nah di layar Video itu akan ada pilihan Chromecast, tinggal pilih, dan Voila, video kita muncul di TV.

Cast darimana lagi?

Kalo aplikasi yang online, paling cuman Youtube ama VEVO yang bisa kita pakai sekarang ini. Nah, pasti kita bosen donk, tenang dulu masih ada lagi kok.

Browser casting

Kalo kita pake Google Chrome, kita bisa menampilkan browser kita ke TV. Seru nih, jadi misalnya mau liatin sesuatu ke banyak orang, kita tinggal hubungin aja browser kita ke Chromecast. 
Kita cukup install add on di browser Chrome kita, nanti akan ada tampilan yang sama di kanan atas untuk melakukan Cast. Setelah itu, tampilan di komputer kita akan terlihat di layar TV kita.

Ini tampilan di TV kita. Sayangnya hanya satu tab yang bisa kita Cast. Kalo misalnya kita pindah tab, maka kita harus memilih Cast this Tab. Oia, ada jeda sedikit antara tampilan di komputer kita dengan yang ada di TV, ya karena dia kan sebenernya download apa yang ada di layar kita. Mungkin sepersekian detik aja sih. Kalo mau nonton video juga bisa kok.

Video Cast from Android

Ini cukup menarik, misalnya kita punya smartphone Android, kita bisa melakukan streaming dari devices kita ke Chromecast. Untuk contoh aplikasinya, kali ini gw pilih LocalCast, bisa di download gratis di Play Store.

Di aplikasi ini, caranya tetep sama dengan yang lain, kita memilih Chromecast yang dituju terlebih dahulu. Setelah itu kita memilih file apa yang akan kita tampilkan di Chromecast. Yang paling enak sih Video lah, jadi kalo punya Video bagus di hape kita bisa ditonton rame rame sama yang lain tanpa perlu pindah pindahin file. Cukup konek ke Chromecast dan Voila! kita bisa tonton bareng di layar yang lebih besar.

Kalo udah pilih video yang akan ditonton, nantinya device kita akan berubah sebagai remote control, kita bisa mempercepat, atau mengganti video melalui devices kita. 

The Good News

+ Simple
+ Cukup sekali pasang
+ Bisa streaming media yang ada di smartphone, tablet, maupun laptop

The Bad News

– Aplikasi yang dapat digunakan masih sedikit

Closing

Chromecast pada intinya berguna untuk merubah TV yang tadinya biasa biasa saja, mungkin hanya siaran dari antena PF Goceng ataupun langganan TV berbayar, menjadi TV Pintar. Pintar karena TV ini bisa menampilkan berbagai macam tayangan yang ada di dunia. Mulai dari yang ada di dalam aplikasi seperti Youtube ataupun Vevo, segala macam video yang ada di komputer kita, bahkan yang ada di smartphone atau tablet kita. 
Buat yang TV nya belum pintar, Chromecast sangat layak untuk dibeli. Yang penting, di rumah udah ada router WiFi dengan kecepatan internet lumayan. Untuk yang suka nyimpen file di harddisk komputer, dengan Chromecast kita bisa lebih puas nonton dengan video video kita di layar yang lebih besar dan lebih jernih.
Semoga bermanfaat
Regards
Taufiq

[REVIEW] XIAOMI REDMI: A (Super) Budget Phone

Hello!

Xiaomi apaan sih?

Xiaomi, perusahaan yang berdiri di tahun 2011, saat ini berada di urutan ketiga sebagai produsen smartphone terbesar di Tiongkok, setelah Samsung dan Lenovo. Kalo belum tau, wajar, gw juga baru tau beberapa bulan terakhir kok. Xiaomi sering disebut sebagai “Apple of China”, karena terdapat keunikan dari produk produknya. Walaupun berbasis Android, Xiaomi menggunakan antarmuka MI yang pengoperasiannya sangat mudah.

Kali ini gw berkesempatan untuk mencoba salah satu smartphone dari Xiaomi, Redmi. Smartphone entry level yang menjadi fenomena di setiap penjualannya. Oia, Xiaomi ini menjual secara langsung produknya via website, penjualannya berlangsung setiap minggu. Di Singapore, setiap dibuka penjualan Redmi, dalam waktu kurang dari 1 jam stok yang ada akan habis. Mungkin karena harganya yang cukup murah ya.

Kalo mau tau berita tentang Xiaomi, lebih asik cari cari sendiri ya, cukup menarik kok,

Hardware

klik untuk memperbesar

Redmi menggunakan prosesor Quad Core keluaran Mediatek MT6589T dengan kecepatan maksimum 1,5GHz. Dengan RAM 1GB dan ROM 4GB, serta slot MicroSD yang bisa support hingga 32GB. Kamera belakang beresolusi 8MP dilengkapi dengan LED Flash dan sanggup untuk merekan video Full HD sementara kamera depan beresolusi 1,3MP. Redmi memiliki layar sebesar 4,7″ dengan resolusi 1280×720 pixels, tingkat kerapatannya mencapai 312 ppi. Sebagai perbandingan, Retina Display iPhone mempunyai kerapatan 326ppi, dengan kata lain, ketajaman layar Redmi hampir mirip dengan yang ada di iPhone.

Redmi juga mempunyai dua slot SIM, namun hanya satu yang memiliki kecepatan internet 3G, sementara slot 2 hanya sampai EDGE. Selain itu, hp ini juga mendukung Bluetooth 4.0 Low Emission dan WiFi 802.11n. Di dalamnya, Redmi menggunakan sistem operasi Android 4.2 (Jelly Bean) yang sudah di kustomisasi dengan antarmuka MI.

Desain Redmi bisa dibilang biasa, ga ada yang istimewa. Yang paling kerasa adalah beratnya yang cukup lumayan ketika dipegang dalam waktu lama, 158 gram. Kalo untuk tipis, masih bisa ditolerir, ga terlalu tebal. Cuman memang bezel di sekitar layar terlalu besar, bakalan lebih keren kalo dibikin tipis. Oia, di bagian depan terdapat layar HD 4,7″ IPS Panel yang cukup terang, kalo dibawah cahaya matahari memang perlu di set maksimal tingkat keterangan layarnya. Di bawah layar terdapat 3 buah softkey options, home, dan back. Dibawah tombol Home terdapat LED notification yang bisa diatur setiap aplikasi. Sebagai contoh, ketika battery habis maka LED akan menyala merah, apabila sudah mencapai >50% LED akan berwarna biru, dan ketika penuh akan berubah menjadi warna hijau. Namun sayangnya, karena letak dan ukuran yang terlalu kecil, kadang jadi tidak terlihat.

Di bagian belakang terdapat kamera utama beresolusi 8MP dengan bukaan f2.2 yang sanggup merekam video beresolusi Full HD. Terdapat juga LED Flash yang juga bisa berfungsi sebagai lampu senter apabila diperlukan. Terdapat juga logo Mi di bagian bawah cover belakang Redmi. Cover belakang ini berbahan plastik dengan tekstur yang cukup nyaman untuk dipegang, tidak mudah terjatuh karena terlalu licin. Di bagian kanan terdapat tombol volume up-down dan tombol power. Di bagian atas terdapat headphone jack 3,5mm sementara di bagian bawah kita bisa menemukan microUSB untuk charging dan juga mempunyai fitur USB on-the-go.

Ini foto Redmi dibandingin dengan iPhone 5. Terlihat kalo ukuran Redmi lebih besar.

Software

Redmi mempunyai basis OS Android 4.2 (Jelly Bean), namun antarmuka (User Interface) MI membuat hape ini menjadi berbeda dari hape Android kebanyakan, kebanyakan pake TouchWiz. Satu hal yang berbeda dibanding dengan hape Android lain yaitu tidak terdapatnya App Drawer, yaitu layer untuk masuk ke list aplikasi. Seperti di iOS, semua aplikasi terdapat di halaman depan, apabila kita install aplikasi dari Google Play, maka akan langsung muncul di halaman depan. Untuk uninstall aplikasi, cukup tekan dan tahan aplikasi tersebut lalu ditarik keatas, arahkan ke tempat sampah.
Biar lebih enak, mari kita liat liat.
Lock Screen

Lock Screen

Di halaman Lock Screen, kita bisa tarik ke bawah untuk masuk ke Home Screen, tarik ke kanan untuk langsung ke menu Messaging, ke kiri langung ke menu telpon, dan ke atas untuk menu Camera.

Lock Screen

Nah, kalo kita pencet dua kali di tengah tengah, maka akan langsung berubah tampilan menjadi pemutar musik.

Home Screen

Home Screen

Bisa diliat kalo semua aplikasi ada di halaman utama, jadi ga perlu jauh jauh masuk ke App Drawer seperti di hape Andorid lain.

Folder

Notification Center

Sama seperti hape Android lainnya, terdapat notification center yang bisa ditarik dari atas layar. Satu hal yang membedakan, di barisan bawah terdapat catatan penggunaan kuota internet, lumayan berguna buat yang langganannya pake kuota ya.

Notification Center

Ga jauh beda sama yang lain juga, bisa di custom isinya. Ada fitur Do Not Disturb yang bisa di setting, jadi pada waktu tersebut hape ga akan memunculkan notifikasi apa apa.

Themes

Salah satu fitur dari MI yaitu Themes. Kita bisa download macem macem Themes supaya Redminya jadi keren. Lumayan lucu lucu kok isinya.

Quick Play Music

Ada fitur yang lumayan unik, apabila kita ada di home screen dan ingin memutar lagu, kita tinggal swipe icon Music dari atas ke bawah, maka langsung keluar tampilan pemutar musik.

Quick Note

 Sama seperti di Music, icon Notes pun bisa di swipe dari atas kebawah untuk menampilkan Quick Note, jadi kita ga perlu masuk ke menu, sangat simpel dan ringkas.

Tools

 Beberapa program yang diberikan oleh Xiaomi, disini terdapat MiCloud, Downloads, Updater, Password keeper, Backup, Feedback, dan USIM Utilities. Yang paling menarik tentu MiCloud, akan kita bahas nanti.

Tools

 Terdapat pula beberapa menu seperti senter dan FM radio. Radio sendiri dapat dinyalakan dengan meyolokkan headset, headset berfungsi sebagai penangkap sinyal. Karena sebenernya tanpa headset juga bisa menyala, namun kualitasnya sangat tidak bagus.

MiCloud

 Sebagai pengguna MI, diberikan free 5GB ketika sign in sebagai user. Setelah itu, diberikan 5GB lagi apabila kita login di i.xiaomi.com. Terlihat fitur yang di backup di MiCloud yaitu Contacts, SMS, Album, Call Log, Notes, Recorded, Cloud Messaging dan Find Device.

MiCloud

 Yap, seperti iPhone dan hape mahal lainnya, Xiaomi juga dibekali find device. Jadi apabila hape kita hilang, maka kita bisa melihatnya via internet.

Security

 Kita juga diberikan program bernama Security yang isinya bermacam hal. Cleaner untuk membersihkan file file yang tidak berguna di hape kita. Data Usage sebagai pencatat pemakaian data internet kita, dapat disetting secara manual tiap bulannya. Blockist untuk mencatat nomor yang tidak ingin kita terima telponnya.

Data Counter

 Data Counter terbagi antara SIM 1 dan SIM 2. Masing masing SIM mempunyai catatan pemakaian sendiri.

Power Usage
Selain untuk melihat sisa batere, disini juga kita bisa konfigurasi penggunaan batere kita, ada beberapa proful yang bisa dipilih. Selain itu ada menu Auto Switch dimana hape akan berubah profil otomatis ketika mencapai level tertentu. Atau juga Scheduled untuk menjadwalkan perubahan proful batere.
Profil: Default

Profil: Sleep
Bisa dilihat  perbedaan profil antara Default dan Sleep. Semisal kita menjadwalkan perubahan profil pada jam 12 malam sampe dengan jam 5 pagi dengan 2 mode tersebut. Saat jam 12, hape akan otomatis pindah ke profil Sleep dan saat jam 5 pagi kembali ke profil Default.

Camera

Kamera 8MP yang ada di Redmi konon sensornya adalah Exmor buatan Sony, entah bener atau engga. Yang jelas, dari pengalaman gw menggunakan kamera Redmi, hasil yang didapatkan cukup bagus. Selain itu, kamera ini juga sanggup untuk merekam video Full HD 1080P.
Berikut contoh gambarnya.

Hasil foto dari Redmi bisa dibilang bagus untuk hape sekelasnya. Jangan deh bandingin sama iPhone, udah tau diri aja harganya juga ga seberapa. Tapi ga bisa dianggap jelek juga, karena dari pengalaman gw pake Redmi itu hasil gambarnya ga pernah mengecewakan. Memang kalo diperhatikin warna agak yellowish ya, tapi ini hasil foto apa layar komputer gw ya?
Kemaren sempet iseng ambil video pake Redmi.

Performance

Antutu Benchmark

 Skor Antutu 16rb an, sekelas Galaxy S3. Entah hape apalagi yang ada di level segitu. Yang jelas, dengan spesifikasi yang ada, gw jarang mendapatkan lagi pada saat mengoperasikan hapenya. Pernah sih, tapi ya emang karena lagi banyak banget tasknya.

Gw juga pertamanya bingung ketika liat hasil speedtest ini. Bukannya apa apa, biasanya kalo test pake iPhone, kecepatan upload mentok di 34 an MBps, entah apa penyebabnya pake Redmi bisa mentok gini, padahal Routernya ya sama. 
 
Buat gw, dengan spek seperti ini, performa Redmi bisa dibilang memuaskan. Kalo dibandingkan dengan hape Android dengan themes standard, pasti Redmi masih menang, 

Battery Life

Ini paling penting ya, punya hape bagus ga pernah hang, jarang lag, dan tampilannya menarik daripada Android lain, percuma aja kalo baterenya cepet abis. Sebagai gambaran, pemakaian gw lumayan ekstrem di Redmi ini. 4 account gmail, dimana 2 diantaranya terdaftar mailing list gadget dengan total penerimaan email per hari 1000 an, selain itu ada juga 3 email lain yang ikut di daftarkan. Juga Social Media seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram, serta aplikasi chatting BBM, WhatApp, dan Line. Semuanya masuk ke Redmi ini. Pemakaian rata rata yang gw rasakan, dengan 3G only, 1 SIM card, brightness 25%, di kantor kadang dipake denger musik, terima beberapa SMS, hampir ga pernah telpon, sekitar 12 – 14 jam. Bahkan pernah satu kali karena sinyalnya ga bagus, lemot, jadi gw ga maenin selama beberapa jam, tapi email tetep masuk, eh masih bisa bertahan tuh.

Software Update

Beberapa hari yang lalu gw dapet notifikasi update dari Xiaomi.
Notifikasi Update
Update berkisar 150an MB, disitu juga tertulis apa aja yang berubah. Oia, sebelum update kita disuruh Back Up data dulu. 
Hampir semua data yang ada di hape di backup, waktu backup sekitar 15 menit. Setelah itu adalah proses downloading file update, lalu proses instalasi update yang memakan waktu kurang lebih 30 menit. Buat gw ini cukup menarik ya, agak jarang produsen smartphone budget ngasih update ke produknya. Bahkan produsen sekelas LG atau Sony pun belum tentu loh kasih update.
Setelah gw baca baca, ternyata memang Xiaomi ini setiap hari mendapatkan feedback dari penggunanya, karena emang setiap ada masalah pasti user bisa langsung report ke Xiaomi. Dan gw denger, mereka emang tanggap banget untuk masalah ini. Jadinya, kadang setiap penjualan, hape yang dijual minggu ini belum tentu sama dengan yang dijual minggu depan. Nah, canggih  kan. Hape lama bisa tetap ke update sih.

Verdict

the bright side

– Quad Core Processor 1,5GHz MTK5689T
– 1GB RAM, 4GB RAM ~microSD slot up to 32GB
– 4,7″ HD Display (1280×720 pixels) IPS Panel
– WiFI 802.11b/g/n, WiFi Direct
– Corning Gorilla Glass 2
– Value
– MI User Interface (MIUI)

the dark side

– Berat 158 gram
– Bezel terlalu tebal, ukuran terlalu besar
– Masih Jelly Bean (Android 4.2.2)
Menurut gw, ini merupakan hape yang patut untuk dibeli dan dicoba. Untuk orang yang ga mau spend terlalu banyak duit untuk hape Android, Redmi bisa dijadikan pilihan. Selain itu, User Interface MI juga memberikan pengalaman yang berbeda dibanding dengan User Interface Android lain. Kalo ada rencana untuk pindah dari iOS ke MIUI, jangan khawatir, ga bakalan kagok kok make Android. Dengan MIUI, lebih gampang makenya, karena emang dibuat seminimal mungkin.
Beberapa hape setelah dipakai dalam waktu yang lama akan mengalami penurunan performance, sementara Redmi dari pertama beli sampe sekarang masih tetep sama, tetep ngebut dan snappy. Gw yang tadinya beli Redmi sekedar penasaran dan cukup buat di review aja, sekarang malah mikir mikir kalo buat dijual. Hape ini juga cocok untuk yang mau pindah dari BlackBerry ke Android, tapi ya itu, hape ini cukup berat untuk dipegang dalam waktu yang lama. 
Untuk yang mau beli, gw sarankan agar sedikit bersabar, karena konon beberapa saat lagi Xiaomi akan resmi masuk ke Indonesia. Bahkan, di pameran ICS yang digelar minggu ini di JCC, Vice President Xiaomi Global (mantan eksekutif Google) Hugo Barra akan berkunjung, ga tau sih mau ngapain. Gosipnya lagi, Xiaomi disini akan didisitribusikan oleh Erafone dengan firm order hingga 1jt unit. Entah bener atau engga, yang jelas, Xiaomi pasti bakal jadi bahan omongan selama beberapa bulan ke depan. Ga usah lagi kemakan isu kualitas hape buatan Tiongkok itu jelek, jelas jelas iPhone dibaut di Tiongkok.
Xiaomi juga mempunyai model Mi3 dengan spesifikasi jauh lebih tinggi daripada Redmi, harganya pun 2 kali lipat. Tapi Mi3 ini dapat bersaing dengan smartphone papan atas seperti Samsung Galaxy S5, Note 3, HTC One M8, dan sebagainya. Boleh diliat benchmark dibawah ini. 
Benchmark Mi3
Bisa diliat di Antutu, Mi3 ada di bagian hi end Android Smartphone dengan harga setengah dari yang diatasnya. 
Semoga bermanfaat untuk kita semua
Regards,
Taufiq

[PREVIEW] XIAOMI REDMI : Nasi Merah Murah Meriah!

Hello!

Xiaomi? Apa tuh?

Udah pernah denger nama Xiaomi sebelumnya? Belum? Gapapa, gw juga baru tau beberapa bulan lalu. Xiaomi merupakan sebuah merk Smartphone asal Tiongkok yang beberapa waktu belakangan ini lagi hangat dibicarakan orang. Produknya laku keras di pasaran, cara berjualannya hanya lewat web, dan baru tersedia di beberapa negara.

Apa sih sebenernya yang bikin menarik? Yang pertama, harganya sangat amat terjangkau. Kalo udah paham spek spek smartphone gitu dan bisa bandingin antara satu dengan lainnya, hape Xiaomi rata rata berharga hampir 50% lebih murah daripada merk merk terkenal. Selain itu, desain hapenya sendiri juga sangat menarik, kalo gw bilang sih niat banget. Yang ketiga, user interface MI yang sudah terkenal itu. Bahasa gampangnya sih gini, Xiaomi pake themes khusus yang mereka bikin sendiri dan membedakan dengan hape Android lain. Biasanya, harga murah pasti dapet tampilan standart Android, kalo hape Xiaomi engga.

Nah, kali ini gw cukup beruntung bisa dapetin sebuah hape Xiaomi untuk entry level, Redmi. Berkat bantuan temen yang udah kerasan tinggal di Singapur, Nuy dan Rian, dan temen yang lagi seru serunya honeymoon, Banchet ama Devi, sampe deh Redmi pagi ini, terima kasih ya.

Kesana pertama, ga murahan, solid, dan bener tampilannya keren. Snappy banget, ga pake ngelag, terus ya layarnya juga jernih. Sabar seminggu lagi semoga gw bisa nulis ulasan lengkapnya Redmi ini.

Regards,
Topiq