[REVIEW] Xiaomi Powerbank 2 10.000mAh : Quick Charge 2 Arah

Hello,

battery2-02b.jpg

Smartphone menjadi barang primer yang kita bawa sehari hari, kegunaannya belakangan menjadi tak tergantikan. Bahkan bisa saja kita lebih sedih ga bawa smartphone daripada ga bawa dompet, karna fungsi dompet sendiri bisa digantikan smartphone. Sayangnya, nyawa smartphone saat ini bergantung kepada batere. Sehingga, apabila batere abis maka smartphone kita ga bisa digunakan.

Sampai sekarang, perkembangan batere smartphone belum terlalu signifikan. Pabrikan smartphone belum bisa memproduksi batere dengan kapasitas besar namun hemat tempat. Pilihannya agak sulit, ingin membuat smartphone dengan desain menarik, maka komponen utama yang paling mudah dikorbankan adalah batere. Sebaliknya, apabila menginginkan daya tahan yang besar, makan harus menambahkan kapasitas batere yang berarti ketebalan smartphone mesti dikorbankan.

P1030829

Hal inilah yang membuat powerbank hadir, apalagi kebanyakan pengguna smartphone adalah orang yang mobile. Orang yang tidak ingin kehilangan moment apapun ketika mereka sedang menjalani kegiatannya. Powerbank sendiri awalnya adalah batere silinder berukuran besar (lebih besar dari AA namun lebih kecil dari batere D) yang diberikan casing dan circuit board. Prinsip kerjanya sangat sederhana, memindahkan listrik dari rumah ke dalam batere yang ada didalamnya, lalu listrik tersebut disalurkan kembali ke smartphone kita.

Masalahnya, ukuran powerbank biasanya lebih besar daripada ukuran smartphone nya, bisa 2 hingga 3 kali lipat. Maka dapat dibayangkan waktu untuk mengisi powerbank tersebut. Pengalaman gw, dulu ketika punya powerbank ukuran 5100mAh, waktu yang diperlukan untuk mengisi powerbank tersebut hampir 6 jam. Asumsinya setiap 1000mAh memerlukan waktu 1 jam pengisian menggunakan charger dengan output 1A. Jadi sewaktu kita akan tidur, biasanya kita akan mengisi batere smartphone dan batere powerbank kita, karena apabila kita lupa mengisi, tidak akan cukup waktu di pagi hari untuk mengisinya sampai penuh.

Belakangan teknologi batere smartphone berkembang, tapi disisi pengisian. Yang tadinya menggunakan arus 1A, berkembang menjadi 2A yang membuat pengisian batere menjadi lebih cepat. Ditambah lagi, ada teknologi quick charge yang bisa mempercepat pengisian batere dengan menaikkan tegangan listik pada saat pengisian. Dimana umumnya tegangan yang digunakan adalah 5V, makan pada teknologi quick charge bisa mencapai 9V, bahkan yang terbaru bisa 15V.

Xiaomi Powerbank 2 10.000mAh

P1030823

Kebanyakan smartphone terbaru sudah menggunakan teknologi quick charge ini, walaupun dengan berbagai macam nama seperti Fast Charge di Samsung, VOOC charge di Oppo, Dash Charge di Oneplus, atau yang paling populer Qualcomm Quick Charge. Apapun istilahnya, smartphone dengan teknologi seperti ini bisa menerima voltasi dan arus yang lebih tinggi dibandingkan biasanya. Untuk quick charge sendiri, selain smartphone yang mendukung, chargingnya juga harus bisa mendukung dan compatible dengan teknologi yang digunakan.

Jadi, apabila adaptor kita hanya bisa mengeluarkan output 1A sementara smartphone kita bisa menerima 2A, maka arus yang masuk hanya 1A. Begitu juga sebaliknya, apabila adaptor kita bisa mengeluarkan output 2A namun smartphone kita hanya bisa menerima 1A, makan arus yang masuk hanya 1A. Disinilah pentingnya mengetahui berapa arus yang bisa diterima smartphone kita, dan berapa arus yang bisa dikeluarkan dari adaptor dan powerbank kita.

P1030828

Powerbank dengan output fast charging sangat diperlukan untuk bisa memberikan output yang besar ke dalam smartphone sehingga waktu charging menjadi lebih singkat. Namun biasanya, powerbank hanya bisa menerima input 1A. Disinilah keunggulan dari Xiaomi Powerbank 2 ini, dimana ia bisa mengeluarkan output hingga 2.4A dan menerima arus yang diterima maksimum 2A, tegangan yang dapat didukung sendiri hingga 12V baik input maupun output. Tegangan dan arus ini tentu bervariasi bergantung pada kebutuhan powerbank itu.

Seperti kita tahu, batere pada umumnya (di smartphone maupun powerbank) membutuhkan tegangan dan arus yang kuat di awal pengisian. Nantinya setelah mencapai 80-90%, keduanya akan menurun secara signifikan, ini yang dinamakan trickle charge. Kadang waktu charging yang diperlukan saat trickle charge sama dengan pada saat mengisi dari 0% – 80%.

P1030831

Di specnya, Xiaomi memberikan rujukan, apabila mengisi dengan adaptor 5V dan 2A, maka waktu yang diperlukan sekitar 6 jam. Namun apabila diisi menggunakan adaptor 9V dan 2A, maka waktu yang diperlukan untuk mengisi turun menjadi sekitar 4 jam.

IMG_5615
Input 8.8V dan 2A

Sementara untuk sisi output, powerbank ini mampu mengisi batere Galaxy S8 (3000mAh) dalam waktu 1,5 jam. Sama dengan waktu yang diperlukan apabila kita menggunakan wall charger yang diberikan oleh Samsung.

IMG_5614
Output 8.9V dan 0.8A

Selain kemampuan untuk menerima input dan output dengan cepat, Powerbank Xiaomi ini juga dapat diset low power charging yang biasa digunakan untuk mengisi fitness band ataupun bluetooth headset. Namun yang cukup disayangkan adalah, hanya ada 1 port USB di powerbank ini. Padahal dengan batere 10.000mAh, seharusnya powerbank ini dapat mengisi 2 gadget sekaligus apabila diberikan tambahan port USB. Untuk pengisian, powerbank ini masih menggunakan port micro USB, belum USB Type C.

Dengan kisaran harga Rp 200rb an, maka powerbank ini bisa dijadikan pilihan utama apabila kalian berpikiran untuk membeli powerbank. Mengingat performa yang dihasilkan melebihi ekspektasi sebelumnya. Jadi, apabila kalian berencana untuk membeli powerbank dengan harga yang cukup terjangkau, tidak ada salahnya untuk memasukkan powerbank ini ke dalam list. Karena dengan fitur yang serupa, merk lain biasanya menjual dengan harga 2 atau 3 kali lipat.

Semoga bermanfaat

Regards,
Taufiq

Advertisements

[REVIEW] Xiaomi Mi Band : Simple Fitness Band

Halo

Salah satu wearable gadgets yang belakangan makin marak selain smartwatch adalah fitness band. Gadget ini biasanya berupa gelang yang dipakai di tangan dan mampu mendeteksi setiap aktivitas yang kita lakukan. Menghitung langkah, naik turun tangga, jarak lari, nyenyaknya tidur, dan sebagainya. Masing masing fitness mempunyai kekurangan dan kelebihannya, baik dari segi disain, fungsi, maupun kemampuannya.

Xiaomi sebagai salah satu produsen perangkat elektronik ikut memasarkan fitness band buatannya yang disebut Mi Band. Mi Band merupakan gelang yang mampu mendeteksi dan merekam gerakan kita. Gelang ini cukup menarik baik dari segi harga, fungsi maupun penampilan.

Desain

Desain Mi Band sangat simple, gelang ini terdiri perangkat Mi Band dan gelang yang dapat diganti dengan bermacam warna. Walaupun hanya tersedia satu ukuran gelang, namun rasanya dapat mengakomodir sebagian besar ukuran pergelangan tangan yang ada. Dalam paket penjualan standarnya, gelang yang diberikan berwarna hitam, selain itu kita juga mendapatkan kable koneksi charger. Xiaomi menjanjikan dalam satu kali charge, Mi Band dapat bertahan hingga 30 hari. Walaupun akan di charge dalam jangka waktu yang lama, jangan sampai kita kehilangan kabel charger yang diberikan. Karena koneksi ke Mi Band menggunakan koneksi khusus.

P_20150125_165640

Dengan berat hanya dibawah 10gr, setelah memakainya, kita tidak akan merasakan menggunakan apapun pada pergelangan tangan kita. Selain itu, material Mi Band yang terbuat dari thermoplastic elastomer, diklaim aman digunakan pada jenis kulit apapun. Jangan khawatir apabila kita harus menggunakan sehari hari, karena Mi Band sudah bersertifikasi IP67 yang artinya tahan terhadap air dan benturan. Jadi apabila kita kehujanan ataupun berenang, Mi Band masih bisa dipergunakan. Terdapat 3 buah LED di dalam inti Mi Band yang bisa memberikan notifikasi dalam berbagai warna.

Kompabilitas.

Mi Band dapat digunakan pada sistem operasi Android dengan versi 4.3 keatas dan iOS 7.0 keatas. Untuk melakukan sinkronisasi dengan smartphone, Mi Band menggunakan koneksi Bluetooth Low Energy V 4.0. Jadi, smartphone yang digunakan pun harus mempunyai bluetooth versi ini apabila ingin menggunakan Mi Band. Apabila kita menggunakan smartphone Xiaomi, maka Mi Band dapat digunakan untuk unlock layar tanpa harus memasukkan password.

www.xiaomishop.com_1406352788

Software dan Fitur

Di dalam smartphone, Mi Band menggunakan aplikasi bernama Mi Fit yang bisa di download secara gratis di Play Store maupun App Store. Fungsi utama dari aplikasi ini adalah menghitung langkah yang kita lakukan setiap harinya dan mendeteksi kualitas tidur kita. Secara umum, deteksi langkah yang dilakukan Mi Band cukup akurat. Namun sayangnya terkadang apabila tangan kita bergerak seolah berjalan, perangkat ini mengitung gerakan tersebut sebagai langkah. Ya, setelah digunakan bisa kita ketahui bahwa Mi Band menghitung langkah kaki kita dari gerakan tangan. Setiap harinya, kita akan menentukan target langkah yang ingin dicapai, rekomendasinya adalah 8000 langkah per hari. Apabila sudah tercapai, maka Mi Band akan bergetar dan ketiga lampu LED akan menyala.

This slideshow requires JavaScript.

Untuk kualitas tidur, perangkat ini juga akurat, dan fitur ini langsung bekerja ketika kita berbaring di tempat tidur. Artinya, kita tidak perlu melakukan aktivitas khusus seperti menyalakan mode tidur untuk mengaktifkan fitur ini. Deteksi yang dilakukan Mi Band yaitu lamanya kita tidur dan lelapnya kita tidur (Deep Sleep). Fitur lainnya, Mi Band juga bisa memberikan notifikasi jika kita menerima telpon apabila sedang terhubung. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan fitur alarm dalam Mi Band ini, pada waktu yang telah diatur sebelumnya, Mi Band akan bergetar untuk membangunkan kita. Mi Fit juga dapat melakukan sinkronisasi dengan aplikasi bawaan seperti Health pada iOS.

Photo 06-02-2015 21 56 42

Kesimpulan

Mi Band merupakan fitness band yang sangat simpel namun mempunyai banyak fungsi. Dengan harga resmi sekitar US$ 13, perangkat ini sangat layak untuk dimiliki. Meskipun fitur deteksi aktivitas yang dimiliki sangat banyak, namun cukup untuk kita agar lebih bersemangat untuk bergerak. Walaupun belum resmi diluncurkan di Indonesia, namun kita bisa mendapatkan Mi Band dengan harga Rp 200rb – Rp 350rb di beberapa website e commerce.

xiaomi-mi-bands

Tertarik untuk mencoba?

Regards

Taufiqul

[INFO] Konsep Penamaan Gadget part 2 (Apple, LG, dan Xiaomi)

Post ini merupakan sambungan dari Part 1

4. Apple

Official_Apple_Logo_2013_Pictures_5_HD_Wallpapers

Apple yang paling simpel penamaan gadgetnya. Karena tiap tahun perubahannya ga terlalu signifikan. Kadang hanya nama model dan nomor model plus 1. Jadi misalnya tahun lalu ada iPad Air 2, maka kemungkinan di tahun depan ada iPad Air 3. Atau penggunaan huruf S untuk seri minor change (seringkali hanya perubahan internal hardware, bagian luar masih sama.

iphones-on-display

Di iPhone, kira kira setahun setelah dikeluarkannya iPhone 3G, Apple memperkenalkan iPhone 3Gs. Hal yang sama berulang di iPhone 4 dengan suksesornya iPhone 4S, dan iPhone 5 dengan suksesornya iPhone 5S. Memang ada juga perubahan yang cukup terasa, seperti pada iPhone 5S dimana terdapat fingerprint sensor, namun secara bentuk (form factor) tidak berubah.

iPad.2014.family

Jadi untuk Apple, semestinya kita tidak terlalu kesulitan ketika memilih mana yang paling bagus dari serinya. Cukup untuk mengetahui nomor modelnya, kita bisa menebak ini model terbaru atau bukan. Oia, untuk Apple, karena setiap tahun tidak banyak mengeluarkan gadget, biasanya gadget yang ada di tahun sebelumnya menjadi mid level. Karena menurut saya, sampe sekarang belum ada produk Apple yang dijual untuk entry level, kalau dilihat harganya.

iPhone_5s_vs_iPhone_6

  • Mid Level : iPhone 5C dan iPhone 5S. iPad Mini, iPad Mini 2 dan iPad Air
  • Flagship : iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. iPad Mini 3 dan iPad Air 2

5. LG

LG_log

Untuk LG, jangan terkecoh dengan penamaan yang biasanya ada di toko toko smartphone. Karena bisa saja kita terkecoh. Kadang nama smartphone yang mirip tidak menggambarkan aslinya. Memang yang terjadi saat ini ada di keluarga LG G3. Kemungkinan di seri ini LG hanya ingin memberikan nama model per generasi. Jadi jangan sampe salah, LG G3 tidak mempunyai spesifikasi yang sama ataupun mirip dengan LG G3 Beat ataupun LG G3 Stylus. Keduanya mempunyai kelas dibawahnya.

g3 series PR1

Jadi, untuk LG, kita mesti rada seksama untuk melihat nomor model bukan nama modelnya. Seperti untuk seri LG G3 mempunyai nomor model LGD855, sementara untuk LG G3 Stylus mempunyai nomor model LGD690, yang terakhir LG G3 Beat nomor modelnya LGD724. Ngeliat nomor model biasanya ada di belakang kotak, atau ketika kita ke toko smartphone biasanya ada di bawah nama modelnya.

lg_l_bello_lg_l_fino

Untuk kelas menengah lainnya terdapat smartphone LG seri L, ada L Fino (LGD295) dan L Bello (LGD335). Sementara untuk seri entry level terdapat seri L20 (LGD105) dan L40 (LGD170). Jadi, untuk smartphone LG jangan sampe salah untuk menentukan jenis apa yang kita beli. Walaupun dengan harga kita bisa mengetahui lebih mudah, namun apabila kita mengetahui nomor modelnya, kita akan lebih mudah mengerti smartphone apa yang kita dapatkan.

  • Entry Level : LGD 1xx dan LGD 2xx
  • Mid Level : LGD 6xx dan LGD 7xx
  • Flagship : LGD 8xx dan LGD 9xx

6. Xiaomi

2000px-Xiaomi_logo.svg

Ini yang lagi cukup hangat dibicarakan setelah peluncuran produk barunya. Xiaomi merupakan produsen elektronik yang baru berumur kurang dari 5 tahun (berdiri 6 April 2010). Sebenernya masih tergolong mudah untuk melakukan pembedaan dari produk Xiaomi. Ketika awal berdiri smartphone yang pertama kali diluncurkan adalah Mi1.

10446112_744864815554622_6621804460788370729_o

Xiaomi setiap tahun memperkenalkan penerus dari generasi Mi. Hingga saat ini seri Mi sudah masuk generasi ke  4. Sementara itu, Xiaomi juga memiliki seri entry level yang dinamakan Redmi. Walaupun masuk di kelas entry level, namun dari segi spesifikasi Redmi masuk kategori Mid Level. Mirip dengan seri Mi yang secara harga masuk di kelas Mid Level namun dari segi spesifikasi ada di kelas flagship.

Xiaomi-Mi3-vs-Xiaomi-Mi4

Hal yang menarik adalah, 15 Januari 2015 lalu Xiaomi meluncurkan seri terbaru yaitu Mi Note dan Mi Note Pro. Sementara saat ini di pasaran sudah terdapat smartphone Xiaomi seri Redmi Note, apakah yang Mi Note merupakan penerus dari Redmi Note? Tentu saja tidak, karena dari segi penamaan saja sudah berbeda. Makanya dari segi harga pun untuk seri Mi Note hampir 2 kali dari Redmi Note. Mi Note merupakan smartphone Xiaomi di kelas Mi (Flagship), untuk saat ini kemungkinan merupakan line up terbaru untuk melengkapi Mi4.

xiaomi-mi-note-pro-1-710x710

Jadi, untuk Xiaomi kira kira seperti ini:

  • Entry Level : Redmi 2 dan Redmi Note
  • Flaship : Mi 4, Mi Note, dan Mi Note Pro

Itu kira kira konsep penamaan gadget dari beberapa merk yang ada di Indonesia. Semoga dengan adanya info ini kita bisa lebih mudah dalam memilih gadget yang sesuai dengan keinginan kita. Dan juga tidak salah kaprah, kadang yang kita beli harganya lebih mahal dari seharusnya karena nama modelnya yang mirip dengan seri flagshipnya.

Semoga membantu

Regards,

Taufiqul

[REVIEW] TRANSCEND JETFLASH 380S

Hello!

USB On-The-Go

Wah? apaan tuh USB On-The-Go (OTG)? 
Coba kita liat definisi dari Wikipedia:

USB On-The-Go, often abbreviated USB OTG or just OTG, is a specification first used in late 2001, that allows USB devices such as digital audio players or mobile phones to act as a host, allowing other USB devices like a USB flash drivedigital cameramouse, or keyboard to be attached to them.

 Nah, USB OTG merupakan sebuah USB device yang memungkinkan beberapa alat seperti audio players atau smartphone mengakses peralatan USB seperti flash disik, kamera digital, mouse ataupun keyboard. Intinya sih, dengan USB OTG ini kita bisa akses peralatan USB ke perangkat Android kita.

Sekarang ini, teknologi USB OTG sudah berkembang. dalam satu unit devices, diberikan 2 port, yaitu port USB standar dan port MicroUSB. Port USB standar digunakan untuk peralatan seperti komputer atau laptop, sementara port MicroUSB digunakan untuk penghubung ke smartphone.

JETFLASH 380s

Kalo diliat dari keterangannya, alat ini disebut sebagai USB OTG Flash Drive. Karena mempunyai 2 port koneksi yaitu USB dan MicroUSB. 
USB OTG ini memiliki beberapa kegunaan, yang utama adalah kita bisa dengan mudah transfer file dari komputer ke smartphone. Selain itu, kita juga bisa mendapatkan tambahan kapasitas penyimpanan untuk smartphone kita. Lebih berguna lagi apabila smartphone kita tidak mempunya slot MicroSD. 
Berikut gambar gambarnya.

Ukurannya yang sangat kecil membuat USB OTG ini sangat mudah untuk disimpan dan dibawa bawa. Ketika dihubungkan dengan smartphone pun tidak memakan tempat.

Transcend memberikan  gratis aplikasi bernama Transcend Elite. Aplikasi ini berguna untuk membuka file yang ada di USB OTG tersebut. Selain itu, di aplikasi ini kita juga bisa melakukan Backup dan Restore data data kita yang ada di smartphone.

So far, USB OTG ini sangat berguna buat gw. Sangat mudah untuk melakukan transfer file dari PC ke Smartphone.
Oia, beberapa produsen juga memiliki produk serupa, kecepatan baca tulis pun rata rata sama, produk ini merupakan satu contoh saja.
Semoga bermanfaat.
Regards
Taufiq

[REVIEW] XIAOMI REDMI: A (Super) Budget Phone

Hello!

Xiaomi apaan sih?

Xiaomi, perusahaan yang berdiri di tahun 2011, saat ini berada di urutan ketiga sebagai produsen smartphone terbesar di Tiongkok, setelah Samsung dan Lenovo. Kalo belum tau, wajar, gw juga baru tau beberapa bulan terakhir kok. Xiaomi sering disebut sebagai “Apple of China”, karena terdapat keunikan dari produk produknya. Walaupun berbasis Android, Xiaomi menggunakan antarmuka MI yang pengoperasiannya sangat mudah.

Kali ini gw berkesempatan untuk mencoba salah satu smartphone dari Xiaomi, Redmi. Smartphone entry level yang menjadi fenomena di setiap penjualannya. Oia, Xiaomi ini menjual secara langsung produknya via website, penjualannya berlangsung setiap minggu. Di Singapore, setiap dibuka penjualan Redmi, dalam waktu kurang dari 1 jam stok yang ada akan habis. Mungkin karena harganya yang cukup murah ya.

Kalo mau tau berita tentang Xiaomi, lebih asik cari cari sendiri ya, cukup menarik kok,

Hardware

klik untuk memperbesar

Redmi menggunakan prosesor Quad Core keluaran Mediatek MT6589T dengan kecepatan maksimum 1,5GHz. Dengan RAM 1GB dan ROM 4GB, serta slot MicroSD yang bisa support hingga 32GB. Kamera belakang beresolusi 8MP dilengkapi dengan LED Flash dan sanggup untuk merekan video Full HD sementara kamera depan beresolusi 1,3MP. Redmi memiliki layar sebesar 4,7″ dengan resolusi 1280×720 pixels, tingkat kerapatannya mencapai 312 ppi. Sebagai perbandingan, Retina Display iPhone mempunyai kerapatan 326ppi, dengan kata lain, ketajaman layar Redmi hampir mirip dengan yang ada di iPhone.

Redmi juga mempunyai dua slot SIM, namun hanya satu yang memiliki kecepatan internet 3G, sementara slot 2 hanya sampai EDGE. Selain itu, hp ini juga mendukung Bluetooth 4.0 Low Emission dan WiFi 802.11n. Di dalamnya, Redmi menggunakan sistem operasi Android 4.2 (Jelly Bean) yang sudah di kustomisasi dengan antarmuka MI.

Desain Redmi bisa dibilang biasa, ga ada yang istimewa. Yang paling kerasa adalah beratnya yang cukup lumayan ketika dipegang dalam waktu lama, 158 gram. Kalo untuk tipis, masih bisa ditolerir, ga terlalu tebal. Cuman memang bezel di sekitar layar terlalu besar, bakalan lebih keren kalo dibikin tipis. Oia, di bagian depan terdapat layar HD 4,7″ IPS Panel yang cukup terang, kalo dibawah cahaya matahari memang perlu di set maksimal tingkat keterangan layarnya. Di bawah layar terdapat 3 buah softkey options, home, dan back. Dibawah tombol Home terdapat LED notification yang bisa diatur setiap aplikasi. Sebagai contoh, ketika battery habis maka LED akan menyala merah, apabila sudah mencapai >50% LED akan berwarna biru, dan ketika penuh akan berubah menjadi warna hijau. Namun sayangnya, karena letak dan ukuran yang terlalu kecil, kadang jadi tidak terlihat.

Di bagian belakang terdapat kamera utama beresolusi 8MP dengan bukaan f2.2 yang sanggup merekam video beresolusi Full HD. Terdapat juga LED Flash yang juga bisa berfungsi sebagai lampu senter apabila diperlukan. Terdapat juga logo Mi di bagian bawah cover belakang Redmi. Cover belakang ini berbahan plastik dengan tekstur yang cukup nyaman untuk dipegang, tidak mudah terjatuh karena terlalu licin. Di bagian kanan terdapat tombol volume up-down dan tombol power. Di bagian atas terdapat headphone jack 3,5mm sementara di bagian bawah kita bisa menemukan microUSB untuk charging dan juga mempunyai fitur USB on-the-go.

Ini foto Redmi dibandingin dengan iPhone 5. Terlihat kalo ukuran Redmi lebih besar.

Software

Redmi mempunyai basis OS Android 4.2 (Jelly Bean), namun antarmuka (User Interface) MI membuat hape ini menjadi berbeda dari hape Android kebanyakan, kebanyakan pake TouchWiz. Satu hal yang berbeda dibanding dengan hape Android lain yaitu tidak terdapatnya App Drawer, yaitu layer untuk masuk ke list aplikasi. Seperti di iOS, semua aplikasi terdapat di halaman depan, apabila kita install aplikasi dari Google Play, maka akan langsung muncul di halaman depan. Untuk uninstall aplikasi, cukup tekan dan tahan aplikasi tersebut lalu ditarik keatas, arahkan ke tempat sampah.
Biar lebih enak, mari kita liat liat.
Lock Screen

Lock Screen

Di halaman Lock Screen, kita bisa tarik ke bawah untuk masuk ke Home Screen, tarik ke kanan untuk langsung ke menu Messaging, ke kiri langung ke menu telpon, dan ke atas untuk menu Camera.

Lock Screen

Nah, kalo kita pencet dua kali di tengah tengah, maka akan langsung berubah tampilan menjadi pemutar musik.

Home Screen

Home Screen

Bisa diliat kalo semua aplikasi ada di halaman utama, jadi ga perlu jauh jauh masuk ke App Drawer seperti di hape Andorid lain.

Folder

Notification Center

Sama seperti hape Android lainnya, terdapat notification center yang bisa ditarik dari atas layar. Satu hal yang membedakan, di barisan bawah terdapat catatan penggunaan kuota internet, lumayan berguna buat yang langganannya pake kuota ya.

Notification Center

Ga jauh beda sama yang lain juga, bisa di custom isinya. Ada fitur Do Not Disturb yang bisa di setting, jadi pada waktu tersebut hape ga akan memunculkan notifikasi apa apa.

Themes

Salah satu fitur dari MI yaitu Themes. Kita bisa download macem macem Themes supaya Redminya jadi keren. Lumayan lucu lucu kok isinya.

Quick Play Music

Ada fitur yang lumayan unik, apabila kita ada di home screen dan ingin memutar lagu, kita tinggal swipe icon Music dari atas ke bawah, maka langsung keluar tampilan pemutar musik.

Quick Note

 Sama seperti di Music, icon Notes pun bisa di swipe dari atas kebawah untuk menampilkan Quick Note, jadi kita ga perlu masuk ke menu, sangat simpel dan ringkas.

Tools

 Beberapa program yang diberikan oleh Xiaomi, disini terdapat MiCloud, Downloads, Updater, Password keeper, Backup, Feedback, dan USIM Utilities. Yang paling menarik tentu MiCloud, akan kita bahas nanti.

Tools

 Terdapat pula beberapa menu seperti senter dan FM radio. Radio sendiri dapat dinyalakan dengan meyolokkan headset, headset berfungsi sebagai penangkap sinyal. Karena sebenernya tanpa headset juga bisa menyala, namun kualitasnya sangat tidak bagus.

MiCloud

 Sebagai pengguna MI, diberikan free 5GB ketika sign in sebagai user. Setelah itu, diberikan 5GB lagi apabila kita login di i.xiaomi.com. Terlihat fitur yang di backup di MiCloud yaitu Contacts, SMS, Album, Call Log, Notes, Recorded, Cloud Messaging dan Find Device.

MiCloud

 Yap, seperti iPhone dan hape mahal lainnya, Xiaomi juga dibekali find device. Jadi apabila hape kita hilang, maka kita bisa melihatnya via internet.

Security

 Kita juga diberikan program bernama Security yang isinya bermacam hal. Cleaner untuk membersihkan file file yang tidak berguna di hape kita. Data Usage sebagai pencatat pemakaian data internet kita, dapat disetting secara manual tiap bulannya. Blockist untuk mencatat nomor yang tidak ingin kita terima telponnya.

Data Counter

 Data Counter terbagi antara SIM 1 dan SIM 2. Masing masing SIM mempunyai catatan pemakaian sendiri.

Power Usage
Selain untuk melihat sisa batere, disini juga kita bisa konfigurasi penggunaan batere kita, ada beberapa proful yang bisa dipilih. Selain itu ada menu Auto Switch dimana hape akan berubah profil otomatis ketika mencapai level tertentu. Atau juga Scheduled untuk menjadwalkan perubahan proful batere.
Profil: Default

Profil: Sleep
Bisa dilihat  perbedaan profil antara Default dan Sleep. Semisal kita menjadwalkan perubahan profil pada jam 12 malam sampe dengan jam 5 pagi dengan 2 mode tersebut. Saat jam 12, hape akan otomatis pindah ke profil Sleep dan saat jam 5 pagi kembali ke profil Default.

Camera

Kamera 8MP yang ada di Redmi konon sensornya adalah Exmor buatan Sony, entah bener atau engga. Yang jelas, dari pengalaman gw menggunakan kamera Redmi, hasil yang didapatkan cukup bagus. Selain itu, kamera ini juga sanggup untuk merekam video Full HD 1080P.
Berikut contoh gambarnya.

Hasil foto dari Redmi bisa dibilang bagus untuk hape sekelasnya. Jangan deh bandingin sama iPhone, udah tau diri aja harganya juga ga seberapa. Tapi ga bisa dianggap jelek juga, karena dari pengalaman gw pake Redmi itu hasil gambarnya ga pernah mengecewakan. Memang kalo diperhatikin warna agak yellowish ya, tapi ini hasil foto apa layar komputer gw ya?
Kemaren sempet iseng ambil video pake Redmi.

Performance

Antutu Benchmark

 Skor Antutu 16rb an, sekelas Galaxy S3. Entah hape apalagi yang ada di level segitu. Yang jelas, dengan spesifikasi yang ada, gw jarang mendapatkan lagi pada saat mengoperasikan hapenya. Pernah sih, tapi ya emang karena lagi banyak banget tasknya.

Gw juga pertamanya bingung ketika liat hasil speedtest ini. Bukannya apa apa, biasanya kalo test pake iPhone, kecepatan upload mentok di 34 an MBps, entah apa penyebabnya pake Redmi bisa mentok gini, padahal Routernya ya sama. 
 
Buat gw, dengan spek seperti ini, performa Redmi bisa dibilang memuaskan. Kalo dibandingkan dengan hape Android dengan themes standard, pasti Redmi masih menang, 

Battery Life

Ini paling penting ya, punya hape bagus ga pernah hang, jarang lag, dan tampilannya menarik daripada Android lain, percuma aja kalo baterenya cepet abis. Sebagai gambaran, pemakaian gw lumayan ekstrem di Redmi ini. 4 account gmail, dimana 2 diantaranya terdaftar mailing list gadget dengan total penerimaan email per hari 1000 an, selain itu ada juga 3 email lain yang ikut di daftarkan. Juga Social Media seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram, serta aplikasi chatting BBM, WhatApp, dan Line. Semuanya masuk ke Redmi ini. Pemakaian rata rata yang gw rasakan, dengan 3G only, 1 SIM card, brightness 25%, di kantor kadang dipake denger musik, terima beberapa SMS, hampir ga pernah telpon, sekitar 12 – 14 jam. Bahkan pernah satu kali karena sinyalnya ga bagus, lemot, jadi gw ga maenin selama beberapa jam, tapi email tetep masuk, eh masih bisa bertahan tuh.

Software Update

Beberapa hari yang lalu gw dapet notifikasi update dari Xiaomi.
Notifikasi Update
Update berkisar 150an MB, disitu juga tertulis apa aja yang berubah. Oia, sebelum update kita disuruh Back Up data dulu. 
Hampir semua data yang ada di hape di backup, waktu backup sekitar 15 menit. Setelah itu adalah proses downloading file update, lalu proses instalasi update yang memakan waktu kurang lebih 30 menit. Buat gw ini cukup menarik ya, agak jarang produsen smartphone budget ngasih update ke produknya. Bahkan produsen sekelas LG atau Sony pun belum tentu loh kasih update.
Setelah gw baca baca, ternyata memang Xiaomi ini setiap hari mendapatkan feedback dari penggunanya, karena emang setiap ada masalah pasti user bisa langsung report ke Xiaomi. Dan gw denger, mereka emang tanggap banget untuk masalah ini. Jadinya, kadang setiap penjualan, hape yang dijual minggu ini belum tentu sama dengan yang dijual minggu depan. Nah, canggih  kan. Hape lama bisa tetap ke update sih.

Verdict

the bright side

– Quad Core Processor 1,5GHz MTK5689T
– 1GB RAM, 4GB RAM ~microSD slot up to 32GB
– 4,7″ HD Display (1280×720 pixels) IPS Panel
– WiFI 802.11b/g/n, WiFi Direct
– Corning Gorilla Glass 2
– Value
– MI User Interface (MIUI)

the dark side

– Berat 158 gram
– Bezel terlalu tebal, ukuran terlalu besar
– Masih Jelly Bean (Android 4.2.2)
Menurut gw, ini merupakan hape yang patut untuk dibeli dan dicoba. Untuk orang yang ga mau spend terlalu banyak duit untuk hape Android, Redmi bisa dijadikan pilihan. Selain itu, User Interface MI juga memberikan pengalaman yang berbeda dibanding dengan User Interface Android lain. Kalo ada rencana untuk pindah dari iOS ke MIUI, jangan khawatir, ga bakalan kagok kok make Android. Dengan MIUI, lebih gampang makenya, karena emang dibuat seminimal mungkin.
Beberapa hape setelah dipakai dalam waktu yang lama akan mengalami penurunan performance, sementara Redmi dari pertama beli sampe sekarang masih tetep sama, tetep ngebut dan snappy. Gw yang tadinya beli Redmi sekedar penasaran dan cukup buat di review aja, sekarang malah mikir mikir kalo buat dijual. Hape ini juga cocok untuk yang mau pindah dari BlackBerry ke Android, tapi ya itu, hape ini cukup berat untuk dipegang dalam waktu yang lama. 
Untuk yang mau beli, gw sarankan agar sedikit bersabar, karena konon beberapa saat lagi Xiaomi akan resmi masuk ke Indonesia. Bahkan, di pameran ICS yang digelar minggu ini di JCC, Vice President Xiaomi Global (mantan eksekutif Google) Hugo Barra akan berkunjung, ga tau sih mau ngapain. Gosipnya lagi, Xiaomi disini akan didisitribusikan oleh Erafone dengan firm order hingga 1jt unit. Entah bener atau engga, yang jelas, Xiaomi pasti bakal jadi bahan omongan selama beberapa bulan ke depan. Ga usah lagi kemakan isu kualitas hape buatan Tiongkok itu jelek, jelas jelas iPhone dibaut di Tiongkok.
Xiaomi juga mempunyai model Mi3 dengan spesifikasi jauh lebih tinggi daripada Redmi, harganya pun 2 kali lipat. Tapi Mi3 ini dapat bersaing dengan smartphone papan atas seperti Samsung Galaxy S5, Note 3, HTC One M8, dan sebagainya. Boleh diliat benchmark dibawah ini. 
Benchmark Mi3
Bisa diliat di Antutu, Mi3 ada di bagian hi end Android Smartphone dengan harga setengah dari yang diatasnya. 
Semoga bermanfaat untuk kita semua
Regards,
Taufiq

[PREVIEW] XIAOMI REDMI : Nasi Merah Murah Meriah!

Hello!

Xiaomi? Apa tuh?

Udah pernah denger nama Xiaomi sebelumnya? Belum? Gapapa, gw juga baru tau beberapa bulan lalu. Xiaomi merupakan sebuah merk Smartphone asal Tiongkok yang beberapa waktu belakangan ini lagi hangat dibicarakan orang. Produknya laku keras di pasaran, cara berjualannya hanya lewat web, dan baru tersedia di beberapa negara.

Apa sih sebenernya yang bikin menarik? Yang pertama, harganya sangat amat terjangkau. Kalo udah paham spek spek smartphone gitu dan bisa bandingin antara satu dengan lainnya, hape Xiaomi rata rata berharga hampir 50% lebih murah daripada merk merk terkenal. Selain itu, desain hapenya sendiri juga sangat menarik, kalo gw bilang sih niat banget. Yang ketiga, user interface MI yang sudah terkenal itu. Bahasa gampangnya sih gini, Xiaomi pake themes khusus yang mereka bikin sendiri dan membedakan dengan hape Android lain. Biasanya, harga murah pasti dapet tampilan standart Android, kalo hape Xiaomi engga.

Nah, kali ini gw cukup beruntung bisa dapetin sebuah hape Xiaomi untuk entry level, Redmi. Berkat bantuan temen yang udah kerasan tinggal di Singapur, Nuy dan Rian, dan temen yang lagi seru serunya honeymoon, Banchet ama Devi, sampe deh Redmi pagi ini, terima kasih ya.

Kesana pertama, ga murahan, solid, dan bener tampilannya keren. Snappy banget, ga pake ngelag, terus ya layarnya juga jernih. Sabar seminggu lagi semoga gw bisa nulis ulasan lengkapnya Redmi ini.

Regards,
Topiq