[INFO] Mobile World Congress 2015: Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge

Masih dari event Mobile World Congress 2015 yang digelar di Barcelona 2 – 5 Maret 2015 ini, Samsung juga meluncurkan duo flagship terbarunya yaitu Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge. Acara perkenalan yang dilakukan sesaat setelah HTC memperkenalkan flagship terbarunya One M9 ini mendapat perhatian yang cukup banyak. Mengingat smartphone ini akan langsung berhadapan dengan musuh abadi yang saat ini sedang menikmati masa sukses iPhone 6 dan 6 Plus. Diberi nama Samsung Unpacked 2015, event ini diikuti berbagai macam media dari seluruh dunia dan disiarkan secara langsung melalui Live Streaming channel Youtube. Mari kita lihat lebih lengkap.

kv-phones

Samsung Galaxy S6

  • Samsung Exynos 7420 Octa-core (Quad-core 1,53GHz Cortex-A53 & Quad-core 2,1GHz Cortex-A57)
  • Mali T760 GPU
  • Super AMOLED 5.1” 2K (2160x1440p) ~577 pixels per inch, Corning Gorilla Glass 4
  • Internal Memory 32/64/128GB dan 3GB RAM
  • No MicroSD slot
  • 16MP rear camera, 4K@30fps (3840x2160p) video recording
  • 5MP front camera, Full HD video recording
  • Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, hotspot, Bluetooth v4.0, NFC
  • Support 4G LTE cat6 up to 300MBps
  • 143.4 x 70.5 x 6.8mm, 138g
  • Non removable battery Li-Ion 2550mAH
  • Wireless charging support PMA/Qi
  • Android OS 5.0 Lollipop with TouchWiz UI
  • Fingerprint Sensor
  • Samsung Pay (Visa, Mastecard certified)
  • Corning Gorilla Glass Front Screen and Back Panel

Samsung Galaxy S6 mempunyai desain yang berbeda dibandingkan dengan seri sebelumnya. Kali ini desain yang ditampilkan terlihat cukup premium dengan penggunaan panel kaca di bagian belakang, yang terlindung Gorilla Glass 4, dan bagian sisi yang menggunakan bahan metal. Hal ini berbeda dari desain flagship Galaxy S series sebelumnya yang banyak menggunakan bahan plastik. Samsung saat ini hanya menggunakan satu prosesor (seri Galaxy S5 mempunyai 2 jenis, Exynos dan Snapdragon tergantung tempat penjualan) yaitu Samsung Exynos 7420 yang memiliki 8 inti. 4 inti berkecepatan maksimum 1,5GHz untuk penggunaan sehari hari dan 4 inti lainnya mempunyai kecepatan 2,1GHz untuk komputasi tinggi. Sama seperti seri pesaingnya Snapdragon 810, kedelapan inti Exynos 7420 dapat menyala bersamaan apabila diperlukan. Penggunaan RAM sebesar 3GB memastikan setiap aplikasi bisa berjalan lancar saat digunakan bersamaan. Kali ini Samsung memberikan pilihan internal memory mulai dari 32GB, 64GB, dan 128 GB pada Galaxy S6 (dan S6 Edge) tanpa memberikan slot kartu memori.

galaxys6-9.0

Ukuran layar pada S6 masih sama dengan seri sebelumnya yaitu sebesar 5,1” berteknologi Super AMOLED. Namun, terdapat peningkatan signifikan dimana pada S6 resolusi layar ditingkatkan hingga 2 kali lipat pada resolusi 2K (2560x1440p). Membuat layar S6 jauh lebih tajam dengan 577 pixel per inchi dibandingkan 432 pixel per inchi pada Galaxy S5, resolusi layar yang sama digunakan pada LG G3. Resolusi kamera yang dibenamkan masih sama sebesar 16MP, namun kali ini Samsung menambahkan Optical Image Stabilization pada sensor kameranya untuk menjamin gambar yang direkam tetap tajam walaupun tangan bergerak. Meskipun mengalami upgrade yang cukup banyak pada hardware internalnya, namun nyatanya Galaxy S6 tampil lebih tipis (6,8mm vs 8,1mm pada Galaxy S5) dan lebih ringan (138gr vs 145gr Galaxy S5). Sayangnya ada fitur yang dihilangkan yaitu ketahanan pada debu dan air yang ditandai dengan sertifikasi IP67. Kali ini Samsung mengintegrasikan Fingerprint Sensor pada home button, sama seperti iPhone. Juga memindahkan jack audio 3,5mm ke bagian bawah handphone di sebelah port MicroUSB.

gsmarena_001

Samsung Galaxy S6 Edge

galaxys6-32.0

Samsung Galaxy S6 Edge mempunyai spesifikasi yang sama dengan Galaxy S6 dengan perbedaan pada layar dengan desain lengkung disamping, Curva Edge screen dan kapasitas batere yang lebih besar 2800mAH. S6 dengan tambahan sebaris layar di kedua sisi layar utama mempunyai desain yang lebih menarik dibandingkan S6. Dengan spesifikasi yang sama, dapat dipastikan kinerja smartphone ini cukup gegas, beberapa benchmark menunjukkan bahwa prosesor Exynos berada diatas semua prosesor yang ada ketika dibandingkan performanya. Sepertinya Samsung ingin membuat diferensiasi pada seri flagship smartphone nya dengan menampilkan Galaxy S6 Edge. Jadi untuk konsumen yang sudah bosan melihat tampilan smartphone biasanya, menggunakan S6 Edge mungkin merupakan sensasi baru. Kedua smartphone ini akan tersedia di bulan April 2015, sampai saat ini belum diketahui harga untuk keduanya. Namun dapat dipastikan, dengan teknologi yang dibenamkan, akan berada pada kisaran >Rp 8jt, bahkan untuk seri teratas S6 Edge pasti menembus belasan juta rupiah. Untuk pasar Indonesia, kemungkinan waktu peluncuran tidak akan jauh berbeda waktunya dari waktu peluncuran global mengingat pasar Indonesia yang cukup besar.

Regards,
Taufiqul

Source: theverge.com dan gsmarena.com

[INFO] Selamat Datang Nexus 6 (Part 2)

LG Nexus 5

Nexus_5_Front_View

Sama seperti Samsung, LG juga mempunya jatah 2 Nexus dengan diproduksinya Nexus 5. Seri Nexus ini merupakan salah satu yang terlaris, karena selain spesifikasinya yang tinggi, harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Di Amerika, Nexus 5 dijual dengan harga $299 (16GB) dan $349 (32GB). Menggunakan prosesor terbaru dari Qualcomm yaitu seri Snapdragon 800, walaupun sama sama memiliki 4 inti, namun Nexus 5 mempunyai clock yang lebih tinggi yaitu 2,26GHz. Begitu juga dengan RAM, meskipun besarnya sama seperti Nexus 4 2GB, namun penggunaan DDR3 membuat kinerja RAM meningkat. Layar Nexus 5 pun meningkat dari sebelumnya HD 4,7” (720p) menjadi Full HD 5” (1080p). Nexus 5 diperkenalkan pertama kali menggunakan sistem operasi Android 4.4 Kitkat dan saat ini sudah bisa diupgrade ke seri terbaru Android 5.0 Lollipop. Sampai saat ini, Google masih tetap menjual Nexus 5.

Motorola Nexus 6

Nexus_6

Google memutuskan untuk berpartner dengan rekan senegaranya Motorola. Semenjak dibeli oleh Google, smartphone Motorola mulai menunjukkan tajinya. Munculnya seri Moto E, Moto G, dan Moto X makin menguatkan upaya Motorola untuk menjadi podusen smartphone yang patut dipertimbangkan. Setelah dibeli Lenovo, Motorola pun makin bisa memperluas cakupan penjualannya. Mengingat Lenovo merupakan salah satu produsen PC terbesar di dunia yang mempunyai jaringan yang kuat.

Namun beberapa orang menyayangkan Nexus 6 dikarenakan harganya yang tergolong premium, di Amerika sendiri Nexus 6 dijual $649 (32GB) dan $699 (64GB). Namun sebenernya harga tersebut cukup masuk akal mengingat spesifikasi yang dibenamkan pada Nexus 6 merupakan high-end. Prosesor Snapdragon 805 2,65GHz dengan RAM 3GB memastikan semua aplikasi berjalan sempurna dan tanpa lag. Ukuran layar meningkat 1” menjadi 5,95”, tidak hanya itu, resolusi layar yang sebelumnya Full HD (1920x1080p) ditingkatkan menjadi 2K (2560x1440p), sama seperti LG G3. Ketajaman layar meningkat dari 441ppi menjadi 493ppi. Walaupun tidak bisa diganti, namun batere yang ditanamkan di Nexus 6 meningkat hamper 1AH menjadi 3220mAH. Ada hal lain yang meningkat yaitu beratnya menjadi 184gr, naik 50gr dibandingkan Nexus 5.

Ketersediaan

Hampir semua seri Nexus tersedia di Indonesia. Namun pada seri Nexus 6 ini, nampaknya kita tidak bisa berharap banyak mengingat Motorola sempat menarik kantor penjualannya ke Singapura. Tapi hal ini sepertinya tak akan berlangsung lama. Beberapa hari yang lalu telah muncul notifikasi di website Kominfo bahwa distributor Trikomsel telah mendaftarkan beberapa smartphone Motorola serta smartwatch nya Moto 360. Bahkan, status semua gadget tersebut adalah Sertifikat Dicetak. Hal ini menandakan tidak akan lama lagi penggemar seri Nexus dan smartphone Motorola bisa mendapatkan smartphone impiannya. Karena di website tersebut terdapat 2 smartphone Motorola yaitu Motorola Nexus 6 dan Motorola Moto X (2nd Generation). Mungkin hal ini merupakan salah satu dampak dari akuisisi Lenovo terhadapa Motorola. Berikut pernyataan salah satu petinggi Lenovo Indonesia yang dikutip dari detikinet.

“Motorola kemungkinan akan mengisi portofolio ponsel high end kami di Indonesia, sementara ponsel Lenovo akan mengisi segmen menengah, di mana mempunyai spek tinggi namun dengan harga murah,” ungkap Adrie R Suhadi, Country Lead divisi Mobile Lenovo Indonesia.

motorolapostel

Pernyataan tersebut makin menguatkan tentang keberadaan smartphone Motorola di Indonesia. Belum diketahui apakah nantinya penjualan dari Motorola akan dilakukan melalui Lenovo Indonesia. Yang jelas, kehadiran Motorola makin menguatkan persaingan pada industry telepon seluler di Indonesia. Apabila dijual di Indonesia, harga Nexus 6 kemungkinan akan dihargai mulai Rp 8jtan untuk seri terendah 32GB. Namun hal ini masih dapat berubah tergantung pada kebijakan perusahaan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dengan harga tersebut, maka Nexus 6 akan bersaing dengan beberapa flagship lain seperti Galaxy Note 4 dan iPhone 6 Plus.

Regards,

Taufiqul

[INFO] Android One : Standarisasi Hardware dan Software ala Google

Halo

Beberapa tahun terakhir, Android menjadi sebuah platform yang begitu melesat perkembangannya. Bahkan hingga memaksa puluhan produsen untuk menggunakan sistem operasi ini. Karena, selain gratis, Google juga secara teratur memberikan update terhadap software unggulannya ini. Produsen pun diberikan kebebasan dalam menggunakan Android, mereka bisa saja memilih untuk “apa adanya” atau dimodifikasi sesuai dengan ciri khas produsen tersebut. Software Android basic diperkenalkan Google pada seri smartphone Nexus nya, sementara produsen lain biasanya menambahkan program tertentu. Samsung, produsen smartphone Android terbesar di dunia, memiliki user interface yang dinamakan Touch Wiz pada setiap smartphone nya. HTC dengan HTC Sense, Asus dengan Zen UI, Xiaomi dengan MiUI, dan sebagainya.

samasung-galaxy-s4-vs-htc-one-interface_software-1454x761

Di sisi lain, perkembangan yang pesat ini bukannya tidak terdapat kelemahan. Walaupun Google telah memberikan standard minimum requirement pada OS nya, terkadang experience yang di dapatkan pada smartphone Android berbeda antara satu dengan yang lainnya. Untuk seri dengan spesifikasi tinggi, mungkin tidak terlalu bermasalah karena pastinya sudah melewati minimun requirement yang direkomendasikan Google. Masalah terbesar ada pada smartphone low end yang terkadang dibuat “seadanya”. Hal ini mungkin untuk mengejar price point yang rendah sehingga bisa terjangkau, namun konsumen akan merasa smartphone mereka tidak sepintar yang mereka inginkan. Selain itu, meskipun Google selalu melakukan update pada Android, seringkali pengguna ditinggalkan dengan software lama, tidak ada update terhadap smartphone tersebut. Hasilnya, banyak dari smartphone tersebut menjadi rentan terhadap serangan malware karena penutup celah keamanan tersebut hanya terdapat pada versi Android terbaru.

smartisan-vs-all

Google sebagai pengembang Android tentu dirugikan dengan adanya pengalaman kurang baik yang diterima penggunanya. Jelas hal ini akan membuat konsumen berpaling ke sistem operasi lain yang lebih aman seperti iOS atau Windows Phone. Walaupun terdapat seri Nexus yang selalu mendapatkan update terbaru, namun hal ini hanya akan dirasakan konsumen kelas menengah keatas, sementara untuk pemula yang baru memiliki smartphone atau berpindah dari feature phone, tidak dapat merasakan hal tersebut. Lahirlah sebuah project yang dinamakan Android One.

Android One merupakan upaya Google untuk memberikan pengalaman yang maksimal dalam menggunakan Sistem Operasi Android. Terutama pada hal yang paling sering dikeluhkan konsumen yaitu update software. Google menjanjikan smartphone Android One akan menerima update paling tidak selama 2 tahun. Jadi, apabila tahun ini kita membeli smartphone tersebut, maka hingga tahun 2017 nanti kita masih akan menerima update software terbaru. Misalnya saat ini kita sedang menggunakan versi 5.0 (Lollipop), maka paling tidak kita akan menerima 2 – 4 kali update. Update software akan membuat smartphone kita lebih tahan terhadap serangan malware, atau paling tidak membuat smartphone kita muda kembali.

devices

Demi terlaksananya project ini, Google bekerjasama dengan vendor lokal di beberapa negara berkembang seperti India, Nepal, Filipina, Sri Lanka, Indonesia, dan beberapa negara berkembang lainnya. Di Indonesia, Google bekerjasama dengan Mito, Evercoss, dan Nexian dalam pembuatan Android One. Dalam peluncuran project ini, di bulan Februari , Google akan meluncurkan tiga smartphone dari ketiga produsen tersebut. Pada peluncurannya ini, Google bahkan menjanjikan akan langsung mengupdate versi Android ketiganya dengan versi terbaru Lollipop 5.1.

Evercoss menawarkan seri yang dinamakan One X, sedangkan Mito dinamakan Impact, dan Nexian menggunakan nama Journey, sebuah nama yang pernah mereka berikan pada smartphone terdahulunya. Ketiganya mempunyai model dan fitur yang mirip, bahkan mungkin sama. Spesifikasi hardware yang dibenamkan sama antara satu dengan yang lainnya.

Spec

Spesifikasi ini dapat dikatakan sangat cukup untuk smartphone entry level. Prosesor Quad Core 1,3GHz dengan RAM 1GB rasanya akan mudah untuk menjalani pekerjaan standard smartphone sehari hari. Internal Storage pun cukup besar 8GB, masih dapat ditambah dengan kartu memori MicroSD. Apabila kita mempunyai 2 nomor, jangan khawatir karena terdapat 2 slot berukuran Micro SIM pada ketiganya. Kamera depan 2MP dan belakang 5MP pastinya cukup untuk sekedar mengabadikan momen sehari hari. Resolusi FWVGA (854x480p) rasanya cukup nyaman untuk dilihat. Informasi lengkap dari Project Android One di Indonesia dapat dilihat disini.

Sudah siap untuk mencoba salah satu dari ketiganya?

Regards

Taufiqul