[HOW TO] Pindahin History Chat WhatsApp dari iPhone ke Android

 

Hello,

hqdefault.jpg

Upgrade smartphone sudah merupakan hal yang lazim buat kita. Normalnya sih 2 tahun sekali, tapi karna setiap pabrikan meluncurkan hape baru tiap tahun, kadang bisa aja kita ikutan upgrade. Saat ini ada 2 sistem operasi yang umum dipakai di smartphone yaitu iOS dan Android. Kalo kita upgrade smartphone dengan sistem operasi yang sama, maka kemungkinan timbul masalah akan sangat sedikit, apalagi kalo merk hapenya sama. Tapi apabila kita pindah dari salah satu sistem operasi yang satu ke yang lain, mulai deh beberapa hal tidak berjalan sempurna.

Kali ini gw mau nunjukkin caranya pindahin history chat WhatsApp dari iOS ke Android. Oia, disini gw berasumsi kalo kalian udah backup data data lain kecuali WhatsApp (karena emang ga bisa). Sebelum memulai, ada beberapa software yang diperlukan.

  1. iTunes : untuk backup device iOS (PC, Free)
  2. iBackup Viewer : untuk mengcopy file backup chat WA (PC, Free)
  3. Wazzap Migrator : untuk extract file backup ke format Android (Android, Rp 44rb)

Nah kalo udah siap semua, mari kita mulai prosesnya.

Step by step, migrasi history chat WA dari iOS ke Android:

  • Buat backup iPhone di iTunes (manual backup)

    macos-itunes12-7-iphone7-summary-backups

  • Pindahkan file chatstorage.sqlite ke storage smartphone Android

    • Buka iBackup Viewer
    • Pilih latest backup iTunes (apabila ada beberapa file backup)

1_ibackupviewer_0

2_ibackupviewer_0

    • Cari file ChatStorage.sqlite di folder AppDomainGroup-group.net.whatsapp.WhatsApp.shared copy ke dalam folder sementara dengan cara memilih Export -> Selected

3_ibackupviewer_n

    • Apabila ingin memindahkan media (history foto di WA) cari folder AppDomain-net.whatsapp.WhatsApp -> Library pilih folder media dan pindahkan ke folder sementara dengan klik Export -> Selected (tidak direkomendasikan apabila fotonya terlalu banyak, karna proses restore akan lebih lambat)

4_ibackupviewer_n

  • Pindahkan file backup ChatStorage.sqlite dan Media ke smartphone

    • Install WazzapMigrator dari Play Store (Rp 44rb)

Wazzapmigrator

    • Pindahkan file ChatStorage SqLite  dan Media ke dalam folder WazzapMigrator yang ada di smartphone Android (disarankan menggunakan kabel data, biasanya folder tersebut ada di Internal/Phone Storage)

windows_wazzapmigrator_folder

where_put_chatstorage_moved

  • Extract backup iPhone ke format backup Android

    • Install WhatsApp
    • Logout semua Google Account yang ada di hp Android (biasanya WA akan search backup di Google Drive baru cari ke Local backup)
    • Masuk ke WazzapMigrator akan ada notifikasi ChatStorage.sqlite found, apabila sudah sesuai langsung klik tombol Start (>)
    • Waktu extract bergantung terhadap berapa besar backup yang ada, sebagai gambaran, untuk history chat 450MB waktu yang diperlukan sekitar 15 menit. Apabila ada foto, maka akan lebih lama lagi waktunya.
    • Ketika selesai, masuk kedalam aplikasi WA, setelah memasukkan nomor telpon, WA akan menemukan local backup di smartphone (file yang dibuat WazzapMigrator)

Nah,  itu dia step by step pindahin history chat WA dari iOS ke Android, ga terlalu sulit kan? Oia, untuk proses sebaliknya, pindahin chat WA dari Android ke iOS gw sendiri belum coba, tapi mestinya sih bisa, hehe. Oke, semoga berguna tutorialnya, kalo ada yang mau ditanyakan silahkan langsung komen dibawah.

Regards,
Taufiq

 

 

Advertisements

The Best 2016

Hi all!

Image result for best of the best

Udah lama banget semenjak terakhir posting tentang iPhone SE 8 bulan yang lalu. Kali ini gw mau sedikit beropini mengenai gadget terbaik 2016. Meskipun tahun ini masih sebulan lagi, tapi kalo diliat dari timeline nya, semua hampir semua perusahaan udah ngeluarin produk terbaiknya taun 2016 ini. So, yuk kita mulai.

Smartphone

Smartphone ini udah jadi primary device buat orang orang seperti kita. Banyak orang bilang, mending ketinggalan dompet daripada ketinggalan hape. Iya, sekarang hape selain jadi alat komunikasi dan sumber informasi, udah bisa juga sebagai alat pembayaran. At least, sekarang dengan nomor telpon kita bisa keluarin duit di ATM, ga perlu pake kartu debit lagi. Gw bagi kategorinya berdasarkan price band nya, ada low end, mid end dan high end.

Continue reading The Best 2016

[REVIEW] Asus Padfone S : Two is Better than One (Part 2)

Post ini merupakan lanjutan dari Part 1

Performa

Penggunaan prosesor Qualcomm MSM8974AB Snapdragon 801 (Quad core 2,3GHz Krait) membuat smartphone ini cukup gegas, ditambah dengan RAM 2GB mDDR3 yang membuat kita bisa menjalankan beberapa aplikasi sekaligus. Internal memori sebesar 16GB rasanya cukup untuk menginstall aplikasi yang kita gunakan sehari hari. Apabila masih kurang, kita bisa menambahkan microSD 64GB. Asus memberikan cloud storage di Asus WebStorage sebesar 5GB.

Secara umum, performa Padfone S diatas rata rata, jauh melebih ekspektasi apalagi harganya. Perpindahan antar aplikasi sangatlah lancar, hampir jarang ditemukan lag. Untuk menjalankan beberapa aplikasi sekaligus pun tidak masalah. Hal ini pun tergambar dari hasil benchmark yang dilakukan. Hasil benchmark ini bisa menjadi gambaran seberapa cepat kinerja Padfone S dan perbandingannya dengan smartphone lain.

Continue reading [REVIEW] Asus Padfone S : Two is Better than One (Part 2)

[REVIEW] Asus Padfone S : Two is Better than One (Part 3-end)

Ini merupakan post lanjutan dari Part 1 dan Part 2

Kamera

Dengan resolusi 13MP ditambah dengan software Pixelmaster, gambar dan video yang dihasilkan Padfone S cukup baik. Selain itu, fitur yang ada pada kamera seperti slow motion, HDR, Time Rewind, Panorama, dan sebagainya, membuat kita bisa berkreasi dengan fitur yang ada. Selain itu, video dengan resolusi 4K (3840x2160p) cukup berguna untuk yang mau mencoba perekaman video dengan resolusi tinggi. Namun ada baiknya apabila mau merekam dengan resolusi tinggi disarankan untuk menggunakan tripod agar lebih stabil. Sebenarnya Padfone S juga mempunyai fitur Image Stabilization, namun fitur tersebut baru bisa diaktifkan apabila kita menggunakan resolusi HD (1280x720p).

Continue reading [REVIEW] Asus Padfone S : Two is Better than One (Part 3-end)

[REVIEW] Asus Padfone S : Two is Better than One (Part 1)

Menurut data IDC (International Data Corporation) hingga Q3 tahun 2014 lalu smartphone Android menguasai hingga 84% market share dunia, diikuti iOS 11,7%. Data ini menunjukkan tingginya minat konsumen pada smartphone dengan sistem operasi Android. Namun sayangnya, smartphone Android dengan performance yang baik biasanya berharga mahal. Karena spesifikasi yang dibutuhkan cukup tinggi. Namun setahun belakangan ini keadaannya mulai berubah. Saat ini banyak smartphone Android dengan spesifikasi namun harga yang terjangkau. Spesifikasi tinggi yang dimaksud adalah prosesor 4 inti, internal RAM 2GB, layar Full HD, konektivitas 4G LTE, umumnya smartphone dengan spesifikasi tersebut berharga lebih dari Rp 5jt.Xiaomi memperkenalkan seri Mi3 dengan harga yang cukup terjangkau, selain itu, sebuah produsen asal China bermerk OnePlus pun meluncurkan seri OnePlus One. Kedua smartphone tersebut mempunyai spesifikasi tinggi, seperti yang disebutkan, namun berharga kurang dari Rp 5jt, bahkan untuk seri termurahnya hanya Rp 3jt an. Spesifikasi tinggi pada sistem operasi tinggi mutlak diperlukan apabila pengguna ingin mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dalam menggunakan smartphone nya.
Continue reading [REVIEW] Asus Padfone S : Two is Better than One (Part 1)

[REVIEW] Xiaomi Mi Band : Simple Fitness Band

Halo

Salah satu wearable gadgets yang belakangan makin marak selain smartwatch adalah fitness band. Gadget ini biasanya berupa gelang yang dipakai di tangan dan mampu mendeteksi setiap aktivitas yang kita lakukan. Menghitung langkah, naik turun tangga, jarak lari, nyenyaknya tidur, dan sebagainya. Masing masing fitness mempunyai kekurangan dan kelebihannya, baik dari segi disain, fungsi, maupun kemampuannya.

Xiaomi sebagai salah satu produsen perangkat elektronik ikut memasarkan fitness band buatannya yang disebut Mi Band. Mi Band merupakan gelang yang mampu mendeteksi dan merekam gerakan kita. Gelang ini cukup menarik baik dari segi harga, fungsi maupun penampilan.

Desain

Desain Mi Band sangat simple, gelang ini terdiri perangkat Mi Band dan gelang yang dapat diganti dengan bermacam warna. Walaupun hanya tersedia satu ukuran gelang, namun rasanya dapat mengakomodir sebagian besar ukuran pergelangan tangan yang ada. Dalam paket penjualan standarnya, gelang yang diberikan berwarna hitam, selain itu kita juga mendapatkan kable koneksi charger. Xiaomi menjanjikan dalam satu kali charge, Mi Band dapat bertahan hingga 30 hari. Walaupun akan di charge dalam jangka waktu yang lama, jangan sampai kita kehilangan kabel charger yang diberikan. Karena koneksi ke Mi Band menggunakan koneksi khusus.

P_20150125_165640

Dengan berat hanya dibawah 10gr, setelah memakainya, kita tidak akan merasakan menggunakan apapun pada pergelangan tangan kita. Selain itu, material Mi Band yang terbuat dari thermoplastic elastomer, diklaim aman digunakan pada jenis kulit apapun. Jangan khawatir apabila kita harus menggunakan sehari hari, karena Mi Band sudah bersertifikasi IP67 yang artinya tahan terhadap air dan benturan. Jadi apabila kita kehujanan ataupun berenang, Mi Band masih bisa dipergunakan. Terdapat 3 buah LED di dalam inti Mi Band yang bisa memberikan notifikasi dalam berbagai warna.

Kompabilitas.

Mi Band dapat digunakan pada sistem operasi Android dengan versi 4.3 keatas dan iOS 7.0 keatas. Untuk melakukan sinkronisasi dengan smartphone, Mi Band menggunakan koneksi Bluetooth Low Energy V 4.0. Jadi, smartphone yang digunakan pun harus mempunyai bluetooth versi ini apabila ingin menggunakan Mi Band. Apabila kita menggunakan smartphone Xiaomi, maka Mi Band dapat digunakan untuk unlock layar tanpa harus memasukkan password.

www.xiaomishop.com_1406352788

Software dan Fitur

Di dalam smartphone, Mi Band menggunakan aplikasi bernama Mi Fit yang bisa di download secara gratis di Play Store maupun App Store. Fungsi utama dari aplikasi ini adalah menghitung langkah yang kita lakukan setiap harinya dan mendeteksi kualitas tidur kita. Secara umum, deteksi langkah yang dilakukan Mi Band cukup akurat. Namun sayangnya terkadang apabila tangan kita bergerak seolah berjalan, perangkat ini mengitung gerakan tersebut sebagai langkah. Ya, setelah digunakan bisa kita ketahui bahwa Mi Band menghitung langkah kaki kita dari gerakan tangan. Setiap harinya, kita akan menentukan target langkah yang ingin dicapai, rekomendasinya adalah 8000 langkah per hari. Apabila sudah tercapai, maka Mi Band akan bergetar dan ketiga lampu LED akan menyala.

This slideshow requires JavaScript.

Untuk kualitas tidur, perangkat ini juga akurat, dan fitur ini langsung bekerja ketika kita berbaring di tempat tidur. Artinya, kita tidak perlu melakukan aktivitas khusus seperti menyalakan mode tidur untuk mengaktifkan fitur ini. Deteksi yang dilakukan Mi Band yaitu lamanya kita tidur dan lelapnya kita tidur (Deep Sleep). Fitur lainnya, Mi Band juga bisa memberikan notifikasi jika kita menerima telpon apabila sedang terhubung. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan fitur alarm dalam Mi Band ini, pada waktu yang telah diatur sebelumnya, Mi Band akan bergetar untuk membangunkan kita. Mi Fit juga dapat melakukan sinkronisasi dengan aplikasi bawaan seperti Health pada iOS.

Photo 06-02-2015 21 56 42

Kesimpulan

Mi Band merupakan fitness band yang sangat simpel namun mempunyai banyak fungsi. Dengan harga resmi sekitar US$ 13, perangkat ini sangat layak untuk dimiliki. Meskipun fitur deteksi aktivitas yang dimiliki sangat banyak, namun cukup untuk kita agar lebih bersemangat untuk bergerak. Walaupun belum resmi diluncurkan di Indonesia, namun kita bisa mendapatkan Mi Band dengan harga Rp 200rb – Rp 350rb di beberapa website e commerce.

xiaomi-mi-bands

Tertarik untuk mencoba?

Regards

Taufiqul

[INFO] Android One : Standarisasi Hardware dan Software ala Google

Halo

Beberapa tahun terakhir, Android menjadi sebuah platform yang begitu melesat perkembangannya. Bahkan hingga memaksa puluhan produsen untuk menggunakan sistem operasi ini. Karena, selain gratis, Google juga secara teratur memberikan update terhadap software unggulannya ini. Produsen pun diberikan kebebasan dalam menggunakan Android, mereka bisa saja memilih untuk “apa adanya” atau dimodifikasi sesuai dengan ciri khas produsen tersebut. Software Android basic diperkenalkan Google pada seri smartphone Nexus nya, sementara produsen lain biasanya menambahkan program tertentu. Samsung, produsen smartphone Android terbesar di dunia, memiliki user interface yang dinamakan Touch Wiz pada setiap smartphone nya. HTC dengan HTC Sense, Asus dengan Zen UI, Xiaomi dengan MiUI, dan sebagainya.

samasung-galaxy-s4-vs-htc-one-interface_software-1454x761

Di sisi lain, perkembangan yang pesat ini bukannya tidak terdapat kelemahan. Walaupun Google telah memberikan standard minimum requirement pada OS nya, terkadang experience yang di dapatkan pada smartphone Android berbeda antara satu dengan yang lainnya. Untuk seri dengan spesifikasi tinggi, mungkin tidak terlalu bermasalah karena pastinya sudah melewati minimun requirement yang direkomendasikan Google. Masalah terbesar ada pada smartphone low end yang terkadang dibuat “seadanya”. Hal ini mungkin untuk mengejar price point yang rendah sehingga bisa terjangkau, namun konsumen akan merasa smartphone mereka tidak sepintar yang mereka inginkan. Selain itu, meskipun Google selalu melakukan update pada Android, seringkali pengguna ditinggalkan dengan software lama, tidak ada update terhadap smartphone tersebut. Hasilnya, banyak dari smartphone tersebut menjadi rentan terhadap serangan malware karena penutup celah keamanan tersebut hanya terdapat pada versi Android terbaru.

smartisan-vs-all

Google sebagai pengembang Android tentu dirugikan dengan adanya pengalaman kurang baik yang diterima penggunanya. Jelas hal ini akan membuat konsumen berpaling ke sistem operasi lain yang lebih aman seperti iOS atau Windows Phone. Walaupun terdapat seri Nexus yang selalu mendapatkan update terbaru, namun hal ini hanya akan dirasakan konsumen kelas menengah keatas, sementara untuk pemula yang baru memiliki smartphone atau berpindah dari feature phone, tidak dapat merasakan hal tersebut. Lahirlah sebuah project yang dinamakan Android One.

Android One merupakan upaya Google untuk memberikan pengalaman yang maksimal dalam menggunakan Sistem Operasi Android. Terutama pada hal yang paling sering dikeluhkan konsumen yaitu update software. Google menjanjikan smartphone Android One akan menerima update paling tidak selama 2 tahun. Jadi, apabila tahun ini kita membeli smartphone tersebut, maka hingga tahun 2017 nanti kita masih akan menerima update software terbaru. Misalnya saat ini kita sedang menggunakan versi 5.0 (Lollipop), maka paling tidak kita akan menerima 2 – 4 kali update. Update software akan membuat smartphone kita lebih tahan terhadap serangan malware, atau paling tidak membuat smartphone kita muda kembali.

devices

Demi terlaksananya project ini, Google bekerjasama dengan vendor lokal di beberapa negara berkembang seperti India, Nepal, Filipina, Sri Lanka, Indonesia, dan beberapa negara berkembang lainnya. Di Indonesia, Google bekerjasama dengan Mito, Evercoss, dan Nexian dalam pembuatan Android One. Dalam peluncuran project ini, di bulan Februari , Google akan meluncurkan tiga smartphone dari ketiga produsen tersebut. Pada peluncurannya ini, Google bahkan menjanjikan akan langsung mengupdate versi Android ketiganya dengan versi terbaru Lollipop 5.1.

Evercoss menawarkan seri yang dinamakan One X, sedangkan Mito dinamakan Impact, dan Nexian menggunakan nama Journey, sebuah nama yang pernah mereka berikan pada smartphone terdahulunya. Ketiganya mempunyai model dan fitur yang mirip, bahkan mungkin sama. Spesifikasi hardware yang dibenamkan sama antara satu dengan yang lainnya.

Spec

Spesifikasi ini dapat dikatakan sangat cukup untuk smartphone entry level. Prosesor Quad Core 1,3GHz dengan RAM 1GB rasanya akan mudah untuk menjalani pekerjaan standard smartphone sehari hari. Internal Storage pun cukup besar 8GB, masih dapat ditambah dengan kartu memori MicroSD. Apabila kita mempunyai 2 nomor, jangan khawatir karena terdapat 2 slot berukuran Micro SIM pada ketiganya. Kamera depan 2MP dan belakang 5MP pastinya cukup untuk sekedar mengabadikan momen sehari hari. Resolusi FWVGA (854x480p) rasanya cukup nyaman untuk dilihat. Informasi lengkap dari Project Android One di Indonesia dapat dilihat disini.

Sudah siap untuk mencoba salah satu dari ketiganya?

Regards

Taufiqul