[INFO] Selamat Datang Nexus 6 (Part 2)

LG Nexus 5

Nexus_5_Front_View

Sama seperti Samsung, LG juga mempunya jatah 2 Nexus dengan diproduksinya Nexus 5. Seri Nexus ini merupakan salah satu yang terlaris, karena selain spesifikasinya yang tinggi, harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Di Amerika, Nexus 5 dijual dengan harga $299 (16GB) dan $349 (32GB). Menggunakan prosesor terbaru dari Qualcomm yaitu seri Snapdragon 800, walaupun sama sama memiliki 4 inti, namun Nexus 5 mempunyai clock yang lebih tinggi yaitu 2,26GHz. Begitu juga dengan RAM, meskipun besarnya sama seperti Nexus 4 2GB, namun penggunaan DDR3 membuat kinerja RAM meningkat. Layar Nexus 5 pun meningkat dari sebelumnya HD 4,7” (720p) menjadi Full HD 5” (1080p). Nexus 5 diperkenalkan pertama kali menggunakan sistem operasi Android 4.4 Kitkat dan saat ini sudah bisa diupgrade ke seri terbaru Android 5.0 Lollipop. Sampai saat ini, Google masih tetap menjual Nexus 5.

Motorola Nexus 6

Nexus_6

Google memutuskan untuk berpartner dengan rekan senegaranya Motorola. Semenjak dibeli oleh Google, smartphone Motorola mulai menunjukkan tajinya. Munculnya seri Moto E, Moto G, dan Moto X makin menguatkan upaya Motorola untuk menjadi podusen smartphone yang patut dipertimbangkan. Setelah dibeli Lenovo, Motorola pun makin bisa memperluas cakupan penjualannya. Mengingat Lenovo merupakan salah satu produsen PC terbesar di dunia yang mempunyai jaringan yang kuat.

Namun beberapa orang menyayangkan Nexus 6 dikarenakan harganya yang tergolong premium, di Amerika sendiri Nexus 6 dijual $649 (32GB) dan $699 (64GB). Namun sebenernya harga tersebut cukup masuk akal mengingat spesifikasi yang dibenamkan pada Nexus 6 merupakan high-end. Prosesor Snapdragon 805 2,65GHz dengan RAM 3GB memastikan semua aplikasi berjalan sempurna dan tanpa lag. Ukuran layar meningkat 1” menjadi 5,95”, tidak hanya itu, resolusi layar yang sebelumnya Full HD (1920x1080p) ditingkatkan menjadi 2K (2560x1440p), sama seperti LG G3. Ketajaman layar meningkat dari 441ppi menjadi 493ppi. Walaupun tidak bisa diganti, namun batere yang ditanamkan di Nexus 6 meningkat hamper 1AH menjadi 3220mAH. Ada hal lain yang meningkat yaitu beratnya menjadi 184gr, naik 50gr dibandingkan Nexus 5.

Ketersediaan

Hampir semua seri Nexus tersedia di Indonesia. Namun pada seri Nexus 6 ini, nampaknya kita tidak bisa berharap banyak mengingat Motorola sempat menarik kantor penjualannya ke Singapura. Tapi hal ini sepertinya tak akan berlangsung lama. Beberapa hari yang lalu telah muncul notifikasi di website Kominfo bahwa distributor Trikomsel telah mendaftarkan beberapa smartphone Motorola serta smartwatch nya Moto 360. Bahkan, status semua gadget tersebut adalah Sertifikat Dicetak. Hal ini menandakan tidak akan lama lagi penggemar seri Nexus dan smartphone Motorola bisa mendapatkan smartphone impiannya. Karena di website tersebut terdapat 2 smartphone Motorola yaitu Motorola Nexus 6 dan Motorola Moto X (2nd Generation). Mungkin hal ini merupakan salah satu dampak dari akuisisi Lenovo terhadapa Motorola. Berikut pernyataan salah satu petinggi Lenovo Indonesia yang dikutip dari detikinet.

“Motorola kemungkinan akan mengisi portofolio ponsel high end kami di Indonesia, sementara ponsel Lenovo akan mengisi segmen menengah, di mana mempunyai spek tinggi namun dengan harga murah,” ungkap Adrie R Suhadi, Country Lead divisi Mobile Lenovo Indonesia.

motorolapostel

Pernyataan tersebut makin menguatkan tentang keberadaan smartphone Motorola di Indonesia. Belum diketahui apakah nantinya penjualan dari Motorola akan dilakukan melalui Lenovo Indonesia. Yang jelas, kehadiran Motorola makin menguatkan persaingan pada industry telepon seluler di Indonesia. Apabila dijual di Indonesia, harga Nexus 6 kemungkinan akan dihargai mulai Rp 8jtan untuk seri terendah 32GB. Namun hal ini masih dapat berubah tergantung pada kebijakan perusahaan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dengan harga tersebut, maka Nexus 6 akan bersaing dengan beberapa flagship lain seperti Galaxy Note 4 dan iPhone 6 Plus.

Regards,

Taufiqul

Advertisements

[INFO] Selamat Datang Nexus 6 (Part 1)

Sebagai penyedia sistem operasi mobile terbesar di dunia, Google menginginkan penggunanya mendapatkan pengalaman yang sama dalam menggunakan Android. Jauh sebelum adanya AndroidOne (yang saat ini digunakan sebagai patokan standar hardware sistem operasi Android), Google bekerjasama dengan beberapa produsen smartphone untuk membuat produk yang sesuai dengan standar Google. Produk ini dinamakan Nexus. Nexus series dijamin mendapatkan update sistem operasi secara berkala. Walaupun bekerja sama dengan produsen besar, namun Google tidak mengijinkan mereka untuk melakukan kustomisasi pada sistem operasi Android yang ada pada Nexus. Seri Nexus ini diposisikan pada level high-end, namun Google menaruh harga yang cukup terjangkau dibanding kompetitornya.

HTC Nexus One

Nexus_One

Diperkenalkan pada January 2010, Nexus One merupakan generasi pertama dari smartphone Nexus. Disini Google bekerja sama dengan HTC untuk memproduksi smartphone tersebut. Pada saat diperkenalkan, di dalam smartphone ini tertanam Android 2.1 Éclair, update terakhir yang didapat pada Nexus One adalah Android 2.3.6 Gingerbread. Nexus One merupakan smartphone dengan spesifikasi yang tinggi pada jamannya. Ditenagai dengan prosesor Snapdragon 1GHz dan RAM 512MB, membuat Nexus One ada di jajaran flagship pada saat itu. Hal yang cukup unik, smartphone ini menggunakan trackball sebagai tombol navigasi. Trackball sendiri banyak digunakan oleh smartphone blackberry pada waktu itu.

Samsung Nexus S

640px-Nexus_S

Google mengalihkan produksi Nexus kepada produsen smartphone asal Korea Selatan, Samsung. Spesifikasi internal Nexus S dan pendahulunya tidak jauh berbeda, sama sama menggunakan prosesor 1GHz dan RAM 512MB, hanya pada Nexus S kapasitas penyimpanan internal ditingkatkan menjadi 16GB. Sayangnya, hal tersebut adalah sebuah trade off dimana Google juga melakukan pengurangan slot memori yaitu MicroSD pada seri ini. Mulai dijual pada Desember 2010 dengan sistem operasi Android 2.3 Gingerbread, umur Nexus S cukup lama hingga 2 tahun sebelum discontinue. Update terakhir yang didapatkan Nexus S pada Oktober 2014 adalah Android 4.1.2 Jelly Bean.

Samsung Galaxy Nexus

640px-Samsung_Galaxy_Nexus_Render

Tampaknya Google cukup senang bekerja sama dengan Samsung. Seri Nexus terbaru tetap diproduksi oleh Samsung, bahkan Google menggunakan nama Galaxy Nexus untuk seri terbarunya. Seperti diketahui, Galaxy merupakan penamaan pada smartphone Android Samsung. Perubahan spesifikasi cukup signifikan, dimana pada saat diluncurkan bulan Oktober 2011, Galaxy Nexus memiliki prosesor dual-core 1GHz dan RAM 1GB. Google juga memberikan pilihan memori internal 16GB dan 32GB, karena sudah tidak terdapat lagi slot MicroSD pada seri Nexus ini. Dukungan terhadap Galaxy Nexus berakhir pada July 2013, dimana pada saat itu smartphone ini mendapat update ke Android 4.3 Jelly Bean.

LG Nexus 4

Nexus_4

Tampaknya Google belum mau meninggalkan negeri Gingseng. Seri terbaru Nexus 4 diproduksi oleh salah satu produsen elektronik terbesar disana, LG. Tepatnya di bulan Oktober 2012, Google memperkenalkan seri terbaru Nexus yang dinamakan Nexus 4 dengan sistem operasi Android 4.2 Jelly Bean. Nexus 4 menjadi Nexus pertama yang menggunakan prosesor quad-core dengan kecepatannya 1,5GHz, selain itu RAM yang ditanamkan pada seri ini juga meningkat menjadi 2GB. Pilihan memori internal yang disediakan Google adalah 8GB dan 16GB, menurun dibandingkan seri sebelumnya. Selain itu, pada Nexus 4 Google juga mulai menggunakan batere tanam yang tidak dapat dilepas atau diganti ganti. Update terakhir yang diberikan pada Nexus 4 yaitu Android 5.0 Lollipop. Belum diketahui apakah seri ini masih akan diupdate lagi mengingat model ini sudah tidak diproduksi lagi.

Lanjut ke Part 2

[INFO] Android One : Standarisasi Hardware dan Software ala Google

Halo

Beberapa tahun terakhir, Android menjadi sebuah platform yang begitu melesat perkembangannya. Bahkan hingga memaksa puluhan produsen untuk menggunakan sistem operasi ini. Karena, selain gratis, Google juga secara teratur memberikan update terhadap software unggulannya ini. Produsen pun diberikan kebebasan dalam menggunakan Android, mereka bisa saja memilih untuk “apa adanya” atau dimodifikasi sesuai dengan ciri khas produsen tersebut. Software Android basic diperkenalkan Google pada seri smartphone Nexus nya, sementara produsen lain biasanya menambahkan program tertentu. Samsung, produsen smartphone Android terbesar di dunia, memiliki user interface yang dinamakan Touch Wiz pada setiap smartphone nya. HTC dengan HTC Sense, Asus dengan Zen UI, Xiaomi dengan MiUI, dan sebagainya.

samasung-galaxy-s4-vs-htc-one-interface_software-1454x761

Di sisi lain, perkembangan yang pesat ini bukannya tidak terdapat kelemahan. Walaupun Google telah memberikan standard minimum requirement pada OS nya, terkadang experience yang di dapatkan pada smartphone Android berbeda antara satu dengan yang lainnya. Untuk seri dengan spesifikasi tinggi, mungkin tidak terlalu bermasalah karena pastinya sudah melewati minimun requirement yang direkomendasikan Google. Masalah terbesar ada pada smartphone low end yang terkadang dibuat “seadanya”. Hal ini mungkin untuk mengejar price point yang rendah sehingga bisa terjangkau, namun konsumen akan merasa smartphone mereka tidak sepintar yang mereka inginkan. Selain itu, meskipun Google selalu melakukan update pada Android, seringkali pengguna ditinggalkan dengan software lama, tidak ada update terhadap smartphone tersebut. Hasilnya, banyak dari smartphone tersebut menjadi rentan terhadap serangan malware karena penutup celah keamanan tersebut hanya terdapat pada versi Android terbaru.

smartisan-vs-all

Google sebagai pengembang Android tentu dirugikan dengan adanya pengalaman kurang baik yang diterima penggunanya. Jelas hal ini akan membuat konsumen berpaling ke sistem operasi lain yang lebih aman seperti iOS atau Windows Phone. Walaupun terdapat seri Nexus yang selalu mendapatkan update terbaru, namun hal ini hanya akan dirasakan konsumen kelas menengah keatas, sementara untuk pemula yang baru memiliki smartphone atau berpindah dari feature phone, tidak dapat merasakan hal tersebut. Lahirlah sebuah project yang dinamakan Android One.

Android One merupakan upaya Google untuk memberikan pengalaman yang maksimal dalam menggunakan Sistem Operasi Android. Terutama pada hal yang paling sering dikeluhkan konsumen yaitu update software. Google menjanjikan smartphone Android One akan menerima update paling tidak selama 2 tahun. Jadi, apabila tahun ini kita membeli smartphone tersebut, maka hingga tahun 2017 nanti kita masih akan menerima update software terbaru. Misalnya saat ini kita sedang menggunakan versi 5.0 (Lollipop), maka paling tidak kita akan menerima 2 – 4 kali update. Update software akan membuat smartphone kita lebih tahan terhadap serangan malware, atau paling tidak membuat smartphone kita muda kembali.

devices

Demi terlaksananya project ini, Google bekerjasama dengan vendor lokal di beberapa negara berkembang seperti India, Nepal, Filipina, Sri Lanka, Indonesia, dan beberapa negara berkembang lainnya. Di Indonesia, Google bekerjasama dengan Mito, Evercoss, dan Nexian dalam pembuatan Android One. Dalam peluncuran project ini, di bulan Februari , Google akan meluncurkan tiga smartphone dari ketiga produsen tersebut. Pada peluncurannya ini, Google bahkan menjanjikan akan langsung mengupdate versi Android ketiganya dengan versi terbaru Lollipop 5.1.

Evercoss menawarkan seri yang dinamakan One X, sedangkan Mito dinamakan Impact, dan Nexian menggunakan nama Journey, sebuah nama yang pernah mereka berikan pada smartphone terdahulunya. Ketiganya mempunyai model dan fitur yang mirip, bahkan mungkin sama. Spesifikasi hardware yang dibenamkan sama antara satu dengan yang lainnya.

Spec

Spesifikasi ini dapat dikatakan sangat cukup untuk smartphone entry level. Prosesor Quad Core 1,3GHz dengan RAM 1GB rasanya akan mudah untuk menjalani pekerjaan standard smartphone sehari hari. Internal Storage pun cukup besar 8GB, masih dapat ditambah dengan kartu memori MicroSD. Apabila kita mempunyai 2 nomor, jangan khawatir karena terdapat 2 slot berukuran Micro SIM pada ketiganya. Kamera depan 2MP dan belakang 5MP pastinya cukup untuk sekedar mengabadikan momen sehari hari. Resolusi FWVGA (854x480p) rasanya cukup nyaman untuk dilihat. Informasi lengkap dari Project Android One di Indonesia dapat dilihat disini.

Sudah siap untuk mencoba salah satu dari ketiganya?

Regards

Taufiqul

[INFO] Google Carrier Billing : Beli Aplikasi pake Pulsa

Halo

Seiring dengan pesatnya pertumbuhan konten yang ada di smartphone, seringkali kita ingin membeli sebuah aplikasi yang menarik untuk kita. Namun, banyak hal yang membuat kita tidak dapat melakukannya, seperti tidak ada kartu kredit ataupun google voucher. Meskipun punya kartu kredit, kadang kita tidak ingin untuk memasukkan data data kartu kredit kita ke Google karena takut tidak aman.

Hal yang paling mudah adalah dengan menggunakan pulsa, dimana setiap smartphone mempunyai hal tersebut. Cara mendapatkan pulsa pun lebih mudah dibandingkan dengan pilihan lain. Selain itu, dengan menggunakan pulsa, kita bisa lebih mengontrol pengeluaran kita untuk membeli aplikasi ataupun konten yang ada di Play Store.

carrier billing

Bulan Januari 2015 ini, Indosat memperkenalkan layanan Google Carrier Billing, dimana untuk membeli aplikasi di Play Store cukup dengan memotong pulsa yang ada di nomor kita. Namun, untuk harganya ditambah 10% pajak dari harga yang tertera di Play Store. Cara transaksi ini dinilai sangat mudah, yang kita perlukan adalah:

  1. Akun Google
  2. Nomor Indosat
  3. Smartphone Android

(desktop)-FAQ---Carrier-Billing-id

Akun Google diperlukan untuk mengakses ke Play Store, selain itu, disini kita perlu untuk melakukan pemilihan cara pembayaran. Biasanya untuk akun yang baru didaftarkan di Play Store, Google akan menawarkan pilihan untuk melakukan pembayaran. Untuk itu, silahkan dipilih “Enable Indosat Billing”.

Apabila kita telah memasukkan akun Google kita di Play Store dan ingin merubah cara pembayaran. Langsung saja masuk ke Play Store lalu tekan tombol kiri atas, nantinya kan ada profil kita, di bagian bawah kita pilih “My Account”. Setelah itu, akan muncul pilihan pembayaran (Payment Methods), disini kita bisa merubah dari sebelunya kartu kredit dengan “Enable Indosat Billing”.

carrierbilling1

Setelah setting Payment Methods, kita tinggal memilih aplikasi apa yang akan kita beli, lalu klik harganya. Jangan lupa untuk menyiapkan tambahan pajak 10% dari harga yang tertera di Play Store. Yang menarik, apabila kita tidak jadi melakukan pembelian tersebut, kita bisa melakukan refund. Waktu refund sekitar 1×24 jam, maka pulsa kita akan kembali lagi.

Untuk saat ini, layanan Google Carrier Billing baru tersedia pada operator Indosat. Pelanggan Prabayar (IM3 dan Mentari) akan langsung dipotong pulsanya saat melakukan pembelian di Play Store. Sementara pelanggan Pascabayar (Matrix) nominal pembelian akan ditambahkan pada tagihan bulanan. Mudah mudahan ke depannya operator lain juga mempunyai fitur serupa.

Sudah siap untuk belanja Aplikasi di Play Store?

Regards

Taufiqul