[INFO] Android One : Standarisasi Hardware dan Software ala Google

Halo

Beberapa tahun terakhir, Android menjadi sebuah platform yang begitu melesat perkembangannya. Bahkan hingga memaksa puluhan produsen untuk menggunakan sistem operasi ini. Karena, selain gratis, Google juga secara teratur memberikan update terhadap software unggulannya ini. Produsen pun diberikan kebebasan dalam menggunakan Android, mereka bisa saja memilih untuk “apa adanya” atau dimodifikasi sesuai dengan ciri khas produsen tersebut. Software Android basic diperkenalkan Google pada seri smartphone Nexus nya, sementara produsen lain biasanya menambahkan program tertentu. Samsung, produsen smartphone Android terbesar di dunia, memiliki user interface yang dinamakan Touch Wiz pada setiap smartphone nya. HTC dengan HTC Sense, Asus dengan Zen UI, Xiaomi dengan MiUI, dan sebagainya.

samasung-galaxy-s4-vs-htc-one-interface_software-1454x761

Di sisi lain, perkembangan yang pesat ini bukannya tidak terdapat kelemahan. Walaupun Google telah memberikan standard minimum requirement pada OS nya, terkadang experience yang di dapatkan pada smartphone Android berbeda antara satu dengan yang lainnya. Untuk seri dengan spesifikasi tinggi, mungkin tidak terlalu bermasalah karena pastinya sudah melewati minimun requirement yang direkomendasikan Google. Masalah terbesar ada pada smartphone low end yang terkadang dibuat “seadanya”. Hal ini mungkin untuk mengejar price point yang rendah sehingga bisa terjangkau, namun konsumen akan merasa smartphone mereka tidak sepintar yang mereka inginkan. Selain itu, meskipun Google selalu melakukan update pada Android, seringkali pengguna ditinggalkan dengan software lama, tidak ada update terhadap smartphone tersebut. Hasilnya, banyak dari smartphone tersebut menjadi rentan terhadap serangan malware karena penutup celah keamanan tersebut hanya terdapat pada versi Android terbaru.

smartisan-vs-all

Google sebagai pengembang Android tentu dirugikan dengan adanya pengalaman kurang baik yang diterima penggunanya. Jelas hal ini akan membuat konsumen berpaling ke sistem operasi lain yang lebih aman seperti iOS atau Windows Phone. Walaupun terdapat seri Nexus yang selalu mendapatkan update terbaru, namun hal ini hanya akan dirasakan konsumen kelas menengah keatas, sementara untuk pemula yang baru memiliki smartphone atau berpindah dari feature phone, tidak dapat merasakan hal tersebut. Lahirlah sebuah project yang dinamakan Android One.

Android One merupakan upaya Google untuk memberikan pengalaman yang maksimal dalam menggunakan Sistem Operasi Android. Terutama pada hal yang paling sering dikeluhkan konsumen yaitu update software. Google menjanjikan smartphone Android One akan menerima update paling tidak selama 2 tahun. Jadi, apabila tahun ini kita membeli smartphone tersebut, maka hingga tahun 2017 nanti kita masih akan menerima update software terbaru. Misalnya saat ini kita sedang menggunakan versi 5.0 (Lollipop), maka paling tidak kita akan menerima 2 – 4 kali update. Update software akan membuat smartphone kita lebih tahan terhadap serangan malware, atau paling tidak membuat smartphone kita muda kembali.

devices

Demi terlaksananya project ini, Google bekerjasama dengan vendor lokal di beberapa negara berkembang seperti India, Nepal, Filipina, Sri Lanka, Indonesia, dan beberapa negara berkembang lainnya. Di Indonesia, Google bekerjasama dengan Mito, Evercoss, dan Nexian dalam pembuatan Android One. Dalam peluncuran project ini, di bulan Februari , Google akan meluncurkan tiga smartphone dari ketiga produsen tersebut. Pada peluncurannya ini, Google bahkan menjanjikan akan langsung mengupdate versi Android ketiganya dengan versi terbaru Lollipop 5.1.

Evercoss menawarkan seri yang dinamakan One X, sedangkan Mito dinamakan Impact, dan Nexian menggunakan nama Journey, sebuah nama yang pernah mereka berikan pada smartphone terdahulunya. Ketiganya mempunyai model dan fitur yang mirip, bahkan mungkin sama. Spesifikasi hardware yang dibenamkan sama antara satu dengan yang lainnya.

Spec

Spesifikasi ini dapat dikatakan sangat cukup untuk smartphone entry level. Prosesor Quad Core 1,3GHz dengan RAM 1GB rasanya akan mudah untuk menjalani pekerjaan standard smartphone sehari hari. Internal Storage pun cukup besar 8GB, masih dapat ditambah dengan kartu memori MicroSD. Apabila kita mempunyai 2 nomor, jangan khawatir karena terdapat 2 slot berukuran Micro SIM pada ketiganya. Kamera depan 2MP dan belakang 5MP pastinya cukup untuk sekedar mengabadikan momen sehari hari. Resolusi FWVGA (854x480p) rasanya cukup nyaman untuk dilihat. Informasi lengkap dari Project Android One di Indonesia dapat dilihat disini.

Sudah siap untuk mencoba salah satu dari ketiganya?

Regards

Taufiqul

Advertisements

[INFO] Konsep Penamaan Gadget part 1 (Nokia, Samsung, dan Sony)

Halo

Setiap bulannya muncul puluhan gadget yang dijual atau sekedar diperkenalkan. Kadang menjadi headline berita yang ga jarang bikin kita bingung “Seri ini apa bedanya sama yang ini?” “Yang 4 sama yang 3 bedanya apa?” “Kayaknya seri ini ada juga deh di merk ini” dst. Terus kita bingung mana yang paling cocok buat kita.

flagship-smartphones-610x299

Sebenernya, kalo mau di generalisir, pembedaan gadget terletak pada segmentasinya. Kalo mau simpel dan gampang ya segmentasi berdasarkan kelasnya, entry level, menengah, dan flagship (paling tinggi). Semakin tinggi kelasnya, maka semakin mahal harganya karena biasanya fiturnya semakin lengkap. Dan biasanya ga cuman spesifikasinya yang tinggi, tapi juga modelnya menarik. Contoh untuk flagship adalah iPhone, Galaxy S series, Xperia Z series, HTC One series dsb.

RIM-BLACKBERRY SMARTPHONES

Nah, untuk menentukan kelasnya itu, biasanya produsen melakukan identifikasi dengan nama atau nomor model.

1. Nokia

nokia-logo

Nokia merupakan perusahaan yang sempat menjadi raja di dunia handphone sekitar 10 tahun yang lalu. Dari segi penamaan, Nokia juga cukup simpel. Untuk menunjukkan model dan fitur smartphonenya, biasanya Nokia menggunakan angka.

nokia-phones

Angka pertama menunjukkan fitur yang ada di smartphone tersebut, biasanya, semakin tinggi angkanya maka semakin banyak fiturnya dan juga tinggi kelasnya. Misal, untuk handphone Nokia seri 1xx pasti fiturnya sangat sederhana, mungkin hanya untuk telepon dan sms saja. Sementara untuk seri 9xx pasti fiturnya lebih komplit dan lebih canggih. Sebagai contoh, Nokia Communicator mempunyai nomor model 9xxx, fiturnya udah jelas paling lengkap dibandingkan seri 1xx sampai seri 8xx.

0-fZm7cZ9qrh6qTduZ
Nokia Communicator

Nah, sekarang ini divisi smartphone Nokia udah dibeli sama Microsoft, jadinya untuk smartphone udah pasti merknya ga boleh pake Nokia lagi. Jadi kalo mau beli smartphone Lumia, merknya mesti Microsoft.

microsoft-lumia-535-660x450

Konsep penamaan Lumia juga sama dengan Nokia sebelumnya, sekarang ini ada seri 5xx yang paling rendah dan seri 15xx yang paling tinggi. Walaupun sama sama menggunakan sistem operasi windows, sudah pasti seri 15xx fitur dan spesifikasinya lebih tinggi dari seri 5xx.

lumia
Microsoft Lumia

Nah untuk angka kedua, biasanya menunjukkan generasi smartphone tersebut. Seperti pada Lumia seri 8xx, yang pertama kali merupakan seri Lumia 800, sementara saat ini sudah sampai Lumia seri 830.

Jadi kira kira seperti ini:

  • Entry Level : Lumia 4xx, Lumia 5xx dan Lumia 6xx
  • Mid Level : Lumia 7xx dan Lumia 8xx
  • Flagship : Lumia 9xx, Lumia 10xx, dan Lumia 15xx. Lumia 25xx (tablet)

2. Samsung

samsung-logo

Merk yang paling populer di dunia smartphone saat ini. Paling banyak seri dan modelnya. Ga cuman itu, kadang model yang sama bisa mempunyai spesifikasi yang berbeda apalagi kita membeli di negara yang berbeda. Membingungkan? lumayan. Tapi yang paling gampang, semua smartphone dengan OS Android dari Samsung bernama depan Galaxy. Jadi kalo ada smartphone Samsung pake Galaxy udah pasti OS nya Android.

samsung-galaxy-logo-500x246

Emang ada OS lain? Ada, biasanya buat feature phone yang fungsinya cuma buat telpon dan SMS, dulu Samsung juga bikin smartphone dengan OS Windows, sekarang Samsung punya Smartphone dengan OS buatan sendiri, Tizen.

Untuk seri Galaxy sendiri, modelnya aja macem macem, dari yang paling murah Galaxy Y atau Galaxy Star, sampai dengan yang paling mahal Galaxy S dan Galaxy Note. Di tengah tengah, ada seri Galaxy Grand dan Galaxy Mega, kalo seri tanggung gini biasanya ada kelebihan dan kekurangan yang cukup ketara. Misalnya layarnya besar tapi resolusinya rendah, sehingga gambar jadi terlihat kurang tajam. Atau misalnya dual sim tapi spesifikasinya rendah.

samsung-galaxy-mega-58-vs-grand-21

Untuk beberapa seri, Samsung juga menambahkan angka di belakang nama modelnya, semisal Galaxy S5. Udah pasti Galaxy S5 lebih baru dan lebih canggih daripada S4. Begitu juga dengan Note 4, udah pasti lebih baru dan lebih canggih dari Note 3. Kadang Samsung juga ga nyantumin di nama modelnya, melainkan di nomor modelnya, nah ini lebih ribet lagi, tapi yang jelas, kalo mau tau mana yang paling baru liat aja taun produksinya.

samsunggalaxyunpacked-02891
Galaxy S5 dan Galaxy Note 4

Untuk tablet, Samsung menamakan tabletnya dengan Galaxy Tab. Nah, Galaxy Tab ini juga macem macem, ada Tab dengan nomor (Tab 2, Tab 3, Tab 4), Tab Pro, dan Tab S, untuk seri lifestyle nya. Ada satu tablet yang namanya kurang lazim yaitu Galaxy Note Pro, nah jangan sampe salah ini sebuah smartphone, Note Pro merupakan sebuat tablet berukuran 12,1″ yang memiliki stylus.

galaxy-note-pro-vs-galaxy-tab-pro-12
Samsung Galaxy Tab

Ke depannya, Samsung agak sedikit merubah penamaan gadgetnya dengan huruf dan angka. Hal ini terlihat dari Samsung Galaxy Alpha yang model selanjutnya akan bernama Samsung Galaxy Ax, x merupakan nomor yang menunjukkan spesifikasi hardware yang dimiliki. Semakin tinggi x makan semakin tinggi spesifikasinya, saat ini sudah beredar Galaxy A3, dan nantinya akan juga diperkenalkna Galaxy A5 dan Galaxy A7. Untuk level menengah, Samsung telah menyiapkan Galaxy Ex, rencananya nanti akan dikeluarkan Galaxy E5 dan E7.

samsung-galaxy-alpha-a7
Samsung Galaxy A7

Untuk Samsung, kira kira seperti ini:

  • Entry Level : Galaxy Y dan Galaxy Star
  • Mid Level : Galaxy Grand, Galaxy Mega, dan Galaxy Ex. Galaxy Tab (tablet)
  • Flagship : Galaxy Sx, Galaxy Ax, dan Galaxy Note x. Galaxy S (tablet)

3. Sony

Sony-logo

Smartphone Sony terkenal dengan seri Xperia untuk seri smartphone nya. Dari segi penamaan, Sony menggunakan hal yang simpel yaitu menggunakan abjad. Untuk seri entry level dimulai dengan huruf Ex, sementara untuk seri flagship dimulai dengan huruf Zx. Sementara untuk seri menengah terdapat model Mx dan model T. Seperti biasanya, setiap huruf menandakan spesifikasi dan fitur yang berbeda beda.

maxresdefault

Selain itu, Sony kadang menambahkan keterangan lain selain huruf model dan angka, misalnya Dual untuk menunjukkan Dual SIM dan Aqua untuk menunjukkan ketahanan terhadap air. Walaupun tidak semuanya, karena untuk Xperia seri Z dari seri awal sudah tahan air, debu, dan goncangan. Belakangan Sony mencoba melakukan penambahan line up seperti pada seri Z3 terbaru, dimana ada juga seri Z3 compat dan Z3 Tablet. Hal ini rasanya diperlukan untuk mempermudah konsumen untuk memilih produk yang mereka inginkan.

gsmarena_001
Sony Experia Z3 Series

Jadi, untuk Smartphone Sony, kelasnya seperti ini:

  • Entry Level : Xperia Ex
  • Mid Level : Experia Tx dan Experia Mx
  • Flagship : Experia Zx

Bersambung ke part 2